Bekasi, Cosmopolitanpost.com
Bekasi, 12 Juni 2026 – Kesan pertama dalam dunia kerja sering kali dimulai dari penampilan, namun kesempatan mempelajari standar profesionalisme masih terbatas bagi teman disabilitas hingga membuat industri kerap ragu akan kesiapan mereka.
Menjawab kebutuhan nyata tersebut, mahasiswa Public Relations & Digital Communication (PRDC) kelas 27-2TP LSPR Institute of Communication & Business menghadirkan program Community Development bertajuk “AKSI INKLUSI” melalui Pre-Event Workshop Personal Grooming yang digelar di Aula SLB Al-Gaffar Guchany Bekasi, Tanggal 12 Juni 2026.
Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk membekali aspek penampilan dan kebersihan diri sebelum mereka melangkah ke dunia kerja profesional.
Kegiatan intensif ini melibatkan 30 partisipan yang terdiri dari siswa aktif dan alumni SLB Al-Gaffar Guchany yang merupakan penyandang disabilitas tunagrahita (termasuk down syndrome dan autisme), serta tunarungu.
Demi memberikan pelatihan yang tepat sasaran, AKSI INKLUSI menggandeng dua fasilitator ahli dari LSPR School for Special Needs Education (SSNE), yaitu Isti Haryani, M.Pd. untuk kelompok perempuan, serta Irwan Hermawan, S.Pd., M.I.Kom. untuk kelompok laki-laki.
Selama workshop berlangsung, para peserta diajak menyelami dunia kerja lewat rangkaian simulasi penampilan profesional yang interaktif.
Mereka belajar keterampilan dasar secara mandiri, mulai dari hal sederhana seperti menyisir rambut dengan rapi, merapikan pakaian, hingga mengaplikasikan lotion, bedak, dan lip tint.
Suasana semakin antusias saat beberapa peserta maju untuk mencoba mengenakan kemeja formal dan blazer kerja di atas seragam sekolah mereka, sambil melatih motorik dalam memasang kancing baju sendiri.
“Workshop personal grooming ini merupakan langkah bagi rekan-rekan disabilitas untuk merepresentasikan potensi terbaik mereka. Teman-teman penyandang disabilitas juga tak kalah kompeten di ranah profesional,” ujar Ribka Desclara Bintoro, Ketua Pelaksana AKSI INKLUSI dalam keterangan persnya.
Kepala Sekolah SLB Al-Gaffar Guchany, Nia Suniarti, turut menyampaikan rasa syukurnya atas inisiatif ini.
“Kami sangat mengapresiasi kepedulian dari mahasiswa LSPR. Melalui workshop ini, bisa semakin menguatkan kemandirian diri untuk anak-anak didik kami” ungkap Nia.
Agenda diakhiri dengan penyerahan sertifikat penghargaan secara timbal balik antara pihak SLB Al-Gaffar Guchany, para fasilitator LSPR SSNE, dan panitia AKSI INKLUSI.
Keberhasilan pre-event ini menjadi fondasi penting menuju Main Event AKSI INKLUSI pada 19 Juni 2026.
Melalui sesi talkshow dan zona simulasi profesi bersama mitra industri inklusif, peserta akan memperoleh kesempatan untuk mengenal dunia kerja secara lebih dekat serta mengembangkan kesiapan profesional mereka.
Rangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen AKSI INKLUSI dalam memperluas akses pembelajaran kesiapan kerja bagi penyandang disabilitas sekaligus mendorong terciptanya lingkungan kerja yang lebih inklusif dan setara.
[Red-Hendra]











