Bursah Zarnubi, Mantan Aktifis Pro Demokrasi dan Reformasi, Bupati Lahat: Indonesia Butuh Tokoh Inspiratif yang Konsisten Memperjuangkan Demokrasi, Keadilan, dan Nilai-nilai Kemanusiaan melalui Gerakan Sosial maupun Karya Sastra.
Jakarta, Cosmopolitanpost.com
Perayaan 66 Tahun Isti Nugroho yang dirangkai dengan Testimoni dan Pembacaan Puisi berlangsung penuh haru dan makna di Gedung Teater Wahyu Sihombing, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Kamis (30/7/2026). Acara tersebut menjadi momentum penghormatan bagi sosok Isti Nugroho, penyair, aktivis, dan intelektual yang selama puluhan tahun konsisten memperjuangkan demokrasi, keadilan, dan nilai-nilai kemanusiaan melalui gerakan sosial maupun karya sastra.
Salah satu testimoni yang paling menyentuh datang dari Bursah Zarnubi, Bupati Lahat, yang mengaku memiliki perjalanan panjang bersama Isti Nugroho dalam lintasan sejarah gerakan demokrasi Indonesia.
Dalam wawancara dengan awak media, Bursah mengenang masa-masa sulit ketika menjadi aktivis pada era Orde Baru. Menurutnya, para pejuang demokrasi kala itu menghadapi tekanan, stigma, hingga berbagai tuduhan hanya karena memperjuangkan kebebasan dan perubahan.
“Saya termasuk salah satu orang yang lama terlibat dalam gerakan demokrasi. Kami merasakan sendiri bagaimana beratnya menjadi aktivis pada masa itu. Banyak di antara kami yang mendapatkan stigma dan tuduhan yang tidak benar hanya karena memperjuangkan demokrasi,” ungkap Bursah.
Ia mengisahkan mulai mengenal Isti Nugroho sekitar tiga dekade lalu, tepatnya pada awal tahun 1990-an. Hubungan keduanya semakin erat setelah aktif bersama para tokoh dan aktivis dalam berbagai gerakan pascareformasi untuk mengawal jalannya demokrasi di Indonesia.
“Saya mulai mengenal Isti sekitar 30 tahun lalu. Kami sering bertemu dalam berbagai forum perjuangan bersama para aktivis. Dari situ saya melihat Isti sebagai sosok yang sangat konsisten memperjuangkan gagasan dan cita-cita demokrasi,” ujarnya.
Menurut Bursah, yang paling membedakan Isti Nugroho adalah kesederhanaan dan ketulusannya dalam menjaga persahabatan serta jaringan para pejuang demokrasi. Baginya, Isti tidak pernah menjadikan perjuangan sebagai jalan mencari kepentingan pribadi, melainkan sebagai panggilan hidup.
“Dengan kesederhanaannya, dengan apa adanya, dia terus menjaga persahabatan dan jaringan kawan-kawan seperjuangan. Tujuannya hanya satu, bagaimana demokrasi yang substantif benar-benar hadir di Indonesia,” katanya.
Bursah menegaskan bahwa demokrasi yang diperjuangkan Isti bukan sekadar demokrasi prosedural, tetapi demokrasi yang menghadirkan keadilan, supremasi hukum, kesetaraan, dan pemerataan pembangunan bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Demokrasi yang diperjuangkan Isti adalah demokrasi yang berdiri di atas hukum, keadilan, kesadaran bersama, dan pembangunan yang merata. Negara harus benar-benar hadir untuk seluruh rakyat Indonesia. Itulah nilai yang terus ia perjuangkan hingga hari ini,” jelasnya.
Ia juga menilai bahwa malam apresiasi 66 Tahun Isti Nugroho merupakan kelanjutan dari perjalanan panjang perjuangan seorang aktivis yang tidak pernah berhenti menyuarakan nilai-nilai kemanusiaan melalui karya sastra.
“Puisi-puisi yang dibacakan malam ini mencerminkan semangat perjuangannya. Isti adalah seorang pejuang yang tidak lekang oleh waktu, tidak luntur oleh perubahan zaman. Ia tetap teguh memegang prinsip-prinsip hidup yang diyakininya,” tutur Bursah.
Karena itu, Bursah mengaku merasa terpanggil untuk hadir secara langsung sebagai bentuk penghormatan kepada sahabat seperjuangannya tersebut.
“Saya hadir malam ini sebagai bentuk penghormatan kepada pendirian dan konsistensi Isti Nugroho dalam memperjuangkan demokrasi, politik yang berkeadaban, serta nilai-nilai kemanusiaan yang selalu ia perjuangkan sepanjang hidupnya,” tegasnya.
Perayaan 66 Tahun Isti Nugroho menjadi lebih dari sekadar peringatan usia. Acara ini menjelma menjadi ruang refleksi atas perjalanan panjang seorang penyair sekaligus aktivis yang telah mengabdikan hidupnya bagi demokrasi, kebudayaan, dan kemanusiaan. Melalui puisi, gagasan, dan keteladanan hidupnya, Isti Nugroho dinilai terus menginspirasi generasi baru agar tetap menjaga idealisme, keberanian bersuara, serta komitmen terhadap Indonesia yang demokratis, adil, dan bermartabat.











