Dr. Nasruddin Djoko Surjono, S. T, S. IP, MSE, MBA (Kepala Dinas Perpustakaan & Kearsipan DKI Jakarta): Sambut 500 Tahun Jakarta, Dispusip DKI Jakarta Dorong Gerakan Menulis Buku dan Penguatan Literasi Generasi Muda
Jakarta, Cosmopolitanpost.com
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) DKI Jakarta menegaskan komitmennya untuk tidak sekadar menjadikan perpustakaan sebagai tempat penyimpanan buku, tetapi juga sebagai pusat aktivitas, ruang diskusi, dan wadah kreativitas masyarakat. Langkah ini diambil guna meningkatkan literasi dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam menyongsong usia 500 tahun Kota Jakarta.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI Jakarta, Dr. Nasruddin Djoko Surjono, S. T, S. IP, MSE, MBA, di sela-sela kegiatan bedah buku dan diskusi mendalam bertajuk “The Secret Weakness of Every Great Power” di Perpustakaan Jakarta Nyi Ageng Serang, Jakarta Selatan.
Diskusi ini membedah karya terbaru Dr. Eko Surya Lesmana, yang menyoroti bagaimana pola keruntuhan entitas-entitas besar sepanjang sejarah dapat menjadi petunjuk krusial bagi para pemimpin pemerintahan, militer, dan korporasi modern agar terhindar dari ketidakpedulian atas kelemahan internal (blind spots).
Dr. Nasruddin Djoko Surjono, S. T, S. IP, MSE, MBA menekankan bahwa keberadaan gedung perpustakaan yang modern dan ketersediaan fasilitas yang lengkap harus diimbangi dengan ruang-ruang bertukar gagasan, seperti kegiatan bedah buku dan resensi buku secara produktif.
”Problem utama perpustakaan bukan hanya soal ketersediaan buku atau fasilitas, tetapi bagaimana kita menciptakan aktivitas dan ruang bertukar gagasan di dalamnya. Kami ingin buku tidak hanya terpajang di rak, tetapi dibuka, dibahas, dan didiskusikan,” ujar Kepala Dinas.
Inspirasi dari Buku Karya Anak Bangsa & Rekor MURI
Dalam kesempatan tersebut, Kadis Dispusip mengapresiasi peluncuran buku karya Penulis (Dr. Eko Surya Lesmana) yang berlatar belakang Ekonomi UI dan pakar manajemen risiko BPKH.
Menurutnya, karya yang telah diterbitkan di platform global seperti Amazon tersebut membahas isu relevan yang jarang didiskusikan publik dan patut menjadi pemantik semangat bagi generasi muda.
Melanjutkan kesuksesan program Karya Raya tahun lalu—yang berhasil memecahkan Rekor MURI dengan mencetak 1.800 buku karya pelajar SD, SMP, hingga SMA se-DKI Jakarta—Dispusip DKI merencanakan Gerakan Menulis Buku bagi seluruh lapisan masyarakat.
Gerakan Menulis Seputar Jakarta
Menjelang 500 Tahun
Menjelang peringatan setengah milenium (500 tahun) Jakarta, Dispusip DKI Jakarta mengajak masyarakat, penggiat literasi, serta generasi milenial untuk menyumbangkan kado berupa karya tulis tentang Jakarta dari berbagai sudut pandang.
Beberapa topik menarik yang didorong untuk didokumentasikan antara lain:
”Toponimi Sejarah: Mengulas asal-usul nama jalan, wilayah, atau daerah di Jakarta (seperti sejarah nama ‘Tebet’ dan wilayah lainnya).
*Kuliner Khas: Mendokumentasikan warisan resep tradisional dan sejarah kuliner khas Jakarta.
*Bahasa & Kebudayaan Local: Menuliskan keunikan dialek, bahasa, serta kebiasaan masyarakat Betawi/Jakarta.
”Kami ingin memantik gerakan bersama. Hasil karya masyarakat ini nantinya akan kami kumpulkan dan menjadi bagian dari koleksi resmi Perpustakaan Jakarta agar bisa dibaca oleh generasi mendatang,” pungkasnya.
Melalui penguatan budaya baca dan gerakan menulis ini, Pemprov DKI Jakarta berharap perpustakaan dapat terus bertransformasi menjadi pusat peradaban dan literasi digital yang adaptif bagi perkembangan anak muda di era modern.
***











