Michael ; “Pertumbuhan Kebutuhan Data Center Harus Diikuti Dengan Strategi Pembangunan Yang lebih terdistribusi, terutama dengan Memanfaatkan Potensi Energi Terbarukan Di Berbagai Daerah Indonesia”

banner 468x60

 

Jakarta, – Industri pusat data (data center) dinilai memiliki peran strategis bukan hanya sebagai infrastruktur teknologi, tetapi juga sebagai motor pertumbuhan ekonomi digital, pengembangan energi terbarukan, hingga pemerataan investasi ke berbagai wilayah Indonesia, Rabu, (2/9/2026).

Hal tersebut disampaikan Michael Abimanyu, Direktur Eksekutif IDPRO, saat menjadi narasumber dalam diskusi Indonesia Energy & Engineering Series 2026. Menurutnya, pertumbuhan kebutuhan data center harus diikuti dengan strategi pembangunan yang lebih terdistribusi, terutama dengan memanfaatkan potensi energi terbarukan di berbagai daerah.

Michael menilai Indonesia memiliki peluang besar menjadikan data center sebagai bagian dari ekosistem energi bersih. Pengembangan pusat data dengan memanfaatkan energi terbarukan, menurutnya, dapat membantu perusahaan memenuhi target pengurangan emisi sekaligus menciptakan nilai ekonomi baru.

“Dari data center kita bisa stabil, kita bisa memenuhi target pemerintah. Selain tidak merusak hutan, kita juga bisa menggunakan renewable energy,” ujar Michael dalam wawancara dengan awak media.

Ia menjelaskan, kebutuhan perusahaan terhadap energi hijau semakin meningkat. Bahkan, pelanggan data center dinilai mulai menunjukkan kesediaan untuk membayar lebih apabila layanan yang digunakan benar-benar didukung energi terbarukan.

“Customer juga punya target emisi. Mereka mau membayar lebih karena mereka membutuhkan renewable. Dari renewable ini karbonnya bisa dihitung, bahkan bisa menjadi nilai ekonomi baru,” jelasnya.

*Batam Mulai Overload, Indonesia Timur Jadi Alternatif*

Michael juga mengingatkan bahwa pembangunan data center tidak boleh hanya terkonsentrasi di wilayah yang selama ini menjadi pusat ekonomi digital. Batam, misalnya, mulai menghadapi keterbatasan kapasitas dalam menampung pertumbuhan data center.

Karena itu, IDPRO mendorong pengembangan kawasan baru, termasuk Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara hingga Kupang.

Menurutnya, kawasan Indonesia Timur memiliki potensi besar apabila didukung infrastruktur digital dan kelistrikan yang memadai.

“Di bawah Bali ada Nusa Tenggara, kemudian Kupang. Di sana ada ruang yang cukup besar. Jaraknya dengan Australia juga tidak terlalu jauh. Sekitar 300 kilometer, sehingga secara ekonomi sangat menarik untuk dikembangkan,” katanya.

Peluang tersebut, lanjut Michael, juga dapat dikaitkan dengan pembangunan kabel laut, baik kabel fiber maupun kabel listrik, serta konektivitas internasional.

Ia melihat momentum kerja sama Indonesia dan Australia dapat menjadi peluang untuk membangun konektivitas digital regional yang melewati wilayah Indonesia.

“Kenapa tidak kita bangun infrastrukturnya di sana? Kalau kita siapkan dari sekarang, masyarakat Indonesia Timur juga bisa ikut menikmati peningkatan ekonomi,” ujarnya.

*Data Center Jangan Hanya Terpusat di Kota Besar*

Michael menegaskan, pertumbuhan artificial intelligence (AI) juga akan mengubah pola pembangunan data center. Infrastruktur digital ke depan tidak harus selalu berbentuk fasilitas raksasa dengan kapasitas megawatt yang terkonsentrasi di kota-kota besar.

Menurutnya, perkembangan AI justru memungkinkan arsitektur data center yang lebih terdistribusi.

“Data center sekarang tidak hanya yang megawatt-megawatt dan terpusat. Kita bisa sampai yang kecil-kecil, kemudian disebarkan ke kota dan provinsi, bahkan tier-3 city dan kabupaten,” ungkapnya.

Model tersebut dinilai dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi digital di daerah. Infrastruktur AI dan data center yang hadir lebih dekat dengan masyarakat akan membuka peluang bagi UMKM, perdagangan elektronik, layanan digital, serta berbagai aktivitas ekonomi baru.

“Kalau ekonominya tersebar, transaksi digital juga berkembang. UMKM berkembang, ekonomi digital berkembang. Dampaknya semua daerah bisa tumbuh lebih merata,” tambah Michael.

*Dorong Pemerintah Bentuk Leading Sector*

Melihat besarnya potensi ekonomi data center, IDPRO mendorong adanya koordinasi lintas kementerian dan lembaga agar pengembangannya tidak berjalan secara sektoral.

Michael mengatakan, IDPRO telah menyampaikan rekomendasi agar pemerintah memiliki leading sector yang dapat mengoordinasikan pembangunan ekosistem data center secara nasional.

“Kami sudah mengusulkan kepada Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian agar ada leading sector. Karena kalau melihat gambar ekonominya, kontribusi data center ini besar untuk Indonesia,” katanya.

Ia menilai pembangunan data center harus ditempatkan sebagai bagian dari strategi transformasi ekonomi nasional, bukan sekadar pembangunan infrastruktur teknologi.

Dengan strategi yang tepat, investasi data center dapat diarahkan ke daerah yang membutuhkan penguatan ekonomi dan infrastruktur.

“Struktur program pemerintah sebenarnya sudah baik. Tinggal bagaimana investasi itu kita distribusikan bersama ke daerah-daerah yang membutuhkan,” ujar Michael.

*Lima Pilar Data Center Berkelanjutan*

Selain pemerataan pembangunan dan energi terbarukan, Michael menekankan pentingnya aspek keamanan serta talenta digital dalam membangun ekosistem data center nasional.

IDPRO, kata dia, tengah menyiapkan kerangka yang mencakup lima pilar utama dalam pengembangan data center Indonesia.

Kelima pilar tersebut mencakup aspek sustainability atau keberlanjutan, renewable energy, security, keberlangsungan operasional, serta talenta digital.

“Tidak cukup hanya bicara renewable. Keberlangsungan operasi juga penting, termasuk menghadapi kebocoran data, hacker, virus, dan ancaman lainnya. Karena itu kami punya lima pilar terkait data center,” jelasnya.

IDPRO juga tengah menyiapkan indeks menuju sustainable data center standard Indonesia sebagai salah satu instrumen untuk mendorong standar pembangunan pusat data yang lebih berkelanjutan, aman, dan memiliki sumber daya manusia yang kompeten.

Michael berharap kolaborasi antara pemerintah, industri, penyedia energi, pengelola data center, dan pemangku kepentingan teknologi dapat mempercepat transformasi tersebut.

“Harapan kami, program-program pemerintah bisa terdistribusi dengan baik. Kita jangan hanya membangun data center di tempat yang sudah maju. Mari kita bangun Indonesia Timur, kita perluas ekonomi ke arah sana,” pungkasnya.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *