Tria Woelandary, Pemilik Orange Laundry Semarang: Bangun 13 Cabang dalam 15 Tahun Lewat Strategi Sistematis

banner 468x60

Tria Woelandary, Pemilik Orange Laundry Semarang: Bangun 13 Cabang dalam 15 Tahun Lewat Strategi Sistematis

Jakarta, 13 September 2026 –

 

Tria Woelandary, pemilik usaha Orange Laundry yang berbasis di Semarang, menjadi salah satu sorotan utama dalam gelaran Festival Laundry Indonesia yang diselenggarakan oleh Asosiasi Laundry Indonesia (ASLI).

Dalam wawancara eksklusif di sela-sela acara, Wulan mengungkapkan perjalanan bisnisnya selama 15 tahun hingga kini berhasil mengelola 13 cabang dengan dukungan sekitar 50 karyawan.

Saat ini, Wulan juga mencatatkan namanya sebagai salah satu dari 10 besar finalis dalam kompetisi bergengsi tersebut. Ia dijadwalkan untuk tampil mempresentasikan bisnisnya pada pukul 16.00 WIB hari ini.

Strategi Ekspansi: Sistem Dulu, Baru Duplikasi

Berbicara mengenai kunci keberhasilan mengembangkan usahanya hingga memiliki belasan cabang, Wulan menekankan pentingnya fondasi yang kuat sebelum melakukan ekspansi.

Menurutnya, banyak pengusaha gagal karena terburu-buru membuka cabang tanpa sistem yang matang.

“Strategi utama kami adalah membangun sistem terlebih dahulu. Setelah sistem berjalan, kami memperkuat sumber daya manusia (SDM)-nya. Baru ketika semuanya sudah settle atau stabil, kami melakukan duplikasi ke cabang berikutnya,” ujar Wulan.

Pendekatan konservatif namun terukur ini terbukti efektif membuat bisnisnya bertahan di tengah dinamika industri jasa laundry yang kompetitif. Hingga saat ini, Orange Laundry telah beroperasi selama kurang lebih 15 tahun.

Tantangan dan Pentingnya Upgrade Diri

Menghadapi tantangan bisnis yang tidak pernah statis, Wulan mengakui bahwa jatuh bangun dalam usaha adalah hal yang wajar. Namun, kuncinya terletak pada kemampuan beradaptasi dan terus belajar.

“Tantangan pasti ada, jatuh bangun bisnis juga pasti ada. Tetapi bagaimana caranya kita terus upgrade diri? Kami terus memperbanyak ilmu dan wawasan dengan belajar dari berbagai sumber, baik secara daring (online) maupun mengikuti pendidikan langsung di Jakarta atau kota lainnya,” jelasnya.

Bagi Wulan, lokasi bukanlah batasan untuk menimba ilmu. “Pokoknya di mana ada pendidikan, saya akan ikuti. Ini penting agar wawasan kita lebih baik sehingga bisnis semakin meningkat,” tambahnya.

Harapan Melalui Komunitas ASLI

Kehadiran Festival Laundry Indonesia yang digagas oleh Asosiasi Laundry Indonesia (ASLI) dinilai Wulan sebagai wadah vital bagi para pelaku usaha laundry di seluruh Nusantara. Ia berharap adanya komunitas ini dapat mendorong pertumbuhan industri laundry nasional.

“Harapannya tentunya dengan adanya komunitas dan asosiasi ini, bisnis laundry di Indonesia bisa semakin berkembang dan semakin maju,” pungkas wanita yang bernama lengkap Tria Woelandary tersebut.

Acara Festival Laundry Indonesia ini sendiri bertujuan untuk mempertemukan para pengusaha laundry, berbagi praktik terbaik (best practices), serta memberikan apresiasi kepada anggota yang berprestasi seperti Tria Woelandary.

Tentang Orange Laundry

Orange Laundry adalah jaringan usaha jasa binatu yang didirikan oleh Tria Woelandary di Semarang. Berdiri sejak sekitar tahun 2011, perusahaan ini kini telah memiliki 13 cabang operasional dengan total tenaga kerja mencapai 50 orang, melayani ribuan pelanggan di area Semarang dan sekitarnya dengan standar pelayanan berbasis sistem yang terintegrasi.

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *