SPINDO Catat Pertumbuhan Laba Dua Digit dan Penguatan Margin pada Semester I 2026

banner 468x60

Jakarta, Cosmopolitanpost.com

Jakarta, 29 Juli 2026 – PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (“ISSP”) membukukan pendapatan sebesar Rp2,84 triliun pada Semester I 2026, tumbuh 8,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Perseroan juga mencatatkan laba bersih sebesar Rp240,5 miliar, tumbuh 12,7% secara tahunan.

Dari sisi beban operasional, beban umum dan administrasi bertambah 43,7% YoY, dikarenakan oleh perubahan metode akrual untuk THR dan bonus, sehingga pembebanannya didistribusikan secara merata pada setiap kuartal.

Sementara itu, pelemahan nilai tukar turut mendorong kenaikan beban lain-lain sebesar 186% YoY. Di sisi lain, penurunan beban bunga atas obligasi dan sukuk berhasil menekan beban keuangan hingga 15% YoY.

Secara keseluruhan, total beban operasional dan beban lainnya tercatat sebesar Rp294 miliar.

Kenaikan total aset terutama berasal dari peningkatan nilai persediaan yang dipengaruhi oleh barang dalam perjalanan (goods in transit) yang masih tercatat sebagai persediaan pada akhir periode.

Selain itu, peningkatan persediaan juga mencerminkan bertambahnya bahan baku dan barang jadi seiring dengan tingginya permintaan proyek sepanjang kuartal II 2026.

Tingginya permintaan proyek juga turut meningkatkan kebutuhan modal kerja Perseroan, tercermin dari tingginya nilai persediaan, piutang usaha, dan utang usaha.

Faktor ini menyebabkan utang bank jangka pendek mengalami peningkatan signifikan dan total liabilitas naik 46% dibanding kuartal I.

Kondisi tersebut juga mempengaruhi rasio keuangan yaitu Debt-to-Equity Ratio (DER) menjadi sebesar 0,81 kali.

Meskipun demikian, rasio likuiditas Perseroan tetap terjaga, dengan aset lancar sebesar Rp6,34 triliun dan liabilitas lancar sebesar Rp3,10 triliun, menghasilkan current ratio sebesar 205%.

Arus kas bersih yang digunakan untuk operasional tercatat sebesar Rp1,10 triliun, nilai ini mencerminkan peningkatan kebutuhan modal kerja, termasuk pembayaran kepada pemasok dan penambahan persediaan untuk mendukung kebutuhan produksi dan proyek.

Perseroan juga melakukan pembayaran obligasi dan sukuk sebesar Rp500,55 miliar sebagai bagian dari pengelolaan jatuh tempo dan struktur pendanaan.

Dengan pengelolaan arus kas dan struktur pendanaan tersebut, posisi kas Perseroan tetap terjaga dengan saldo kas akhir sebesar Rp680 miliar pada akhir Semester I 2026.

Dari sisi ekspansi, pembangunan Unit 7 di Gresik terus menunjukkan perkembangan positif. Fasilitas warehouse dan lini produksi pipa berdiameter hingga 8 inci sudah beroperasi, sementara mesin untuk lini produksi pipa hingga 20 inci sedang dalam proses pengiriman.

Kehadiran fasilitas baru ini diharapkan dapat memperluas portofolio produk, khususnya untuk segmen produk bernilai tambah dan bermargin lebih tinggi yang sebelumnya belum dapat diproduksi oleh Perseroan.

Perseroan tetap berkomitmen untuk memperkuat kinerja operasional sekaligus menjaga struktur keuangan yang sehat di tengah dinamika ekonomi global.

Ke depan, ISSP akan terus mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan dengan tetap mengedepankan keseimbangan antara kinerja keuangan, tanggung jawab sosial, dan aspek lingkungan.

[Red-Hendra]

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *