JAKARTA — Pengurus Pusat Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (Hikmahbudhi) periode 2024–2026 secara resmi dilantik dalam sebuah momentum bersejarah yang penuh dengan nilai semangat dan kepemimpinan inklusif. Pelantikan ini menandai tonggak sejarah baru dalam perjalanan 55 tahun berdirinya Hikmahbudhi, di mana untuk pertama kalinya organisasi mahasiswa Buddhis nasional ini dipimpin oleh seorang ketua umum perempuanApt. Agustina, S, Farm.
Momen penting ini dihadiri secara langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Erick Tohir, Kehadiran serta dukungan fasilitas dari Menpora menjadi dorongan moral dan semangat tersendiri bagi seluruh jajaran pengurus baru untuk memperkuat sinergi antara Hikmahbudhi dan pemerintah dalam mencetak pemuda Indonesia yang unggul, berintegritas, serta berdaya saing.
Dalam sambutannya, Apt. Agustina, S, Farm sebagai
Ketua Umum PP Hikmahbudhi menyampaikan rasa hormat dan terima kasih mendalam atas kehadiran serta dukungan Menpora. Beliau menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan awal penegakan komitmen dan tanggung jawab besar untuk melayani, bukan untuk dilayani.
”Kami dilantik bukan untuk mendapatkan kedudukan, melainkan untuk memikul tanggung jawab. Hari ini kita tidak sedang menerima kursi, tetapi sedang memikul amanah,” tegas
Ketua Umum Apt. Agustina, S, Farm
di hadapan para kader dan tamu undangan.
Mengusung tema “Hikmahbudhi Bersehati: Berjuang, Berdedikasi, Mengabdi untuk Negeri”, Hikmahbudhi menegaskan komitmen pengabdian yang berlandaskan kasih dan kebijaksanaan. Dalam pesannya, Ketua Umum mengingatkan pesan ajaran Buddha bahwa kebencian tidak akan pernah berakhir dengan kebencian, melainkan hanya dengan cinta kasih.
Dorong Kesetaraan Gender dan Inklusivitas
Sebagai ketua umum perempuan pertama dalam sejarah 55 tahun Hikmahbudhi yaitu Apt. Agustina, S, Farm, momentum pelantikan ini dinilai sebagai milik seluruh perempuan Hikmahbudhi dan para kader yang berjuang gigih. Beliau menekankan pentingnya membuka ruang keputusan yang lebih luas bagi perempuan, menghapus stereotip kepemimpinan, serta mengatasi diskriminasi dan kekerasan berbasis gender.
”Perjuangan kesetaraan gender belum selesai. Kepemimpinan ini diharapkan menjadi momentum bagi Hikmahbudhi untuk semakin inklusif, memberikan ruang luas bagi kader perempuan, serta memastikan setiap kader memiliki kesempatan yang sama untuk mengambil peran strategis,” tambahnya.
Hikmahbudhi berkomitmen untuk terus berdikari dan menjadi kekuatan nyata dalam menjawab tantangan zaman demi mewujudkan Indonesia yang lebih adil, sejahtera, demokratis, dan bermartabat.











