Kementerian Koperasi RI Bersama Universitas UIN Hidayatullah Nasional & Dewan Koperasi Infonesia Membuka Secara Resmi Grand Opening Jambore Koperasi Mahasiswa Nasional (JAMKOPNAS) 2026, 4-6 Agustus 2026 Dengan Tema “Seeds of Change: Youth Cooperatives Cultivating Culture, Nature, and Community for a Sustainable Future”

banner 468x60

Jakarta, – Semangat kebangkitan koperasi di kalangan generasi muda kembali digaungkan melalui Jambore Koperasi Mahasiswa Nasional (JAMKOPNAS) 2026 yang mengusung tema “Seed of Change: Youth Cooperatives Cultivating Culture, Nature, and Community for a Sustainable Future.” acara ini dilaksanakan pada hari Selasa (4/8/2026) bertempat UIN Jakarta. Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat peran koperasi mahasiswa sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan sekaligus membangun kepemimpinan, solidaritas, dan jiwa kewirausahaan generasi muda Indonesia.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Ali Munhanif, M.A., Ph.D., menyampaikan bahwa penyelenggaraan JAMKOPNAS 2026 di Jakarta memiliki makna yang sangat penting karena bertepatan dengan momentum kebangkitan kembali semangat koperasi sebagai pilar ekonomi nasional.

Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan arah baru kebijakan ekonomi Indonesia yang kembali menempatkan koperasi sebagai salah satu fondasi utama pembangunan ekonomi yang berkeadilan dan berpihak kepada masyarakat.

“JAMKOPNAS 2026 menjadi momentum penting untuk menyambut arah baru kebijakan ekonomi Indonesia. Koperasi kembali memperoleh perhatian sebagai instrumen penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, kegiatan ini memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar ajang perlombaan atau kompetisi,” ujar Prof. Ali Munhanif kepada awak media.

Ia menjelaskan bahwa JAMKOPNAS bukan hanya menghadirkan seminar dan diskusi ilmiah, tetapi juga berbagai aktivitas yang mampu membangun karakter, jejaring, serta persaudaraan antarmahasiswa koperasi dari seluruh Indonesia.

Beragam agenda seperti seminar nasional, diskusi, outbound, wisata edukatif, hingga kegiatan kebersamaan menjadi sarana memperkuat kolaborasi sekaligus menanamkan nilai-nilai koperasi kepada generasi muda.

“Koperasi bukan sekadar konsep ekonomi. Koperasi adalah gerakan sosial yang dibangun dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk kesejahteraan masyarakat. Karena itu, silaturahmi dan kolaborasi yang dibangun dalam JAMKOPNAS memiliki nilai strategis untuk masa depan ekonomi Indonesia,” katanya.

Prof. Ali menegaskan bahwa meskipun JAMKOPNAS merupakan agenda tahunan, setiap penyelenggaraannya harus terus menghadirkan inovasi dan gagasan baru agar mampu menjawab tantangan zaman.

Di Jakarta, kata dia, berbagai program telah disiapkan mulai dari seminar, diskusi, hingga aktivitas yang memperkuat solidaritas antar-Koperasi Mahasiswa (Kopma) dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

“Kegiatan tahunan bukan berarti miskin inovasi. Justru setiap tahun harus lahir gagasan-gagasan baru yang mampu memperkuat gerakan koperasi mahasiswa agar semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan ekonomi nasional,” jelasnya.

Lebih lanjut, Prof. Ali menilai koperasi mahasiswa merupakan laboratorium nyata bagi mahasiswa untuk belajar membangun ekonomi berbasis gotong royong. Melalui Kopma, mahasiswa tidak hanya belajar mengelola organisasi, tetapi juga memahami tata kelola usaha, kewirausahaan, kepemimpinan, hingga manajemen bisnis yang akan menjadi bekal ketika memasuki dunia kerja maupun membangun usaha secara mandiri.

“Kampus memberikan ruang latihan ekonomi melalui koperasi mahasiswa. Di sana mahasiswa belajar mengelola usaha, berorganisasi, memimpin, hingga memahami manajemen kewirausahaan. Bekal ini sangat penting karena setelah lulus mereka akan menghadapi tantangan ekonomi yang semakin kompleks,” ungkapnya.

Ia berharap pengalaman yang diperoleh mahasiswa selama aktif di koperasi kampus mampu melahirkan generasi muda yang memiliki kompetensi bisnis sekaligus kepedulian sosial sehingga mampu menghadirkan model pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Mengusung tema “Seed of Change”, JAMKOPNAS 2026 diharapkan menjadi titik awal lahirnya perubahan besar yang digerakkan oleh koperasi mahasiswa. Tidak hanya mencetak wirausahawan muda yang tangguh, tetapi juga melahirkan pemimpin masa depan yang mampu menjaga budaya, lingkungan, serta memperkuat kehidupan masyarakat melalui semangat gotong royong dan ekonomi kerakyatan.

Dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan keberlanjutan, Jambore Koperasi Mahasiswa Nasional 2026 diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat posisi koperasi sebagai kekuatan utama pembangunan ekonomi Indonesia menuju masa depan yang lebih adil, mandiri, dan sejahtera.

Ketua Pelaksana Jambore Koperasi Mahasiswa Nasional 2026, Mesiali Azria, menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 165 peserta yang berasal dari 35 delegasi kabupaten, kota, dan provinsi di berbagai penjuru Indonesia.

“Alhamdulillah, tahun ini kami dipercaya menjadi tuan rumah karena pada Jambore Koperasi Mahasiswa Nasional 2025 kami berhasil meraih juara umum. Untuk penyelenggaraan tahun ini, sebanyak 165 peserta dari 35 delegasi hadir untuk bersama-sama belajar, berkompetisi, dan memperkuat gerakan koperasi mahasiswa di Indonesia,” ujar Mesiali Azria.

Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan JAMKOPNAS 2026 dikemas secara komprehensif melalui berbagai kompetisi yang mengasah kemampuan akademik, kepemimpinan, serta kreativitas para peserta.

Terdapat lima cabang perlombaan, di antaranya Lomba Cerdas Cermat (LCC), Business Plan, Essay, Debat, serta pemilihan Duta Koperasi Mahasiswa yang mengusung konsep Abang None sebagai representasi duta inspiratif koperasi mahasiswa.

Rangkaian acara diawali dengan Grand Opening, yang menjadi simbol dimulainya seluruh agenda Jambore. Setelah pembukaan, para peserta langsung mengikuti kompetisi awal berupa LCC, Business Plan, dan Essay.

Pada hari berikutnya, kompetisi berlanjut dengan babak semifinal Debat dan LCC, yang menjadi ajang adu gagasan sekaligus menguji wawasan peserta mengenai dunia perkoperasian, ekonomi, dan pembangunan berkelanjutan.

Puncak kegiatan akan berlangsung pada Grand Closing, yang diisi dengan Gala Dinner, malam penganugerahan para pemenang, serta Grand Final Pemilihan Duta Koperasi Mahasiswa (Abang None) sebagai penutup rangkaian Jambore Koperasi Mahasiswa Nasional 2026.

Melalui tema “Seed of Change: Youth Cooperatives Cultivating Culture, Nature, and Community For a Sustainable Future,” Jambore Koperasi Mahasiswa Nasional 2026 diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang menjadi agen perubahan melalui gerakan koperasi modern, inovatif, dan berkelanjutan.

Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi lintas daerah untuk memperkuat jaringan koperasi mahasiswa dalam mendukung pembangunan Indonesia yang inklusif dan berdaya saing menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *