“ICC Immersion”, Delegasi Bisnis Prancis Jajaki Peluang Baru Kerja Sama Prancis-Indonesia di Bidang Ekonomi Kreatif dan Budaya

banner 468x60

Jakarta, Cosmopolitanpost.com

Jakarta, 14 April 2026 – Kedutaan Besar Prancis – Institut français d’Indonésie (IFI) dan Business France (Komisi Perdagangan dan Investasi Prancis) menyelenggarakan program ICCi Immersion Indonesia pada tanggal 11-16 April 2026.

Sejak diluncurkan pada tahun 2022 sebagai bagian dari France 2030 investment plan, ICC Immersion merupakan program akselerasi internasional unggulan yang dirancang untuk mendukung ekspansi global perusahaan-perusahaan kreatif Prancis yang inovatif.

Dengan memadukan market insights, akses ke lembaga-lembaga, dan jaringan bisnis yang terarah, program in telah mendukung hampir 170 perusahaan di 15 negara, sehingga menghasilkan kemitraan dan peluang bisnis baru di seluruh dunia.

Untuk edisi pertamanya di Asia Tenggara, ICC Immersion diselenggarakan di Indonesia sebagai gerbang strategis menuju ekonomi kreatif regional.

Melalui sesi konferensi pers yang diadakan di Wisma Duta Besar Prancis (14/4/26), Duta Besar Prancis-Indonesia, Timor Leste dan Asean, H.E. Fabien Penone mengungkapkan, “Program ICC immersion Indonesia mempertemukan 12 perusahaan Prancis vang bergerak di bidang arsitektur, pengalaman imersif, video game, museografi dan warisan budaya, musik, serta live events.”

“Sepanjang pekan ini, delegasi tersebut akan berinteraksi dengan para pemangku kepentingan utama di Indonesia untuk menjajaki peluang kerja sama konkret dan membangun kemitraan strategis di dalam ekosistem kreatif Indonesia yang dinamis,” tambah Fabien.

Sebagai bagian dari Tahun Inovasi Prancis- Indonesia 2026, inisiatif ini juga selaras secara langsung dengan Deklarasi Borobudur tentang Strategi Budaya Bersama, yang diadopsi oleh presiden Prabowo dan presiden Macron pada Mei 2025, yang menetapkan budaya dan ekonomi kreatif sebagai pilar strategis kerja sama bilateral.

Turut hadir dalam acara tersebut, H. Giring Ganesha Djumaryo, S.I. Kom, Wakil Menteri Kebudayaan Republik Indonesia.

Dalam kata sambutannya, Giring juga mengungkapkan senang bertemu dengan para dengan para pakar dibidangnya dan berharap bisa saling bertukar budaya.

“Melalui ICC Immersion, Prancis dan Indonesia terus mewujudkan visi bersama ini menjadi kemitraan konkret dan pertukaran profesional antara ekosistem budaya dan kreatif kedua negara,” ungkap Giring.

Ia juga menambahkan, deklarasi tersebut mendorong kolaborasi yang lebih rata di bidang warisan budaya, industri kreatif, produksi audiovisual, video game, dan seni pertunjukan.

Semetara delegasi yang turut hadir, ada Dominique Jaob (Jakob+Macfarlane), Marine de la Guerrande (Think Tank) dari bidang Architecture, Georges de Saint Mars (36 degres), Jessica Guichard (AtleliersBK), Vincent Guttman (Small Creative) dari bidang Immersive Experience, Loic Deffains (RIVRS) dari bidang video game, Tanguy Sevat-Denuet (Agence Culturelle Plus), Claudie Bonavita (France Museum), Clemente Prudot d’Avigny (Paris Musees) dari bidang museun dan cultural heritage, Thibaut Ollier (3D Family), Lilou Galabert (Intaka Production), Julien Banes, Maxime Grenier (Uptown Park) dari bidang musik dan festival.

Program ini memberikan kesempatan kepada perusahaan-perusahan partisipan untuk mengenal lebih dalam ekonomi kreatif Indonesia, sekaligus mendorong pengembangan proyek konkret dan kemitraan jangka panjang antara para pemangku kepentingan Prancis dan Indonesia.

Selama berada di Indonesia, delegasi Prancis mengikuti serangkaian pertemuan institusional, sesi targeted B2B, kunjungan lapangan ke lembaga-lembaga kebudayaan dan pusat inovasi, serta acara high-level networking.

Dengan menjembatani para pengusaha, kreator, lembaga, dan investor, ICC Immersion memperkuat kerja sama Prancis-Indonesia seta menempatkan budaya dan kreativitas sebagai pendorong utama inovasi, pertumbuhan ekonomi, dan dialog antarbudaya.

[Red-Hendra]

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *