Jannah Firdaus Targetkan 30.000 Jamaah hingga Akhir 2026, Perkuat Ekosistem Layanan di Tanah Suci
Jakarta, Cosmopolitanpost.com
Indonesia tengah memasuki momentum penting dalam perkembangan industri perjalanan haji dan umrah. Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, tingginya minat masyarakat untuk menunaikan ibadah ke Tanah Suci turut membuka peluang besar bagi industri perjalanan haji dan umrah hingga beberapa tahun ke depan.
Berdasarkan data Kementerian Agama, Indonesia memperoleh kuota haji sebanyak 241.000 jemaah pada 2024, meningkat dibandingkan 203.320 jemaah pada 2023. Sementara itu, jumlah jemaah umrah Indonesia mencapai sekitar 1,467 juta pada 2024, naik dari 1,37 juta pada 2023 dan 1,01 juta pada 2022.
Pertumbuhan tersebut mendorong pelaku industri untuk terus menghadirkan inovasi, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi jemaah.
Salah satu perusahaan yang terus memperkuat kiprahnya di industri tersebut adalah Jannah Firdaus (JF). Memasuki usia ke-23 tahun, Jannah Firdaus terus melakukan pengembangan layanan untuk menjawab kebutuhan jemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Komitmen tersebut kembali ditunjukkan melalui kegiatan Manasik Bersama 1.000 Jamaah sekaligus Milad ke-23 Jannah Firdaus dengan tema “23 Tahun Penuh Makna Bersama Jannah Firdaus Melangkah Menuju Baitullah”.
Kegiatan tersebut dihadiri Syech Muhammad Jaber selaku penceramah nasional, Mr. Wael Ahmed selaku CEO Jannah Firdaus, H. Rahmat Syam selaku Direktur Jannah Firdaus, serta Ustadz H. Daeng Syawal selaku Brand Ambassador Jannah Firdaus.
CEO Jannah Firdaus, Mr. Wael Ahmed, mengatakan kegiatan manasik bersama menjadi salah satu agenda yang secara rutin dilakukan perusahaan untuk mempersiapkan jemaah sebelum keberangkatan.
“Setiap tahun kami melakukan kegiatan seperti ini sekitar dua sampai tiga kali. Jamaah yang mengikuti berasal dari berbagai daerah di Indonesia,” ujar Wael di masjid Istiqlal Jakarta, Sabtu (3/10/2026).
Menurutnya, persiapan jemaah tidak hanya berkaitan dengan aspek ibadah, tetapi juga kesiapan menghadapi rangkaian perjalanan selama berada di Tanah Suci.
Jannah Firdaus telah terdaftar secara resmi sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) di bawah Kementerian Agama Republik Indonesia.
Perusahaan juga telah mengantongi sertifikasi ISO 9001:2015 sebagai bagian dari komitmen terhadap penerapan standar mutu pelayanan.
Dari sisi operasional, Jannah Firdaus didukung tim profesional yang berpengalaman di Makkah, Madinah, dan Jeddah, serta jaringan internasional yang ditujukan untuk memastikan berbagai kebutuhan jemaah dapat tertangani selama perjalanan ibadah.
Wael menuturkan, kepercayaan puluhan ribu jemaah selama lebih dari dua dekade menjadi bagian penting dari perjalanan Jannah Firdaus dalam menjaga konsistensi pelayanan.
“Alhamdulillah, selama ini kami terus menjaga komitmen keberangkatan jamaah. Kepercayaan jamaah adalah amanah yang harus kami jaga dengan pelayanan terbaik,” ujarnya.
Memasuki 2026, Jannah Firdaus menargetkan dapat memberangkatkan sekitar 30.000 jamaah umrah dan haji plus hingga akhir tahun.
Target tersebut ditopang oleh jaringan operasional yang luas, kerja sama internasional, sistem pelayanan terpadu, serta komitmen perusahaan dalam menghadirkan perjalanan ibadah yang aman, nyaman, dan berkesan.
Tidak berhenti pada layanan perjalanan, Jannah Firdaus juga terus memperkuat ekosistem bisnisnya di Tanah Suci. Salah satunya melalui kepemilikan hotel di Makkah yang menjadi bagian dari upaya perusahaan meningkatkan kualitas pelayanan kepada jemaah.
“Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan sebagai perusahaan penyelenggara umrah dan haji, kami resmi menghadirkan Hotel Jannah Firdaus Makkah, sebuah hotel yang dimiliki dan dikelola sebagai bagian dari ekosistem pelayanan jamaah,” jelas Wael Ahmed.
Menurutnya, kehadiran hotel tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam pengembangan bisnis Jannah Firdaus karena perusahaan dapat mengintegrasikan sebagian kebutuhan akomodasi jemaah ke dalam ekosistem layanannya.
Jannah Firdaus juga memiliki rencana untuk memperkuat dukungan transportasi udara melalui kepemilikan pesawat guna menunjang operasional perusahaan di masa mendatang.
Dengan pengembangan tersebut, Jannah Firdaus berupaya membangun ekosistem layanan haji dan umrah yang lebih terintegrasi, sekaligus mempertahankan kepercayaan jemaah yang telah dibangun selama 23 tahun.











