Gelaran ALLPrint Indonesia 2026 yang ke 27 kalinya, Targetkan 25000 Pengunjung dengan Transaksi Lebih dari 100 miliar

banner 468x60

Jakarta, Cosmopolitanpost.com

Jakarta, 22 September 2026 – Industri percetakan Indonesia dari tahun ke tahun mengalami pergeseran dari percetakan massal menuju percetakan digital dan personal.

Perkembangan tersebut turut mendorong kebutuhan industri percetakan untuk beradaptasi dengan teknologi dan solusi produksi yang semakin beragam.

Transformasi digital, perkembangan digital printing, kebutuhan kemasan, teknologi grafika, hingga otomatisasi proses produksi menjadi bagian dari perubahan yang membentuk industri percetakan semakin dibutuhkan saat ini.

Merespons perkembangan tersebut, Krista Exhibitions untuk ke 27 kalinya menyelenggarakan ALLPrint Indonesia 2026.

ALLPrint Indonesia 2026 Diikuti 400 Peserta, 20 UMKM dari 10 Negara

Pameran akan berlangsung pada 7–10 Oktober 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, dengan menghadirkan sekitar 400 peserta, termasuk 20 UMKM, dari lebih dari 10 negara, antara lain Indonesia, China, Hong Kong, Malaysia, Taiwan, Jerman, Jepang, India, Singapura, dan Korea Selatan.

Chief Executive Officer Krista Exhibitions, Daud D. Salim, mengatakan perkembangan industri percetakan saat ini tidak lagi terbatas pada teknologi cetak konvensional, tetapi telah berkembang ke berbagai kebutuhan industri yang saling berkaitan.

“Industri percetakan saat ini berkembang sangat luas. Tidak hanya berbicara mengenai mesin dan teknologi cetak konvensional, tetapi juga digital printing, printing untuk kemasan, teknologi grafis, label, hingga berbagai solusi yang dibutuhkan oleh industri. Perkembangan ini tentu menciptakan kebutuhan baru dan peluang bisnis baru bagi para pelaku industri,” ujar Daud D. Salim dalam sesi press conference di Jakarta (22/9/26).

ALLPrint Indonesia 2026 Bidik Transaksi 100 miliar Dalam 4 Hari

ALLPrint Indonesia 2026 menargetkan 25.000 pengunjung selama 4 hari penyelengaraan dan membidik nilai transaksi 100 miliar lebih.

“Jika melihat pengalaman dari tahun ke tahun, selalu bertambah transaksi baik bahan dan peralatan terutama mesin-mesin cetak, dan hampir di setiap stan dari peserta pameran. Target 100 milar artinya baru perkiraan, belum lagi nanti yang melakukan repeat order,” tambah Daud.

ALLPrint Indonesia 2026 juga digelar bersamaan dengan sejumlah pameran pendukung, yakni Indo Sign & AD, Textile Printing, Print For Pack, Inter Corrugated, dan Pro Label Asia.

Kolaborasi ini memperluas cakupan ekosistem industri percetakan sekaligus mempertemukan pelaku usaha dengan beragam teknologi, produk, dan solusi industri.

ALLPrint Indonesia 2026 Perkuat Flatform B2B dan Edukasi

ALLPrint Indonesia 2026 memperkuat perannya sebagai platform business-to-business (B2B) yang mempertemukan produsen, distributor, supplier, pengguna teknologi, serta pelaku usaha dari berbagai sektor.

Selain area pameran, ALLPrint Indonesia 2026 menghadirkan sejumlah agenda edukasi dan forum industri yang membahas perkembangan teknologi serta isu yang relevan bagi pelaku usaha.

Salah satunya adalah seminar bertajuk “Ready for 2027 and onward? The New Rules of Digital Textile Printing” yang membahas perkembangan teknologi dan arah industri digital textile printing.

Agenda lainnya adalah seminar “The Future of Carton Manufacturing: Smart Machines, Smart Solutions” yang mengangkat perkembangan otomatisasi dalam industri karton serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung proses produksi yang lebih efisien.

Eduprint Talkshow yang membahas isu sertifikasi halal dan kemasan, serta Musyawarah Nasional XI Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI) yang menjadi ruang untuk masyarakat dalam mengikuti perkembangan teknologi dan bertukar pengetahuan.

[Red-Hendra]

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *