Hadi Wijaya ; “Kolaborasi Antara Sektor Panas Bumi Dengan Kementerian Pemuda Dan Olahraga Menjadi Langkah Penting Untuk Memperluas Dampak Positif Pengembangan Energi Di Daerah”

banner 468x60

Hadi Wijaya ; “Kolaborasi Antara Sektor Panas Bumi Dengan Kementerian Pemuda Dan Olahraga Menjadi Langkah Penting Untuk Memperluas Dampak Positif Pengembangan Energi Di Daerah”

 

 

Jakarta, – Pengembangan energi panas bumi di Indonesia tidak hanya berkaitan dengan ketahanan energi dan keberlanjutan lingkungan, tetapi juga dinilai dapat berjalan beriringan dengan pengembangan olahraga serta pencarian bibit-bibit atlet muda di berbagai daerah, (13/9/2026).

Hal tersebut disampaikan Dr. Priatin Hadi Wijaya, S.T., M.T., Direktur Panas Bumi pada Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, dalam wawancara dengan awak media pada ajang Indonesia Sport Summit 2026.

Menurut Priatin, kolaborasi antara sektor panas bumi dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga menjadi langkah penting untuk memperluas dampak positif pengembangan energi di daerah, termasuk melalui kegiatan olahraga dan pembinaan generasi muda.

“Alhamdulillah sudah bekerja sama antara BTKI dengan Kemenpora. Poinnya adalah bahwa isu panas bumi ini perlu juga dijelaskan dengan memanfaatkan olahraga di wilayahnya,” ujar Priatin.

Ia menjelaskan, kawasan pengembangan panas bumi yang tersebar di berbagai daerah dapat menjadi ruang untuk menggali potensi dan bibit unggul lokal. Kegiatan olahraga di sekitar wilayah tersebut diharapkan mampu menjadi salah satu sarana pencarian bakat sekaligus membangun semangat generasi muda.

“Kita akan menggali bibit-bibit unggul di daerah. Kita memiliki 19 PLTP panas bumi di Indonesia dan harapannya akan muncul talenta-talenta yang bisa kita lakukan pencarian bakat melalui kegiatan olahraga dan klinik olahraga,” jelasnya.

Panas Bumi Menjadi Simbol Keberlanjutan

Priatin juga menilai keberadaan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) dapat menjadi contoh nyata mengenai pentingnya keberlanjutan. Sejumlah lapangan panas bumi di Indonesia telah beroperasi dalam waktu panjang dan tetap memberikan kontribusi terhadap produksi energi.

Ia mencontohkan kawasan panas bumi Kamojang yang menurutnya telah menunjukkan bagaimana pemanfaatan energi panas bumi dapat berlangsung secara berkelanjutan.

“Untuk membangun semangat bahwa panas bumi ini berkelanjutan, contohnya di Kamojang ini sudah berusia sangat panjang dan masih melakukan proses produksi secara stabil. Begitu juga Dieng di Jawa Tengah, Darajat, Patuha, dan wilayah lainnya,” katanya.

Keberlanjutan tersebut, lanjut Priatin, tidak hanya menjadi pesan dalam pengembangan energi, tetapi juga dapat diterjemahkan ke dalam pembangunan sumber daya manusia, khususnya generasi muda.

Menurutnya, seperti halnya panas bumi yang terus dikembangkan dari generasi ke generasi, olahraga juga membutuhkan proses pembinaan berkelanjutan agar mampu melahirkan pemain-pemain muda yang nantinya menjadi bagian penting dari prestasi Indonesia.

“Keberlanjutan ini tentu saja menjadi satu simbol bahwa generasi muda pun harus berkelanjutan untuk melahirkan pemain-pemain muda yang bisa menjadi bagian dari Indonesia,” ungkapnya.

Target Indonesia Jadi Pemimpin Panas Bumi Dunia

Lebih jauh, Priatin mengungkapkan optimisme pemerintah terhadap masa depan energi panas bumi nasional. Indonesia memiliki potensi panas bumi yang besar dan terus didorong untuk menjadi salah satu kekuatan utama dunia dalam pemanfaatan energi terbarukan tersebut.

“Kita juga memiliki harapan bahwa panas bumi di Indonesia itu akan menjadi nomor satu di dunia dalam empat tahun ke depan, yaitu pada tahun 2030,” tegasnya.

Target tersebut menunjukkan bahwa pengembangan panas bumi tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan energi nasional, tetapi juga menjadi bagian dari agenda besar Indonesia dalam memperkuat ekonomi hijau dan pembangunan berkelanjutan.

Sementara itu, kehadiran sektor energi pada Indonesia Sport Summit 2026 memperlihatkan semakin luasnya perspektif mengenai olahraga. Olahraga tidak lagi semata-mata dipandang sebagai aktivitas untuk mencetak prestasi, tetapi juga dapat menjadi instrumen pembangunan manusia, penggerak ekonomi, sarana promosi potensi daerah, sekaligus ruang kolaborasi lintas sektor.

Sinergi antara pengembangan energi panas bumi dan olahraga diharapkan dapat menciptakan ekosistem yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar, sekaligus membuka peluang lahirnya generasi muda yang sehat, berprestasi, dan memiliki semangat keberlanjutan.

Dengan demikian, energi terbarukan dan olahraga dapat berjalan dalam satu visi: membangun Indonesia yang berdaya saing, berkelanjutan, sekaligus mampu melahirkan generasi unggul untuk masa depan.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *