Gelar Seminar Nasional Kewirausahaan Dorong Lahirnya Ekosistem Agripreneur Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas 2045

banner 468x60

Jakarta, Cosmopolitanpost.com

Jakarta, 15 Juli 2026 – Kementerian Pertanian Republik Indonesia bersama Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (PERHEPI) menyelenggarakan Seminar Nasional Kewirausahaan bertajuk “Membangun Ekosistem Kewirausahaan Berkelanjutan untuk Mendorong Produktivitas, Inovasi, dan Transformasi Ekonomi Menuju Indonesia Emas 2045.”

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 16 Juli 2026, di Auditorium Gedung F Kementerian Pertanian RI, Ragunan, Jakarta Selatan, menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan generasi muda dalam membangun ekosistem kewirausahaan, khususnya di sektor pertanian.

Seminar tersebut menghadirkan Menteri Pertanian RI Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P. dalam sesi opening speech, Menteri PPN/Kepala Bappenas Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, M.S. sebagai keynote speaker, serta Ketua Umum PERHEPI Prof. Dr. Ir. Nunung Nuryartono, M.Si. yang memberikan sambutan.

Sejumlah narasumber turut hadir, di antaranya Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dr. Idha Widi Arsanti, S.P., M.P., Pengurus PERHEPI Dr. Etriya, S.P., M.M., serta Young Ambassador Agriculture Gunawan Wibisana.

Dalam keterangannya kepada awak media, Kepala BPPSDMP Dr. Idha Widi Arsanti menegaskan bahwa kewirausahaan pertanian memiliki peran penting dalam mendorong peningkatan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat regenerasi sumber daya manusia pertanian.

“Seminar kewirausahaan ini merupakan bentuk kerja sama antara PERHEPI dan Kementerian Pertanian. Kewirausahaan pertanian memiliki makna penting karena kita terus mendorong agar kewirausahaan dapat dilakukan oleh para petani di lapangan,” ujar Idha.

Menurutnya, pengembangan kewirausahaan membutuhkan sinergi antara akademisi, birokrasi, pelaku usaha, dan pemerintah. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem kewirausahaan yang kuat dan berkelanjutan.

“Para pelaku usaha tentu membutuhkan dukungan, baik berupa kebijakan maupun berbagai dukungan lainnya dari pemerintah. Kami berharap dukungan tersebut dapat diberikan secara efektif untuk mendukung kewirausahaan pertanian bagi para petani,” jelasnya.

Idha juga menekankan pentingnya mendorong generasi muda, khususnya kaum milenial, untuk terjun dan mengembangkan usaha di sektor pertanian. Menurutnya, regenerasi petani merupakan tantangan penting yang harus dijawab bersama.

“Anak-anak muda milenial harus terus didorong agar dapat bekerja dan mengembangkan usahanya di sektor pertanian. Kita harus terus memperkuat regenerasi petani,” tambahnya.

Sementara itu, Dr. Maliki, ST., MSIE., Ph.D., yang mewakili PERHEPI sebagai Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Kependudukan, dan Ketenagakerjaan, menyampaikan bahwa pengembangan kewirausahaan merupakan salah satu agenda strategis nasional.

Ia menjelaskan bahwa penciptaan wirausahawan produktif menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperkuat kelas menengah Indonesia.

“Salah satu prioritas yang diusung oleh Presiden untuk lima tahun ke depan adalah bagaimana menciptakan wirausahawan yang produktif dan mampu berkembang. Ini menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan kelas menengah kita,” ungkapnya.

Menurutnya, Kementerian Pertanian memiliki posisi strategis dalam mendorong lahirnya wirausahawan baru di sektor pertanian. Dengan dukungan ekosistem yang kuat, sektor pertanian diharapkan mampu menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda sekaligus membuka lapangan kerja baru.

Ketua Umum PERHEPI Prof. Dr. Ir. Nunung Nuryartono, M.Si. menambahkan bahwa kewirausahaan merupakan pilar penting dalam meningkatkan daya saing Indonesia, tidak hanya di sektor pertanian, tetapi juga di berbagai sektor lainnya.

“Kami menyambut baik kerja sama dengan Kementerian Pertanian dan Bappenas dalam membangun generasi muda agar semakin banyak melihat sektor pertanian sebagai sektor yang menjanjikan,” kata Nunung.

Ia menyebutkan bahwa berdasarkan berbagai informasi dari jaringan akademisi dan komisariat PERHEPI, semakin banyak generasi muda yang mulai tertarik untuk bergerak di sektor pertanian.

“Kita ingin membangun kerja sama yang baik dengan berbagai program pemerintah. Saya kira ini akan menciptakan ekosistem yang benar-benar menjadikan petani kita lebih baik dan lebih kuat, dengan kontribusi yang signifikan,” tuturnya.

Nunung berharap berbagai program kewirausahaan dan inovasi yang dikembangkan mampu melahirkan terobosan-terobosan baru yang pada akhirnya dapat meningkatkan produktivitas serta daya saing Indonesia.

Seminar Nasional Kewirausahaan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang produktif, inovatif, inklusif, dan berkelanjutan.

Dengan semakin kuatnya sinergi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, serta generasi muda, sektor pertanian diharapkan mampu menjadi salah satu motor utama transformasi ekonomi nasional dan turut mewujudkan cita-cita besar Indonesia Emas 2045.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *