Letjen TNI Richard Tampubolon ; “Kekuatan Keluarga Harus Menjadi Fondasi Untuk Membangun Kehidupan Bermasyarakat & Berbangsa Yang Semakin Kokoh”

banner 468x60

Letjen TNI Richard Tampubolon ; “Kekuatan Keluarga Harus Menjadi Fondasi Untuk Membangun Kehidupan Bermasyarakat & Berbangsa Yang Semakin Kokoh”

 

 

Jakarta, – HKBP Menteng menggelar Dialog Kebangsaan bertema “Keluarga Kuat, Bangsa Kuat: Terus Melayani dan Berdampak”, Sabtu (22/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di HKBP Menteng, Jakarta Pusat, ini menjadi ruang refleksi sekaligus dialog untuk memperkuat peran keluarga, gereja, dan masyarakat dalam membangun kehidupan kebangsaan yang harmonis serta memberikan dampak nyata.

Seminar ini menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan, keteladanan, pelayanan, serta peran keluarga dalam membentuk generasi muda Indonesia yang berkarakter, berintegritas, dan memiliki semangat untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat dan bangsa.

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan akademisi, di antaranya Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta; Letjen TNI Richard Tampubolon, Kasum TNI; Pdt. Sahat Manulang, Pendeta Resort HKBP Menteng; Pdt. Prof. Binsar Pakpahan, Ketua STFT Jakarta; Prof. Angel Damayanti, Rektor Universitas Kristen Indonesia; Martin Hutabarat, Jemaat HKBP Menteng; serta David Manalu selaku moderator.

Dalam pemaparannya, Letjen TNI Richard Tampubolon menekankan pentingnya menghadirkan kembali keteladanan dan wawasan kebangsaan di tengah kehidupan masyarakat, khususnya bagi generasi muda.

Menurutnya, makna bela negara pada masa kini tidak lagi hanya dimaknai melalui perjuangan fisik seperti pada era kemerdekaan. Bela negara dapat diwujudkan melalui berbagai bidang pengabdian dan prestasi.

“Kalau sekarang bela negara tidak mungkin seperti zaman dulu. Kita menjadi pemain bola dan bisa juara di tingkat SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade, itu juga bela negara. Kita menjadi seorang ahli kesehatan yang berjasa dalam mengatasi COVID-19, itu juga bela negara,” ujar Richard.

Ia menegaskan bahwa yang tidak kalah penting adalah menjaga wawasan kebangsaan, semangat kebangsaan, dan rasa cinta terhadap bangsa Indonesia agar tetap hidup di tengah masyarakat.

“Yang paling penting adalah wawasan kebangsaannya, semangat kebangsaannya, rasa kebangsaan ini harus eksis selalu. Saya yakin ini tetap terpelihara dan tetap menyala di seluruh ruas HKBP Menteng,” katanya.

Richard juga berharap HKBP Menteng dapat terus menjadi bagian dalam membentuk generasi muda yang unggul dan mampu menjadi kebanggaan Indonesia di masa depan.

“Semoga generasi-generasi muda Indonesia, khususnya HKBP Menteng, akan membentuk pohon-pohon juara, generasi-generasi kebanggaan kita di masa yang akan datang,” tuturnya.

Lebih jauh, ia mengajak seluruh peserta untuk terus menghadirkan kabar baik melalui karya, pelayanan, dan tindakan nyata. Baginya, kekuatan keluarga harus menjadi fondasi untuk membangun kehidupan bermasyarakat dan berbangsa yang semakin kokoh.

Pesan tersebut sejalan dengan semangat utama seminar, yakni bahwa keluarga yang kuat akan melahirkan pribadi-pribadi yang kuat, dan pribadi yang kuat akan memberikan kontribusi bagi terbentuknya bangsa yang kuat.

Richard juga menyampaikan refleksi mengenai pentingnya iman, ketekunan, dan sikap menyerahkan hasil akhir kepada Tuhan setelah manusia melakukan bagian terbaiknya.

“Kerjakanlah apa yang kamu kerjakan. Selanjutnya serahkan kepada Tuhan, biarkan Tuhan yang bekerja,” ungkapnya.

Seminar Kebangsaan HKBP Menteng diharapkan tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun keluarga, gereja, masyarakat, dan bangsa.

Melalui semangat “Keluarga Kuat, Bangsa Kuat”, HKBP Menteng meneguhkan tekad untuk terus melayani, menghadirkan keteladanan, menjaga semangat kebangsaan, serta memberikan dampak nyata bagi Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Pdt. Sahat Manulang menyampaikan apresiasi atas kehadiran Gubernur DKI Jakarta serta kesempatan untuk berdialog bersama warga HKBP Menteng.

Menurutnya, gereja memiliki komitmen untuk menjadi bagian dari pembangunan bangsa dengan mendukung berbagai program positif pemerintah, khususnya yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

“Kami sebagai warga gereja dan bagian integral dari bangsa ini berkomitmen mendukung seluruh program dan visi yang telah dicanangkan pemerintah untuk kebaikan bersama, khususnya bagi masyarakat Jakarta,” ujar Pdt. Sahat Manulang.

Ia menegaskan, dukungan tersebut tidak hanya diwujudkan melalui pernyataan, tetapi juga melalui aksi nyata di lingkungan masyarakat. HKBP Menteng, kata dia, akan terus melihat berbagai persoalan sosial dan mencari kontribusi yang dapat dilakukan dalam konteks lokal.

“Kita akan berusaha semaksimal mungkin menjadi bagian dari solusi di tengah berbagai persoalan yang kita hadapi, baik sebagai bangsa maupun sebagai masyarakat,” tegasnya.

Salah satu bentuk dukungan yang disoroti adalah keterlibatan HKBP dalam gerakan pilah sampah, sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan Jakarta. Dukungan tersebut diharapkan dapat mendorong semakin banyak warga gereja untuk terlibat dalam gerakan pengelolaan sampah dari lingkungan masing-masing.

Sementara itu, Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta, dalam paparannya menyampaikan sejumlah tantangan dan agenda pembangunan Jakarta, mulai dari transportasi, kesehatan, pendidikan hingga persoalan sosial.

Menurut Pramono, pembangunan Jakarta harus terus diarahkan agar mampu memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat.

“Tadi saya menyampaikan beberapa hal, di antaranya bagaimana Jakarta yang sudah membangun ini bisa menyelesaikan persoalan transportasi, kesehatan, pendidikan, dan tentunya masalah-masalah sosial yang ada di Jakarta,” kata Pramono.

Pramono juga memberikan perhatian khusus terhadap persoalan lingkungan, terutama pengelolaan sampah. Ia mengapresiasi dukungan HKBP terhadap gerakan pilah sampah yang menjadi salah satu bagian penting dalam membangun kesadaran masyarakat.

“Saya bersyukur Bapak Pendeta tadi menyampaikan bahwa HKBP memberikan support dan dukungan sepenuhnya untuk pilah sampah ini,” ujar Pramono.

Dialog Kebangsaan HKBP Menteng tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara gereja, pemerintah, keluarga dan masyarakat. Semangat “Keluarga Kuat, Bangsa Kuat” diharapkan tidak berhenti sebagai tema kegiatan, tetapi diwujudkan melalui pelayanan, kepedulian sosial, menjaga lingkungan, serta kontribusi nyata bagi masyarakat.

Melalui kegiatan ini, HKBP Menteng meneguhkan komitmennya untuk terus melayani, bersinergi dan memberikan dampak positif, sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama membangun Jakarta dan Indonesia yang lebih kuat, inklusif dan berkelanjutan.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *