Mayjen TNI Purn. Prijanto (Mantan Wagub DKI Jakarta): Nilai-nilai Kepemimpinan dan Tata Kelola Pemerintahan Soeharto Masih Relevan untuk Dikaji Kembali dalam Konteks Indonesia Saat ini.

banner 468x60

 

Mayjen TNI Purn. Prijanto (Mantan Wagub DKI Jakarta): Nilai-nilai Kepemimpinan dan Tata Kelola Pemerintahan Soeharto Masih Relevan untuk Dikaji Kembali dalam Konteks Indonesia Saat ini.

 

Jakarta, Cosmopolitanpost.com

 

Peluncuran buku Laku Spiritual Pak Harto yang dirangkai dengan sarasehan ketahanan nasional menjadi momentum refleksi untuk mengambil pelajaran dari kepemimpinan Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto. Hal tersebut disampaikan Prijanto usai menghadiri acara peluncuran buku dan diskusi kebangsaan tersebut.

Menurut Mayjen TNI Purn. Prijanto (Mantan Wagub DKI Jakarta), yang hadir dalam peluncuran buku ini, buku tersebut layak dijadikan bahan pembelajaran bagi berbagai kalangan karena memuat nilai-nilai kepemimpinan dan tata kelola pemerintahan Soeharto yang dinilai relevan untuk dikaji kembali dalam konteks Indonesia saat ini.

“Saya katakan buku ini bagus sebagai pembelajaran bagi semua pihak. Banyak hal yang bisa dipelajari, termasuk bagaimana Pak Harto memilih para pembantunya dan menjalankan pemerintahan,” ujarnya.

Prijanto menilai salah satu aspek yang menarik untuk dicermati adalah proses penyusunan kebijakan dan peraturan perundang-undangan pada masa pemerintahan Soeharto. Menurutnya, proses tersebut melibatkan para pakar dan akademisi sejak tahap awal penyusunan naskah akademik.

Ia menjelaskan bahwa naskah akademik pada saat itu merupakan hasil pemikiran dan musyawarah para ahli yang kemudian dibahas bersama berbagai pihak, termasuk anggota DPR. Dengan mekanisme tersebut, proses legislasi dinilai berjalan lebih terarah karena para pemangku kepentingan telah memahami substansi kebijakan sejak awal.

Dalam kesempatan itu, Prijanto juga menyinggung kondisi kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini. Ia berpendapat bahwa sejumlah persoalan yang muncul tidak terlepas dari sistem ketatanegaraan yang berlaku.

Menurutnya, terdapat perbedaan antara semangat yang tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar yang menekankan Demokrasi Pancasila dengan praktik sistem demokrasi yang diterapkan saat ini. Perbedaan tersebut, katanya, menjadi salah satu faktor yang memunculkan berbagai dinamika dalam kehidupan politik dan pemerintahan.

Meski demikian, Prijanto menegaskan bahwa peluncuran buku tersebut seharusnya menjadi sarana untuk mengambil nilai-nilai positif yang dapat diterapkan demi kemajuan bangsa.

“Harapannya semua bisa mengambil hikmah yang baik untuk Indonesia ke depan. Pasti ada hal-hal baik yang bisa dipelajari dan dijadikan pelajaran untuk membangun Indonesia yang lebih baik,” katanya.

Peluncuran buku Laku Spiritual Pak Harto dan sarasehan ketahanan nasional tersebut dihadiri sejumlah tokoh, akademisi, serta pemerhati kebangsaan yang membahas berbagai aspek kepemimpinan, ketahanan nasional, dan nilai-nilai yang dapat diwariskan kepada generasi penerus bangsa.

Tambah Mayjen Purn. Prijanto, Bangsa Indonesia saat ini sedang mengalami krisis besar. Untuk itu Kita perlu Reformasi Jilid II, yaitu dengan Gerakan Kembali ke UUD 45 asli. Kembali UUD 1945 Asli Untuk Disempurnakan Dengan Adendum. Naskah asli UUD 1945 18 Agustus 1945 tetap dipertahankan sebagai fondasi utama ketatanegaraan, untuk Wujudkan cita-cita merdeka Indonesia merdeka, bersatu, berdaulat, aman, tentram, adil, makmur.

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *