Anggota DPRD Termuda Belitung Jonathan Axel: PSI Perkuat Pendidikan Politik, Lahirkan Pemimpin Muda Hingga ke Desa

banner 468x60

Anggota DPRD Termuda Belitung Jonathan Axel: PSI Perkuat Pendidikan Politik, Lahirkan Pemimpin Muda Hingga ke Desa

 

 

JAKARTA, 22 Juli 2026

 

 

Anggota DPRD termuda Kabupaten Belitung dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), *Jonathan Axel Hernandie*, menegaskan pentingnya pendidikan politik masif bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Hal itu ia sampaikan saat menjadi pembicara dalam _Public Town Hall Indonesia Youth Democracy Forum_ (IYDF) 2026 di Auditorium Prof. Dr. Hasjim Djalal, Mayapada Tower, Jakarta, Rabu (22/7).

Forum bertema “Next-Generation Civic Leadership and Democratic Resilience” ini diselenggarakan oleh _Foreign Policy Community of Indonesia_ (FPCI) dan dibuka oleh Pendiri FPCI *Dr. Dino Patti Djalal* bersama Direktur KAS Indonesia *Jan Senkyr*. Sejak 2015, FPCI dikenal aktif mendorong keterlibatan anak muda dalam isu demokrasi dan hubungan internasional.

Sebagai satu-satunya legislator termuda di Belitung, Jonathan berbagi pengalaman langsungnya di parlemen. Ia menyebut transisi dari aktivis kritis menjadi pembuat kebijakan membuatnya paham bahwa demokrasi butuh lebih dari sekadar kritik.

“Dulu saya senang mengkritik pemerintah. Tapi setelah jadi anggota DPRD, saya belajar bahwa mengkritik itu mudah. Yang jauh lebih penting adalah menghadirkan solusi. Kritik yang baik adalah kritik yang disertai gagasan dan jalan keluar,” ujarnya.

Jonathan menilai perbedaan pandangan politik adalah hal wajar. “Semangat kita sebenarnya sama. Yang berbeda hanyalah cara penyampaiannya dan solusi yang ditawarkan. Tujuan akhirnya tetap demi kemajuan bangsa,” katanya.

Ia juga menyoroti pembahasan isu strategis seperti RUU Pemilu. Menurutnya, setiap kebijakan harus memastikan suara rakyat tetap memiliki nilai dan tidak ada aspirasi yang terabaikan.

Menjawab tantangan itu, PSI Kabupaten Belitung di bawah koordinasinya terus menggelar pendidikan politik rutin hingga ke tingkat desa. Materinya mulai dari fungsi DPRD, cara menyusun aspirasi, hingga simulasi pencalonan.

“Target kami jelas: meningkatkan kesadaran politik warga dan mendorong lahirnya calon-calon pemimpin muda dari Belitung. Kami tidak ingin anak muda hanya jadi pemilih, tapi juga jadi yang dipilih,” jelasnya.

Jonathan juga membuka pintu selebar-lebarnya bagi anak muda yang ingin berpolitik lewat PSI. “Kesempatan untuk menjadi calon legislatif maupun kepala daerah kini semakin terbuka. Politik harus jadi ruang perubahan, bukan ruang yang menakutkan,” tegasnya.

Ia menutup dengan ajakan agar demonstrasi dan penyampaian aspirasi tidak berhenti di kritik. “Sampaikan juga solusi. Karena demokrasi yang sehat adalah demokrasi yang produktif,” pungkas Jonathan.

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *