Yudianto Yosgiarso Menyoroti Persoalan Harga Jagung & Telur Sebagai Komponen Utama Pakan Ternak Yang Sangat Memengaruhi Biaya Produksi Peternak

banner 468x60

 

 

 

Jakarta – Ketahanan pangan nasional, khususnya di sektor perunggasan, kembali menjadi sorotan. Dalam sebuah wawancara bersama awak media, Ketua Umum Presidium Pinsar Petelur Nasional (PPN), Yudianto Yosgiarso menegaskan pentingnya peran pemerintah dalam menjaga keberlangsungan usaha peternak rakyat melalui kebijakan hilirisasi perunggasan yang berpihak kepada pelaku usaha lokal.

Menurutnya, keresahan yang dirasakan peternak saat ini muncul akibat kondisi usaha yang dinilai semakin berat di tengah ketidakpastian pasar dan ancaman masuknya investasi budidaya asing di sektor peternakan ayam petelur.

“Selama bertahun-tahun kami para peternak telah berjuang menjaga swasembada telur nasional. Mulai dari krisis moneter, wabah flu burung, pandemi Covid-19, hingga krisis jagung, kami tetap bertahan tanpa banyak membebani pemerintah,” ujar Yudianto.

Ia menjelaskan, para peternak rakyat selama ini mampu menjaga pasokan telur nasional secara mandiri. Namun ironisnya, ketika terjadi over suplai yang menyebabkan harga telur jatuh, justru muncul isu masuknya investor luar negeri ke sektor budidaya perunggasan nasional.

“Kami tidak menolak investasi asing jika diarahkan untuk pengembangan teknologi, industri pendukung, atau modernisasi sektor perunggasan. Tetapi jika masuk langsung ke sektor budidaya peternak, tentu peternak rakyat akan marah dan menolak,” tegasnya.

Yudianto juga menyoroti persoalan harga jagung sebagai komponen utama pakan ternak yang sangat memengaruhi biaya produksi peternak. Ia berharap pemerintah mampu menghadirkan tata niaga jagung yang lebih adil dan stabil agar peternak dapat bertahan di tengah fluktuasi harga pasar.

Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan bahwa aspirasi penolakan terhadap investasi asing di sektor budidaya peternakan telah disampaikan oleh para peternak dari berbagai daerah dalam pertemuan yang digelar di Solo pada 2 Mei 2026 lalu.

“Semua peternak yang hadir menyatakan penolakan terhadap masuknya industri layer asing ke sektor budidaya nasional. Kami ingin pemerintah hadir dan melindungi peternak rakyat,” ungkapnya.

Melalui hilirisasi perunggasan nasional, para peternak berharap pemerintah dapat memperkuat ekosistem industri unggas dari hulu hingga hilir, menciptakan stabilitas harga, memperkuat ketersediaan bahan baku pakan, serta menjaga keberlangsungan usaha peternak mandiri sebagai tulang punggung ketahanan pangan Indonesia.

Dengan dukungan kebijakan yang tepat, sektor perunggasan nasional diyakini mampu menjadi kekuatan ekonomi kerakyatan yang berdaya saing sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak di seluruh Indonesia.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *