Jakarta, Cosmopolitanpost.com
Jakarta, 30 Juli 2026 – PT Janu Putra Sejahtera Tbk (AYAM), perusahaan emiten peternakan unggas terintegrasi asal Yogyakarta, hari ini menggelar Paparan Publik (Public Expose) Tahunan Buku 2025.
Acara diselenggarakan secara hybrid dari Gedung Cyber 2, Jakarta Selatan, dan dihadiri oleh jajaran Direksi, pemegang saham, serta analis pasar modal.
Dalam paparan tersebut, manajemen memaparkan evaluasi kinerja keuangan tahun 2025, realisasi performa Kuartal I-2026, serta arah strategis perusahaan untuk menangkap potensi pertumbuhan permintaan protein hewani nasional.
Kinerja Keuangan dan Operasional Tahun 2025 menjadi periode yang penuh dinamika bagi industri perunggasan nasional akibat fluktuasi harga pakan dan rantai pasok. Menghadapi tantangan tersebut, Perseroan berhasil menjaga kekuatan neraca keuangan dengan total aset terkendali.
Untuk Total Penjualan 2025: Mencapai Rp267,06 miliar, naik sebesar 9,12 % dibandingkan tahun sebelumnya. Performa Kuartal I-2026: Perseroan membukukan penjualan sebesar Rp56,39 miliar dengan total aset yang tumbuh positif menjadi Rp520,44 miliar hingga posisi 31 Maret 2026, sementara Total Aset 2025: Tercatat sebesar Rp510,50 miliar.
Fokus Strategis 2026: Efisiensi dan Hilirisasi
Manajemen AYAM menetapkan tahun 2026 sebagai momentum penguatan kapasitas operasional guna memacu efisiensi biaya produksi. Tiga pilar strategi utama Perseroan meliputi:
1. Pembangunan Hatchery Mandiri
Perseroan merealisasikan pembangunan fasilitas penetasan (hatchery) modern di Kulon Progo, Yogyakarta. Fasilitas ini ditargetkan meningkatkan efisiensi produksi Day Old Chick (DOC), baik untuk parent stock maupun final stock.
2. Ekspansi Bisnis Ayam Petelur Komersial
Memperbesar porsi bisnis peternakan ayam petelur untuk menciptakan arus kas (cash flow) yang lebih stabil dan berkelanjutan.
3. Peluang Program Ketahanan Pangan Pemerintah
Perseroan bersiap mengoptimalkan serapan pasar dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diproyeksikan memicu pertumbuhan produksi ayam ras nasional hingga 10,95%.
Direktur PT Janu Putra Sejahtera, Fadhl Muhammad Firdaus menyampaikan: “Meskipun kondisi pasar perunggasan dalam setahun terakhir bergerak fluktuatif, kami melihat ruang optimisme yang sangat besar di tahun 2026. Dengan kepemilikan hatchery mandiri di Kulon Progo nantinya, kami dapat menekan biaya logistik dan menjaga kualitas bibit ayam secara mandiri. Langkah integrasi hulu ke hilir ini akan memperkuat daya saing AYAM di pasar domestik, khususnya wilayah Jawa dan Bali”.
[Red-Hendra]











