Resmi Terpilih Kembali Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus Sebagai Ketum Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia 2026-2031 Di Musyawarah Besar V PMTI

banner 468x60

Resmi Terpilih Kembali Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus Sebagai Ketum Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia 2026-2031 Di Musyawarah Besar V PMTI

 

 

 

Jakarta, – Musyawarah Besar V Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (MUBES V PMTI) pada hari Sabtu (10/10/2026) dBinakara Auditorium, Jakarta, menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan masyarakat Toraja, baik yang berada di tanah kelahiran maupun di berbagai wilayah perantauan, termasuk diaspora yang telah menjangkau mancanegara.

Mengusung tema “Simpul, Distribusi, Solusi”, MUBES V PMTI diharapkan menjadi ruang strategis untuk menyatukan potensi masyarakat Toraja, memperluas jaringan kolaborasi, serta merumuskan solusi konkret bagi pembangunan daerah. Semangat tersebut sejalan dengan besarnya kepedulian warga Toraja di perantauan untuk berkontribusi terhadap kemajuan kampung halaman.

Wakil Ketua Umum PMTI sekaligus Ketua Panitia MUBES V, Dr. Aris Tambing, menilai tingginya kepedulian diaspora Toraja merupakan modal sosial yang sangat berharga. Menurutnya, ikatan emosional masyarakat Toraja terhadap tanah kelahiran tetap terjaga meskipun mereka telah lama menetap dan membangun kehidupan di luar daerah, bahkan di luar negeri.

Ia menjelaskan, nilai-nilai adat, budaya, dan kekeluargaan menjadi fondasi kuat yang menyatukan masyarakat Toraja. Salah satu wujud nyata ikatan tersebut terlihat dalam tradisi Rambu Solo’, yang tidak hanya mencerminkan penghormatan terhadap keluarga, tetapi juga memperlihatkan kuatnya solidaritas dan kebersamaan masyarakat Toraja.

“Ini suatu indikator yang sangat luar biasa bahwa orang Toraja dan para diaspora punya kepedulian untuk kembali membangun daerahnya. Kehadiran PMTI adalah untuk mengikat dan menyatukan mereka semua dalam satu visi yang sama, khususnya memperkuat Toraja sebagai destinasi pariwisata unggulan nomor dua setelah Bali,” ujar Dr. Aris Tambing.

Menurutnya, PMTI memiliki peran penting sebagai simpul pemersatu yang mampu mempertemukan berbagai potensi masyarakat Toraja. Dengan kekuatan jaringan yang dimiliki, organisasi ini diharapkan tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga mampu mendorong lahirnya program-program produktif yang berdampak langsung bagi pembangunan daerah.

Selain penguatan organisasi dan pelestarian budaya, sektor pertanian menjadi salah satu peluang yang mendapat perhatian dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi Toraja.

Dr. Aris Tambing menyambut positif tawaran kolaborasi dari Menteri Pertanian terkait optimalisasi lahan yang belum produktif di wilayah Toraja agar dapat dikembangkan menjadi lahan pertanian yang menghasilkan. Salah satu komoditas yang dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan adalah kopi.

Menurutnya, potensi pertanian perlu dikelola secara terencana melalui kerja sama berbagai pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, dan organisasi kemasyarakatan. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru, meningkatkan produktivitas lahan, serta memperluas kesempatan masyarakat untuk mengembangkan usaha di daerahnya sendiri.

“Pada prinsipnya, semua peluang yang ada akan kita respons secara positif. Peluang itu tidak selalu datang dua kali, sehingga kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama memanfaatkan peluang ini demi kemajuan ekonomi daerah,” tegasnya.

Ia berharap, peluang pengembangan sektor pertanian dapat menjadi bagian dari agenda pembangunan Toraja yang berkelanjutan. Pengelolaan lahan yang lebih produktif, penguatan komoditas unggulan, serta keterlibatan masyarakat lokal diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.

Pengembangan kopi juga berpotensi memperkuat keterkaitan antara sektor pertanian, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pariwisata. Dengan pengelolaan yang tepat, produk lokal Toraja dapat semakin dikenal dan memiliki ruang pemasaran yang lebih luas.

Tidak hanya memperkuat konsolidasi di dalam negeri, PMTI juga terus memperluas jejaring organisasi hingga ke tingkat internasional. Komunikasi dan kepengurusan PMTI telah terbentuk di sejumlah negara, di antaranya Australia, Inggris, khususnya London, serta Prancis, termasuk Paris.

Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa masyarakat Toraja memiliki jaringan yang luas dan tersebar di berbagai belahan dunia. Bagi PMTI, keberadaan diaspora merupakan potensi yang dapat dihubungkan dengan berbagai agenda pembangunan, mulai dari penguatan ekonomi, promosi budaya, pengembangan pariwisata, hingga perluasan kerja sama lintas negara.

Dr. Aris mengungkapkan kekagumannya terhadap antusiasme warga diaspora Toraja di luar negeri yang tetap menjaga hubungan dengan kampung halaman. Meski telah membangun kehidupan dan meraih berbagai pencapaian di perantauan, mereka tetap memiliki perhatian terhadap identitas, adat istiadat, dan masa depan daerah asal.

Kondisi ini menjadi peluang bagi PMTI untuk membangun komunikasi yang lebih terarah antara masyarakat Toraja di tanah kelahiran dan warga Toraja di perantauan.

Melalui jejaring tersebut, diaspora diharapkan dapat mengambil bagian dalam memperkenalkan potensi Toraja kepada masyarakat internasional, membuka peluang kemitraan, serta mendukung pengembangan sektor-sektor unggulan daerah.

Keterlibatan diaspora juga diharapkan tidak berhenti pada kepedulian emosional, tetapi dapat diterjemahkan menjadi kontribusi nyata sesuai dengan kapasitas dan bidang keahlian masing-masing.

Tema “Simpul, Distribusi, Solusi” memiliki relevansi dengan tantangan pembangunan Toraja yang membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Semangat simpul dapat dimaknai sebagai upaya menyatukan masyarakat dan berbagai potensi yang tersebar. Distribusi mencerminkan pentingnya memperluas akses, jaringan, serta pemerataan peluang. Sementara itu, solusi menegaskan perlunya langkah nyata untuk menjawab berbagai kebutuhan masyarakat.

Dalam konteks tersebut, MUBES V PMTI diharapkan menjadi ruang konsolidasi untuk menyelaraskan gagasan, memperkuat kepengurusan, dan membangun kesepahaman mengenai arah organisasi ke depan.

Persatuan masyarakat Toraja diharapkan menjadi kekuatan untuk mendorong pembangunan yang tidak hanya bertumpu pada pemerintah, tetapi juga melibatkan masyarakat, diaspora, pelaku usaha, serta berbagai elemen yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan daerah.

Potensi budaya, pariwisata, pertanian, dan sumber daya manusia yang dimiliki Toraja dapat menjadi modal penting apabila dikelola melalui kerja sama yang berkelanjutan.

Dengan jaringan diaspora yang semakin luas, PMTI memiliki peluang untuk mempertemukan sumber daya, gagasan, dan pengalaman dari berbagai wilayah demi mendukung kemajuan kampung halaman.

Bagi masyarakat Toraja, hubungan dengan kampung halaman bukan sekadar ikatan geografis, melainkan juga keterikatan budaya, sejarah, dan nilai kekeluargaan yang diwariskan lintas generasi.

Karena itu, MUBES V PMTI menjadi momentum untuk memperkuat kembali komitmen bersama dalam menjaga identitas budaya sekaligus menjawab kebutuhan pembangunan masa kini.

Kepedulian diaspora, peluang pengembangan pertanian, penguatan kopi Toraja, dan perluasan jaringan internasional merupakan sejumlah potensi yang dapat dikembangkan melalui koordinasi dan kerja sama yang terarah.

Harapannya, PMTI semakin mampu menjalankan perannya sebagai wadah pemersatu masyarakat Toraja serta penghubung antara potensi diaspora dan kebutuhan pembangunan di kampung halaman.

Dengan semangat “Simpul, Distribusi, Solusi”, MUBES V PMTI diharapkan melahirkan langkah-langkah strategis yang memperkuat persaudaraan, membuka peluang kolaborasi, dan mendorong terwujudnya Toraja yang semakin maju, produktif, serta dikenal luas sebagai destinasi pariwisata dan pusat kebudayaan yang membanggakan Indonesia.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *