RPA Indonesia Berhasil Dampingi Penyelesaian Ijazah Siswa SLB, Bukti Sinergi untuk Kepentingan Masyarakat
Jakarta, Rabu (20/5/2026)
Relawan Perempuan dan Anak (RPA) Indonesia kembali berhasil membantu menyelesaikan laporan masyarakat terkait permasalahan ijazah seorang siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) tingkat sekolah dasar bernama Jenifer.
Pendampingan yang dilakukan bersama pihak sekolah, Yayasan Asih Budi, orang tua siswa, serta lingkungan RT/RW setempat akhirnya membuahkan hasil dengan diserahkannya ijazah kepada Jenifer secara resmi.
Ketua Umum RPA Indonesia, Jeannie Latumahina, menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata pentingnya sinergi dan komunikasi yang baik antara semua pihak dalam menyelesaikan persoalan masyarakat.
Menurutnya, setiap laporan yang masuk harus ditangani secara cepat, bijaksana, dan penuh kepedulian agar dapat menghasilkan solusi terbaik bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan.
Jeannie Latumahina juga memberikan apresiasi kepada tim DPP RPA Indonesia, khususnya Roy Sairlela dan Paulus Tutuarima, yang langsung turun ke lapangan untuk melakukan pendampingan dan mediasi hingga masalah dapat diselesaikan dengan baik.
Ia menilai kerja cepat dan pendekatan humanis menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap RPA Indonesia.
Sementara itu, Paulus Tutuarima dan Roy Sairlela menyampaikan bahwa RPA Indonesia sangat mengapresiasi kerja sama yang baik dari Yayasan Asih Budi dalam penyelesaian persoalan ijazah tersebut. Mereka menjelaskan bahwa RPA Indonesia, pihak sekolah, yayasan, dan orang tua Jenifer duduk bersama mencari solusi terbaik hingga akhirnya tercapai kesepakatan bersama bahwa ijazah dikembalikan kepada Jenifer.
Pada Selasa, 19 Mei 2026, ijazah tersebut resmi diserahterimakan oleh pihak sekolah dan Yayasan Asih Budi kepada Jenifer.
Lebih lanjut, Jeannie Latumahina mengatakan bahwa saat ini semakin banyak laporan masyarakat yang masuk kepada RPA Indonesia, baik terkait persoalan ijazah maupun dugaan penggunaan dana sekolah oleh oknum komite sekolah yang tidak bertanggung jawab.
Menurutnya, seluruh laporan tersebut akan segera ditindaklanjuti sebagai bentuk tanggung jawab dan kepercayaan masyarakat kepada RPA Indonesia. Ia menegaskan bahwa kehadiran RPA Indonesia harus selalu membawa manfaat bagi masyarakat serta mampu membantu menyelesaikan persoalan secara holistik melalui sinergi bersama dinas terkait, pemerintah, masyarakat, serta RT/RW setempat.











