Pelantikan DPD GMNI DKI Jakarta 2026–2028: Momen Perkuat Advokasi Kebijakan dan Kepedulian Terhadap Kaum Marhaen
Jakarta, Cosmopolitanpost.com
Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPD GMNI) menyelenggarakan Pelantikan DPD GMNI periode 2026–2028 yang dirangkaikan dengan Diskusi Publik di Gedung Juang, Sabtu (03/10/2026).

Ketua DPD GMNI, De Niao Umbo, dalam sambutannya menegaskan bahwa momen pelantikan ini bukan sekadar agenda seremoni, melainkan momentum penting untuk memulai lembaran sejarah baru perjuangan GMNI di Jakarta.
Mengenang proses panjang selama 10 tahun berdinamika di DPD GMNI, De Niao menyampaikan bahwa menjadi kader GMNI di ibu kota memerlukan keteguhan dan keberanian nyata untuk terus berpihak pada rakyat.
”Gedung Juang ini menjadi saksi sejarah bagaimana proses pembentukan dan pengorganisasian kita. Tempat bersejarah ini harus menjadi lokomotif perubahan bagi seluruh kaum muda dan mahasiswa di Jakarta,” ujar De Niao.
Dalam sambutannya, DPD GMNI mengusung tema pelantikan “Gotong Royong Mewujudkan Jakarta Kota Global yang Inklusif dan Berbudaya”.
Ia mengingatkan bahwa keadilan sosial harus menyentuh hingga masyarakat di kawasan pemukiman padat, pesisir, pasar tradisional, serta gang-gang sempit.
”Sebagai kader GMNI, kita tidak boleh menolak isu-isu kemiskinan dan persoalan kaum Marhaen. Hal itu sangat bertentangan dengan asas, perjuangan, serta ideologi marhaenisme yang digelorakan oleh Bung Karno,” tegasnya.
Lebih lanjut, De Niao menyinggung momentum bersejarah yang akan dihadapi ke depan, termasuk menyambut 500 tahun Jakarta serta peringatan 100 tahun marhaenisme.
Momen ini diharapkan dapat dimanfaatkan seluruh kader GMNI untuk mengkonsolidasikan gagasan dan gerakan agar dapat menjawab tantangan zaman.
Kegiatan diakhiri dengan seruan semangat persatuan dan komitmen untuk terus mengawal kebijakan publik agar berpihak kepada seluruh lapisan masyarakat.
Selanjutnya Ketua Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI), Risyad Fahlefi, menyampaikan sambutan penting dalam acara pelantikan pengurus DPD GMNI Provinsi DKI Jakarta.
Dalam arahannya, Risyad menekankan bahwa pelantikan bukan sekadar seremoni formal, melainkan titik awal eksistensi organisasi untuk hadir langsung di tengah masyarakat. Ia mendorong jajaran pengurus baru agar aktif melakukan advokasi kebijakan serta turun langsung membantu warga di berbagai wilayah DKI Jakarta.
Guna mengoptimalkan roda organisasi selama dua tahun ke depan, Risyad mengingatkan pentingnya penguatan substruktur dan infrastruktur organisasi. Substruktur berkaitan dengan soliditas internal hingga tingkat cabang, sementara infrastruktur mencakup keberanian membangun jejaring sosial dengan berbagai pemangku kepentingan dan elemen masyarakat. Ia juga menyoroti masih banyaknya area pemukiman padat dan tidak layak di Jakarta sebagai tantangan nyata yang harus menjadi perhatian serta fokus perjuangan kawan-kawan GMNI.
Menutup sambutannya, Risyad mengajak seluruh kader untuk senantiasa memegang teguh prinsip Trisakti ajaran Bung Karno—berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. Ia mendorong lahirnya program-program kemandirian seperti inkubator bisnis dan pengembangan ekonomi digital bagi para kader, seraya mendoakan agar DPD GMNI DKI Jakarta dapat menjalankan amanat organisasi dengan kompak dan sukses.











