NATHANIA SARAH RILIS LAGU “KAIROS”, ATMOSFIR BARU:
Padukan Atmosfir Baru dengan Greek Phrases
Jakarta, 1 November 2026 —
Setelah merilis “Selfless”, “Set Me Free”, dan “Penuh”, Nathania Sarah Indah Imanti, yang akrab disapa Nathsar, kembali menghadirkan karya musik terbarunya berjudul “KAIROS”. Dirilis pada 1 November 2026, lagu ini menjadi rilisan keempat dalam perjalanan musiknya sekaligus satu-satunya karya yang ia rilis sepanjang tahun ini.

Mengusung perpaduan warna musik pop, alternatif, indie, dan rock, “KAIROS” hadir sebagai lagu rohani dengan pendekatan musikal yang cukup berbeda. Lagu ini memadukan lirik berbahasa Inggris dengan frasa berbahasa Yunani, menghadirkan sebuah karya yang bukan hanya berbicara tentang iman, tetapi juga merefleksikan perjalanan hidup, proses pendewasaan, dan rasa syukur kepada Tuhan Yesus di tengah berbagai keadaan..

Menariknya, “KAIROS” lahir bukan ketika segala sesuatu dalam hidup sedang berjalan dengan mudah. Justru di tengah musim kehidupan yang tidak selalu baik-baik saja, Nathsar memilih untuk tetap mengucap syukur melalui sebuah lagu yang ia tulis dan produksi dengan sangat sederhana.
“Awalnya aku sempat ragu apakah tahun 2026 ini bisa merilis lagu atau tidak. Ternyata, bisa juga! Ada saja jalannya,” ungkap Nathsar.
Perjalanan produksi “KAIROS” pun tidak sepenuhnya mulus. Ada tantangan-tantangan kecil yang harus dihadapi, termasuk persoalan keuangan selama proses produksi. Ketika lagu hampir memasuki tahap finalisasi, teman yang terlibat dalam proses produksinya juga mengalami musibah kecelakaan. Namun, berbagai hal tersebut justru menjadi bagian dari cerita di balik lagu ini. Bagi Nathsar, proses tersebut mengajarkannya untuk melihat kembali setiap kejadian dengan perspektif iman, termasuk hal-hal yang pada awalnya terasa menghambat.
“Aku percaya, setiap hal yang terjadi tetap ada dalam perlindungan Tuhan. Mungkin kita belum mengerti sekarang, tetapi aku percaya bahwa pada waktu-Nya, Tuhan Yesus bisa memberkati aku dan banyak orang lewat lagu ini. Tuhan melihat hatiku,” tuturnya.
Memahami “KAIROS”: Ketika Waktu Tuhan Menjadi Jawaban
Judul “KAIROS” diambil dari istilah Yunani kairos, yang dalam konteks Perjanjian Baru sering dipahami sebagai waktu atau momen yang tepat, kesempatan yang bermakna, atau waktu yang memiliki tujuan tertentu. Berbeda dari chronos, yang lebih menekankan waktu secara kronologis atau berurutan, kairos mengajak seseorang untuk melihat bahwa waktu juga dapat memiliki makna dan tujuan dalam rencana Tuhan.
Ketertarikan Nathsar terhadap istilah ini berangkat dari studinya di bidang teologi, khususnya Pastoral Konseling. Di tengah proses belajar dan refleksi atas perjalanan hidupnya, kata “Kairos” terasa begitu dekat dengan pengalaman yang sedang ia jalani.
Bagi Nathsar, “KAIROS” bukan sekadar tentang menunggu sampai keadaan menjadi baik. Lebih dari itu, lagu ini berbicara tentang belajar mempercayai Tuhan ketika jawaban belum terlihat, ketika rencana tidak berjalan sesuai harapan, dan ketika seseorang harus tetap melangkah tanpa mengetahui seluruh gambaran di depannya.
Pesan ini selaras dengan Roma 8:28, yang mengingatkan bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi-Nya dan terpanggil sesuai dengan rencana-Nya. Ayat ini bukan berarti setiap peristiwa yang menyakitkan otomatis menjadi sesuatu yang baik, melainkan mengajak orang percaya untuk tetap berharap bahwa Tuhan dapat bekerja bahkan melalui pengalaman yang sulit dipahami.
Pemaknaan tersebut juga beresonansi dengan Pengkhotbah 3, yang menggambarkan bahwa ada waktu untuk berbagai hal dalam kehidupan: waktu untuk lahir, meninggal, menanam dan mencabut, menangis dan tertawa, meratap dan menari. Tidak semua musim memiliki karakter yang sama, dan tidak semua proses dapat dipercepat sesuai keinginan manusia.
Melalui “KAIROS”, Nathsar mengajak pendengarnya untuk tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa sebuah musim yang sulit berarti Tuhan sedang tidak bekerja. Ada hal-hal yang baru dapat dipahami setelah seseorang melewati prosesnya. Ada pula jawaban yang datang dalam bentuk berbeda dari apa yang semula dibayangkan.
Pada akhirnya, percaya kepada waktu Tuhan bukan berarti berhenti berusaha atau sekadar menunggu. Sebaliknya, iman menjadi kekuatan untuk tetap melangkah, melakukan bagian yang bisa dikerjakan hari ini, dan menyerahkan hal-hal yang berada di luar kendali kepada Tuhan.
Dari Musim yang Sulit Menuju Ucapan Syukur
Cerita di balik “KAIROS” juga tercermin dalam liriknya. Pada bagian verse pertama, Nathsar menggambarkan keyakinan bahwa setiap musim kehidupan telah berada dalam pengetahuan Tuhan, bahkan sebelum manusia memahami apa yang sedang terjadi.
Gambaran tentang penantian dan proses yang membentuk sesuatu yang baru menjadi salah satu benang merah lagu ini. Ada masa ketika seseorang merasa sedang kehilangan arah, mengalami perubahan, atau menghadapi keadaan yang belum bisa dijelaskan. Namun, di tengah ketidakpastian itu, masih ada ruang untuk percaya bahwa hidup tidak harus dipahami secara utuh pada saat ini juga.
Memasuki verse kedua, lagu ini bergerak menuju pengakuan tentang karya Tuhan yang perlahan menjadi terlihat. Hal-hal yang sebelumnya belum dipahami mulai menemukan maknanya, sementara keyakinan akan penyertaan Tuhan memberikan rasa aman di tengah perjalanan.
Bagian chorus kemudian menjadi inti pesan “KAIROS”. Melalui kontras antara waktu untuk memulihkan dan waktu untuk mengalami perpisahan, memberi dan menunggu, kehilangan dan menemukan, lagu ini mengakui bahwa kehidupan terdiri dari berbagai musim yang tidak selalu mudah diterima.
Alih-alih menjanjikan bahwa setiap hari akan terasa menyenangkan, “KAIROS” menawarkan perspektif yang lebih dalam: Tuhan tetap dapat dipercaya ketika manusia belum mampu menelusuri alasan di balik setiap langkah yang terjadi.
Perubahan perspektif tersebut mencapai puncaknya ketika lirik mengarah pada pengakuan bahwa Tuhan telah baik sepanjang hidup. Kebaikan Tuhan tidak hanya dilihat melalui momen ketika doa terjawab atau harapan terwujud, tetapi juga melalui penyertaan-Nya selama proses yang panjang dan tidak selalu mudah.
Sementara itu, bagian bridge menggunakan frasa berbahasa Yunani yang memperkuat tema waktu Tuhan dan kehidupan yang dijalani di dalam waktu-Nya. Pemilihan bahasa ini memberikan karakter tersendiri pada lagu sekaligus menjadi pertemuan antara proses belajar teologi Nathsar dan ekspresi musikalnya.
Frasa Yunani dalam lagu ini turut mendapat supervisi bahasa dari Dr. Robert Paul Trisna, dosen di STT Bethel Indonesia.
Dengan demikian, “KAIROS” tidak hanya menjadi pernyataan tentang keyakinan bahwa Tuhan memiliki waktu-Nya sendiri. Lagu ini juga merupakan perjalanan dari ketidakpastian menuju kepercayaan, dari keinginan untuk memahami segala sesuatu menuju keberanian untuk tetap bersyukur, bahkan ketika jawaban belum sepenuhnya tersedia.
Sebuah Karya Sederhana dengan Harapan yang Besar
Salah satu hal yang membuat “KAIROS” begitu personal bagi Nathsar adalah proses penciptaannya. Lagu ini ditulis dan diproduksi secara sederhana, tetapi menyimpan harapan yang besar agar pesan di dalamnya dapat menjangkau lebih banyak orang. Bagi Nathsar, karya musik tidak harus lahir dari keadaan yang sempurna untuk memiliki makna. Terkadang, justru dalam keterbatasan, seseorang belajar untuk lebih jujur terhadap apa yang sedang dialami dan menemukan alasan untuk tetap melanjutkan sesuatu yang telah dimulai.
Hal tersebut juga menjadi bagian dari perjalanan Nathsar sebagai musisi independen. Setelah tiga rilisan sebelumnya, “Selfless”, “Set Me Free”, dan “Penuh”, ia kembali menghadirkan karya yang merefleksikan fase kehidupannya, dengan pendekatan musik dan pesan yang berbeda.K ehadiran “KAIROS” sekaligus menjadi pengingat bahwa perjalanan kreatif tidak selalu berlangsung dalam garis yang lurus. Ada keraguan, keterbatasan, perubahan rencana, dan hal-hal di luar kendali.
Namun, semuanya dapat menjadi bagian dari cerita yang pada akhirnya membentuk sebuah karya.
Tak hanya lagunya, Nathsar juga menyebut proses pembuatan video musik “KAIROS” sebagai pengalaman yang terasa seperti sebuah mujizat. Pengalaman tersebut semakin memperkuat rasa syukurnya atas kesempatan untuk menghadirkan karya ini di tengah berbagai tantangan yang telah dilalui. Melalui rilisan ini, Nathsar berharap “KAIROS” dapat menemani pendengar yang sedang berada dalam musim kehidupan yang sulit, terutama mereka yang sedang menunggu jawaban, menghadapi perubahan, atau merasa belum memahami arah perjalanan hidupnya.
Ia berharap pendengar dapat menemukan pengingat bahwa tidak semua hal harus dimengerti hari ini. Ada ruang untuk berproses, berdoa, tetap melakukan yang terbaik, dan belajar melihat kehidupan dengan perspektif iman yang lebih luas.
Bagi Nathsar, pada akhirnya, “KAIROS” adalah ungkapan syukur kepada Tuhan Yesus. Sebuah pengakuan bahwa sekalipun perjalanan hidup tidak selalu mudah, ia tetap ingin percaya bahwa Tuhan menyertai setiap musim dan bahwa karya yang sederhana sekalipun dapat menjadi saluran berkat bagi orang lain.
“Semoga lagu ini bisa menjadi berkat bagi banyak orang, dan semoga melalui ‘KAIROS’, kita belajar untuk tetap percaya dan mengucap syukur, bukan hanya ketika semuanya berjalan sesuai keinginan kita, tetapi juga ketika kita masih berada dalam prosesnya. Tuhan melihat hati kita. Amin.”
Release Informations
Judul lagu : KAIROS
Artis : Nathania Sarah Indah Imanti (Nathsar)
Tanggal rilis : 28 Oktober 2026
Genre : Pop, Alternatif, Indie, Rock
Extended Play (EP) : Life Changing
Platform : Spotify, YouTube, all platform digital streaming
Credits
Song Title : Kairos
Extended Play : Life Changing
Song Writer : Nathania Sarah Indah Imanti, Greek Lyrics Reviewed by Dr. Robert Paul Trisna (Lecture at STT Bethel Indonesia)
Composer & Music Arranger : Joel T, Nathania Sarah Indah Imanti
Recording, Mixing & Finalizing : Rizki Sofi Ismail
Choir : Besti-bestie Nathsar
About the Artist & Her Songs
Nathania Sarah Indah Imanti, yang akrab dipanggil Nathsar, adalah seorang profesional muda yang menekuni bidang komunikasi dan hubungan masyarakat dalam perjalanan kariernya.
Saat ini, ia sedang menempuh studi S2 di bidang Pastoral Konseling di salah satu kampus teologi. Memiliki panggilan untuk melayani Tuhan merupakan salah satu hal yang ia pegang teguh dalam perjalanan hidupnya. Selain berkarier di bidang komunikasi, Nathsar juga aktif mengajar mengenai pengembangan karier di dunia kreatif, , dan komunikasi. Ia turut menaruh perhatian pada isu kesehatan mental dan saat ini dipercaya menjalankan peran sebagai konselor kesehatan mental.
Perjalanan musik Nathsar berawal dari hobinya menyanyi dan berkembang melalui pengalaman hidup yang ia lalui dalam berbagai musim. Baginya, musik menjadi salah satu cara untuk mengekspresikan refleksi pribadi, membagikan pengalaman iman, dan menyampaikan pesan yang diharapkan dapat menguatkan orang lain. Melalui karya-karyanya, Nathsar ingin menghadirkan lagu yang tidak hanya dapat dinikmati secara musikal, tetapi juga memiliki makna personal dan ruang refleksi bagi pendengarnya.
“KAIROS” menjadi salah satu wujud perjalanan tersebut: sebuah karya tentang rasa syukur, proses kehidupan, dan keyakinan untuk terus percaya pada waktu Tuhan.











