Jakarta, Cosmopolitanpost.com
Jakarta, 10 Juni 2026 – Dalam menghadapi tahun 2026, PT Kentanix Supra Internasional Tbk (KSIX) tetap optimis seiring melemahnya daya beli masyarakat di indutrsi properti sepanjang tahun 2025 lalu dan meningkatnya persaingan di sektor perumahan.
Ferdinand Aryanto, Direktur Utama KSIX, mengungkapkan bahwa pendapatan Perseroan pada Kuartal I-2026 tercatat sebesar Rp11,11 miliar. Realisasi tersebut turun tajam dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp37,90 miliar.
Sepanjang 2025, KSIX membukukan pendapatan sebesar Rp132 miliar dengan total aset mencapai Rp1,3 triliun.
Perseroan mencatat laba bruto sebesar Rp81 miliar dan laba tahun berjalan sekitar Rp20 miliar yang berasal dari kedua segmen usaha tersebut.
Meski demikian, kondisi neraca perusahaan masih menunjukkan ketahanan yang cukup baik. Total aset meningkat menjadi Rp1,36 triliun hingga akhir Maret 2026, dibandingkan Rp1,35 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara total liabilitas turun menjadi Rp18,42 miliar dari Rp20,34 miliar.
Jannie Andajani, Direktur KSIX, menambahkan hingga akhir 2025 KSIX dan entitas anak memiliki dua segmen usaha utama, yakni real estat dan wahana air.
Perseroan mengelola tujuh proyek properti aktif yang tersebar di Bogor, Cianjur, dan Cilegon, yaitu Grand Nusa Indah, Adigana at Grand Nusa Indah, Permata Nusa Indah at Situsari, Villa Bogor Indah, Gaura at Villa Bogor Indah, Taman Krakatau, dan Dia Permata Asri.
Selain itu, perseroan juga mengoperasikan wahana rekreasi air Fun Park Villa Bogor Indah yang berlokasi di Bogor.
Sementara untuk kontribusi terbesar terhadap pendapatan perseroan masih berasal dari segmen real estat yang mencapai sekitar 96 persen dari total pendapatan tahun buku 2025, sedangkan segmen wahana air hanya menyumbang sekitar 4 persen.
Menurut Jennie, kinerja perseroan mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Pendapatan tercatat turun 42 persen, laba usaha turun 74 persen, dan laba tahun berjalan menyusut 69 persen.
“Penurunan kinerja dipengaruhi oleh melemahnya daya beli masyarakat, tingginya suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR), kenaikan biaya konstruksi, serta ketatnya persaingan di industri properti serta meningkatnya biaya pengembangan proyek,” ujar Jennie dalam paparan publik, di Jakarta (10/6/26).
Berbagai langkah strategis telah dipersiapkan, tahun ini perseroan akan mengoptimalkan proyek yang sedang berjalan di wilayah Cileungsi, Bogor, dan Cilegon.
Selain itu, KSIX juga melakukan diversifikasi
produk sesuai kebutuhan pasar, mempercepat perputaran aset melalui pengelolaan persediaan yang lebih efisien, serta mempersiapkan proyek pengembangan untuk tiga tahun mendatang.
Dari sisi keuangan, fokus diarahkan pada penguatan arus kas, pengendalian anggaran operasional, dan efisiensi belanja aset.
Perseroan menargetkan pertumbuhan penjualan bersih segmen real estat sebesar 17 persen pada 2026, kenaikan pendapatan wahana air sebesar 14 persen, serta peningkatan aset tidak lancar melalui pengembangan persediaan tanah mentah di kawasan Bogor.
“Industri properti tahun 2026 masih penuh tantangan, tapi dengan portofolio yang baik dan didukung struktur permodalan yang kuat, Perseroan optimis dapat meningkatkan kinerja usaha sekaligus memperkuat posisinya di industri properti pada paruh kedua tahun ini,” tutup Jannie.
[Red-Hendra]











