Dr. Billy Menekankan Pentingnya Penguatan Kapasitas Pengusaha Pribumi, Khususnya Di Provinsi Banten Agar Mampu Beradaptasi Dengan Perkembangan Teknologi Informasi (IT) & Transformasi Ekonomi Digital

banner 468x60

Dr. Billy Menekankan Pentingnya Penguatan Kapasitas Pengusaha Pribumi, Khususnya Di Provinsi Banten Agar Mampu Beradaptasi Dengan Perkembangan Teknologi Informasi (IT) & Transformasi Ekonomi Digital

 

 

Jakarta, – Momentum Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Tahun 2026 sekaligus peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 atau Tahun Emas HIPPI menjadi kesempatan penting untuk memperkuat konsolidasi pengusaha nasional dalam menghadapi tantangan ekonomi digital dan mewujudkan kedaulatan ekonomi menuju Indonesia Emas 2045.

Kegiatan yang mengusung tema “Konsolidasi Pengusaha Nasional untuk Kedaulatan Ekonomi Menuju Indonesia 2045” serta semangat peringatan 50 Tahun HIPPI dengan tagline “Bangkit, Mandiri, Indonesia Banget” tersebut berlangsung pada Senin (12/10/2026), di The Ballroom at Djakarta Theater, Jakarta.

Acara ini mendapatkan apresiasi dari berbagai perwakilan pengusaha daerah, salah satunya Wakil Ketua II DPC HIPPI Kota Cilegon, dr. Billy Mochammad. Dalam wawancara bersama awak media, ia menekankan pentingnya penguatan kapasitas pengusaha pribumi, khususnya di Provinsi Banten, agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi (IT) dan transformasi ekonomi digital.

Menurut dr. Billy, perkembangan dunia usaha saat ini bergerak sangat cepat. Pengusaha yang memiliki kemampuan teknologi dan memahami pemasaran digital mempunyai peluang lebih besar untuk berkembang. Sebaliknya, pelaku usaha yang masih mengandalkan pola bisnis konvensional berpotensi tertinggal apabila tidak segera melakukan penyesuaian.

“Di zaman digital seperti sekarang, khususnya di Banten, harus ada penguatan dan regulasi yang jelas dari pemerintah. Jangan sampai pengusaha yang sudah merintis usaha dari nol, memiliki kemampuan dan pengalaman secara otodidak, justru kalah bersaing dengan mereka yang lebih dahulu memahami teknologi informasi,” ungkap dr. Billy.

Ia menilai, perkembangan perdagangan melalui platform online atau online shop perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah. Regulasi yang jelas dan berpihak pada terciptanya persaingan usaha yang sehat dinilai penting agar seluruh pelaku usaha, termasuk UMKM dan pengusaha pribumi, mendapatkan kesempatan yang adil.

Menurutnya, transformasi digital seharusnya menjadi peluang bersama untuk meningkatkan daya saing, bukan justru menciptakan kesenjangan baru antara pengusaha yang sudah menguasai teknologi dengan mereka yang masih membutuhkan pendampingan.

Lebih lanjut, dr. Billy menegaskan bahwa pengusaha pribumi tidak boleh tertinggal dalam menghadapi perubahan zaman. Diperlukan langkah nyata melalui kolaborasi antara HIPPI, pemerintah daerah, serta para pelaku usaha untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan di bidang teknologi digital.

Ia berharap HIPPI dapat mengambil peran strategis dalam membangun ekosistem usaha yang lebih kuat melalui program-program pembinaan, pendampingan, dan pelatihan bagi para pengusaha, khususnya pelaku UMKM di daerah.

“Intinya kita tidak boleh ketinggalan zaman. Kita harus benar-benar melek teknologi informasi, harus bersatu dan saling memperkuat antarsesama pengusaha pribumi. Ke depan, kita perlu berkolaborasi dengan pemerintah dan para pengusaha untuk mencari solusi agar pelaku usaha daerah bisa terus berkembang,” tegasnya.

Menurutnya, kekuatan pengusaha pribumi tidak hanya terletak pada kemampuan menjalankan usaha, tetapi juga pada solidaritas, jaringan bisnis, serta kemauan untuk saling mendukung dalam menghadapi persaingan ekonomi yang semakin kompetitif.

Dalam kesempatan tersebut, dr. Billy juga menyampaikan pandangannya mengenai pengembangan UMKM di Provinsi Banten. Ia menilai setiap daerah harus memiliki produk unggulan dengan karakteristik dan identitas lokal yang kuat sehingga mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Banten, menurutnya, memiliki kekayaan budaya dan potensi produk lokal yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi masyarakat.

Beberapa potensi yang dapat diangkat antara lain kesenian Debus, kerajinan golok khas Banten seperti Golok Ciomas, serta batik Banten. Produk-produk tersebut tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga mengandung identitas budaya dan sejarah yang menjadi keunggulan tersendiri bagi daerah.

“Untuk UMKM di Banten, kita harus punya ciri khas yang tidak dimiliki daerah lain. Banten punya banyak potensi, misalnya Debus, Golok Ciomas, dan batik Banten. Ini bisa kita angkat dan kembangkan menjadi produk unggulan yang memiliki nilai jual,” jelasnya.

Ia berharap pemerintah daerah bersama HIPPI dan para pelaku UMKM dapat memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan produk berbasis kearifan lokal, mulai dari peningkatan kualitas produk, inovasi kemasan, pemasaran digital, hingga perluasan jaringan distribusi.

Dengan demikian, UMKM Banten tidak hanya mampu bertahan di pasar lokal, tetapi juga mempunyai kesempatan untuk memperluas jangkauan pemasaran ke berbagai daerah bahkan menembus pasar internasional.

Terkait penyelenggaraan Rakernas III sekaligus peringatan HUT ke-50 HIPPI, dr. Billy menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Sebagai perwakilan DPC HIPPI Kota Cilegon, ia menilai kegiatan ini menjadi momentum luar biasa untuk mempertemukan para pengusaha dari berbagai daerah sekaligus memperkuat hubungan dan jaringan bisnis nasional.

Ia berharap momentum Tahun Emas HIPPI tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga mampu melahirkan program-program nyata yang memberikan manfaat langsung bagi anggota dan pelaku usaha di daerah.

Salah satu hal yang dinilai penting adalah memperkuat sinergitas antarorganisasi HIPPI di berbagai tingkatan, sekaligus menyelenggarakan pelatihan kewirausahaan dan peningkatan kapasitas bagi para pengusaha.

“Untuk HIPPI, ke depan kita lebih mengutamakan sinergitas. Kita harus membangun kerja sama yang lebih kuat dan mengadakan pelatihan-pelatihan bagi teman-teman pengusaha, khususnya agar semakin memahami perkembangan dunia usaha dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa DPC HIPPI Kota Cilegon memiliki sekretariat yang berlokasi di wilayah Cibeber. Keberadaan sekretariat tersebut diharapkan dapat menjadi ruang komunikasi, koordinasi, serta penguatan jaringan antarpengusaha di Kota Cilegon.

MENUJU INDONESIA 2045, PENGUSAHA DAERAH HARUS MENJADI KEKUATAN EKONOMI NASIONAL

Menutup keterangannya, dr. Billy berharap HIPPI semakin solid dalam memperjuangkan kepentingan pengusaha pribumi dan mampu menjadi wadah yang memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurutnya, cita-cita menuju Indonesia 2045 harus didukung oleh pengusaha daerah yang mandiri, inovatif, memiliki daya saing, serta mampu memanfaatkan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan identitas dan potensi lokal.

Melalui semangat “Bangkit, Mandiri, Indonesia Banget”, peringatan 50 Tahun HIPPI diharapkan menjadi titik penguatan bagi generasi pengusaha pribumi untuk terus berkembang, membangun kolaborasi, dan mengambil peran dalam memperkuat kedaulatan ekonomi Indonesia.

Rakernas III HIPPI 2026 pun diharapkan mampu menghasilkan gagasan dan rekomendasi strategis yang tidak hanya bermanfaat bagi pengusaha di tingkat nasional, tetapi juga dapat diimplementasikan hingga ke daerah, termasuk Provinsi Banten dan Kota Cilegon.

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *