Jakarta — Wakil Ketua Exco Partai Buruh Papua Tengah, Menase Ugedi Degei, menghadiri penutupan Kongres Partai Buruh V yang digelar di Hotel Golden Boutique, Jakarta, Kamis (22/01/2026). Kongres ini mengusung tema “We Are Working Class Welfare State (Kami Kelas Pekerja Wujudkan Negara Sejahtera)”, sebagai penegasan arah perjuangan Partai Buruh dalam memperjuangkan kesejahteraan kaum pekerja dan rakyat kecil di Indonesia.
Kongres Partai Buruh V secara resmi kembali menetapkan Ir. H. Said Iqbal, M.E. sebagai Presiden Partai Buruh dan H. Ferri Nuzarli, S.E., S.H. sebagai Sekretaris Jenderal Partai Buruh untuk masa jabatan periode 2026–2031. Penetapan ini disambut dengan optimisme tinggi dari seluruh delegasi daerah, termasuk dari Papua Tengah.
Dalam wawancara usai penutupan kongres, Menase Ugedi Degei menyampaikan bahwa kongres ini menjadi momentum penting bagi Partai Buruh untuk melakukan perubahan besar secara nasional. Menurutnya, semangat reformasi yang diusung Partai Buruh harus menyentuh seluruh sektor kehidupan rakyat.
“Kongres ini kami maknai sebagai satu momentum dan satu pergerakan besar untuk perubahan nasional, sebagai bentuk reformasi menyeluruh di semua bidang,” ujarnya.
Menase juga menegaskan bahwa terpilihnya kembali Said Iqbal sebagai Presiden Partai Buruh merupakan hasil dukungan penuh dari seluruh struktur partai di 37 provinsi dan kabupaten/kota. Ia menilai Said Iqbal telah memberikan motivasi dan semangat perjuangan yang konsisten dalam membela kepentingan rakyat kecil.
Lebih lanjut, Menase mengungkapkan target besar Partai Buruh di wilayah Papua Tengah menjelang Pemilu 2029. Ia menyebut Papua Tengah diproyeksikan menjadi salah satu ikon kemenangan Partai Buruh di kawasan timur Indonesia.
“Target kami, Papua Tengah akan menjadi ikon kemenangan Partai Buruh pada Pemilu 2029, dengan perolehan kursi antara 20 hingga 50 kursi,” tegasnya.
Untuk mencapai target tersebut, Partai Buruh Papua Tengah akan melakukan konsolidasi hingga ke tingkat desa dan RT/RW, serta menjaring organisasi adat, komunitas lokal, serikat pekerja, dan kelompok masyarakat sebagai basis perjuangan politik. Selain itu, pendidikan politik akan menjadi fokus utama agar masyarakat memahami hak-hak demokrasi mereka.
Menase juga menegaskan sikap Partai Buruh Papua Tengah yang menolak praktik upah murah, outsourcing, serta proyek-proyek strategis nasional (PSN) yang dinilai melemahkan hak-hak rakyat dan Undang-Undang Otonomi Khusus Papua. Ia mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk melakukan investigasi terhadap perusahaan-perusahaan yang beroperasi di tanah Papua yang dinilai merugikan masyarakat adat dan buruh lokal.
“Kami berdiri di belakang rakyat kecil Papua untuk memperjuangkan hak-hak mereka. Partai Buruh hadir sebagai alat perjuangan politik rakyat,” pungkasnya.
Kongres Partai Buruh V sendiri menjadi momentum strategis untuk mengevaluasi perjalanan organisasi, menetapkan garis perjuangan, serta menyusun langkah-langkah konsolidasi dan pemenangan politik menuju Pemilu 2029. Terpilihnya kembali Said Iqbal dan Ferri Nuzarli diharapkan mampu menjaga soliditas partai dan memperkuat posisi Partai Buruh sebagai kekuatan politik kelas pekerja di tingkat nasional.











