Jakarta, Cosmopolitanpost.com
Jakarta, 10 Juni 2026 – Prestasi internasional kembali diukir oleh dunia perfilman Indonesia.
Film terbaru karya sutradara Hanung Bramantyo yang menggunakan judul internasional “The Hole, 309 Days to the Bloodiest Tragedy’, dan dengan judul Indonesia “Lobang Buaya” (sebelumnya dikenal dengan judul Bolong: 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah), resmi terpilih masuk dalam ajang Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN) 2026 di Korea Selatan.
Sebelum menembus pasar Korea Selatan, film ini telah lebih dulu mencuri perhatian dunia lewat penayangan perdana (world premiere) di International Film Festival Rotterdam (IFFR) 2026, salah satu festival film paling bergengsi di Eropa.
Kini di BIFAN 2026, yang merupakan festival film genre (horor, fantasi, thriller) terbesar di Asia, “The Hole” berhasil masuk dalam kategori bergengsi B Extreme.
Kategori ini merupakan program khusus yang mengurasi film-film dengan visi paling berani, intens, penuh darah, ketegangan, serta imajinasi tanpa batas.
Mendapat Pujian Khusus dari Programmer BIFAN
Karya kolaborasi antara Adhya Pictures dan Dapur Film ini mencuri perhatian tim kurator internasional.
Martin Lee, selaku Programmer BIFAN, memberikan pujian mendalam terhadap arahan Hanung Bramantyo dalam film ini.
“Berlatar belakang sejarah yang penuh gejolak, film ini secara cerdik memadukan serangkaian pembunuhan misterius dengan elemen horor, misteri, dan drama detektif. Lewat penyutradaraan yang matang dan penceritaan yang kuat, film ini menyajikan ketegangan genre yang mencengkeram sekaligus refleksi mendalam atas tragedi sejarah, meninggalkan kesan emosional yang kuat bahkan setelah film selesai,” ujar Martin Lee.
Menanggapi apresiasi tersebut, Hanung Bramantyo selaku sutradara mengungkapkan rasa syukur dan antusiasmenya membawa isu sejarah Indonesia ke layar genre internasional.
“Bagi saya, genre horor dan thriller adalah ruang yang sangat jujur untuk membedah ketakutan terbesar sebuah bangsa,” kata Hanung.
“Lewat The Hole, kami mencoba menjahit luka sejarah masa lalu dengan balutan mistisisme yang dekat dengan masyarakat kita,” lanjut Hanung.
“Setelah sambutan hangat di Rotterdam, bisa membawa film ini ke BIFAN, khususnya di program B Extreme yang terkenal berani, adalah sebuah kehormatan besar. Kami tidak sabar melihat bagaimana penonton internasional merespons kegilaan dan ketegangan yang kami tawarkan,” tambah Hanung.
“The Hole” mengambil latar belakang Indonesia pada era 1960-an, sebuah masa yang dipenuhi ketegangan politik dan kegelisahan sosial.
Cerita berfokus pada serangkaian pembunuhan misterius, di mana setiap korban selalu ditemukan tewas mengenaskan pada tanggal 30 setiap bulannya.
Yang mengerikan, setiap tubuh korban ditemukan memiliki lubang misterius disertai pesan-pesan aneh yang tertulis di wajah mereka.
Penyelidikan kasus ini perlahan-lahan menuntun pada rahasia kelam yang melibatkan propaganda, kepercayaan, dan sisi paling gelap dari sejarah bangsa yang terinspirasi dari peristiwa Gerakan 30 September.
Film ini dibintangi oleh deretan aktor papan atas Indonesia seperti Baskara Mahendra, Carissa Perusset, Iskak Khivano, dan Anya Zen.
Setelah melanglang buana di berbagai festival film internasional, “Lobang Buaya” bersiap untuk menyapa pecinta film di Tanah Air di tahun ini.
[Red-Hendra]











