Kapolda : Kami Siap Dikritisi Oleh Siapapun demi Pelayanan Kepolisian yang Lebih Baik

banner 468x60

 

 

Jakarta – Cosmopolitanpost.com – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto sangat tandas perihal bahwa Jajaran Kepolisian Siap menerima Kritisi dari Pihak nanapun demi terciptanya tugas kepolisian sebagai pelayan masyarakat.  Hal itu disampaikan pada Selasa (31/12/2024) di Gedung Polda Metro Jaya dalam Agenda rilis akhir tahun 2024.

“Silahkan tegur kami kalau salah dalam tugas kami, ingatkan kami jika kami lalai dan tidak benar dalam melaksanakan tugas, siapapun yang mengkrisi kami kami bersedia menerimanya,  agar kami menjalankan tugas dengan baik sebagai pelayan masyarakat ” katanya”.

Kapolda menyampaikan Orasinya

ia mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan segala bentuk pelanggaran yang dilakukan oleh anggota polisi.

“Kami sangat mengharapkan keterbukaan dari masyarakat. Apapun pelanggaran yang dilakukan oleh anggota kami, tolong dilaporkan kepada kami,” kata Karyoto.

Ia menegaskan bahwa laporan masyarakat akan langsung ditindaklanjuti, baik melalui pengawasan internal maupun langkah penegakan hukum. “Insya Allah, kami akan mengambil tindakan yang tegas, baik dalam bentuk pengawasan maupun penindakan,” ujarnya.

Karyoto mengungkapkan bahwa ia menerima banyak laporan masyarakat melalui pesan WhatsApp. Laporan-laporan tersebut langsung diteruskan ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) untuk ditindaklanjuti.

“Banyak pesan WhatsApp yang masuk ke saya. Semua laporan tersebut langsung saya forward ke Propam. Dalam waktu singkat, laporan itu ditindaklanjuti, dan perkaranya segera diselesaikan,” ungkapnya.

Menurut Karyoto, saluran komunikasi langsung ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan transparansi dan respons cepat terhadap pelanggaran di lapangan. Ia juga memastikan bahwa tidak ada laporan yang akan diabaikan.

Kapolda Metro Jaya menegaskan bahwa ia tidak akan segan-segan memberikan sanksi tegas kepada anggota yang terbukti melanggar. Salah satu langkah yang kerap diambil adalah penerbitan surat telegram (TR) tunggal, yang khusus digunakan untuk memindahkan seorang anggota yang melakukan pelanggaran.

“Kalau itu pelanggaran, saya tidak ragu membuat TR tunggal. Artinya, dalam satu surat mutasi, hanya satu orang yang dipindahkan. Ini adalah reaksi cepat kami untuk memberikan pelajaran kepada anggota yang melanggar,” tegas Karyoto.

Selain mutasi, Karyoto juga menjelaskan bahwa tindakan demosi (penurunan jabatan) sering kali dilakukan sebagai langkah awal sebelum proses penegakan kode etik yang lebih mendalam. “Minimal, kami langsung tindak dengan demosi. Ini menunjukkan bahwa kami tidak main-main,” tambahnya.

Pidato refleksi akhir tahun ini menunjukkan keseriusan Karyoto dalam mereformasi internal kepolisian. Ia menekankan pentingnya membangun institusi kepolisian yang bersih, profesional, dan dipercaya oleh masyarakat.

“Kami tidak ingin ada ruang bagi oknum-oknum yang merusak nama baik institusi. Dukungan dan laporan masyarakat adalah kunci untuk menciptakan perubahan positif di tubuh Polri,” ujarnya.

Karyoto juga mengajak seluruh jajaran Polri, khususnya di wilayah hukum Polda Metro Jaya, untuk terus menjaga integritas dan profesionalisme. Ia menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat adalah aset terbesar yang harus dijaga oleh setiap anggota kepolisian.

Reporter: Fridris Jimson S 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *