Jakarta, Cosmopolitanpost.com
Jakarta, 23 Juni 2026 – Krista Exhibitions Group resmi meluncurkan penyelenggaraan Krista InterFOOD 2026 yang akan digelar pada tanggal 4-7 November 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Tangerang, Banten.
Krista InterFOOD 2026 merupakan salah satu pameran industri makanan dan minuman terbesar di Indonesia dengan target menghadirkan sekitar 1.500 peserta dari 25 negara.
Tidak hanya menjadi ajang bisnis, pameran ini juga diharapkan mampu memperkuat ekosistem industri makanan, minuman dan horeca (hotel, restoran, cafe), serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata berbasis gastronomi di Indonesia.
CEO Krista Exhibitions, Daud D Salim, menyampaikan apresiasi pada Kementerian Pariwisata Republik Indonesia atas dukungan yang diberikan terhadap penyelengaraan pameran yang telah menjadi salah satu agenda strategis industri makanan dan minuman nasional.
”Selama lebih dari 32 tahun Krista Exhibitions berdiri dan telah 27 tahun terakhir kami dedikasikan untuk pengembagan industri makanan dan minuman melalui InterFOOD, dan satu hal yang tak pernah berubah yaitu komitmen dan konsitensi untuk memberikan yang terbaik bagi Indonesia,” kata Daud dalam sesi konferensi pers yang digelar di Balairung Soesilo Sordarman, Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Jakarta (23/6/26).
InterFOOD Dibangun dari Ide dan Keyakinan Anak Bangsa
Daud kembali menegaskan bahwa InterFOOD bukanlah merek yang diakuisisi atau diwariskan dari pihak lain, ini merupakan dari gagasan, keyakinan, kerja keras dan komitmen untuk memberikan panggung yang layak bagi industri makanan dan minuman.
”Krista InterFOOD merupakan platform nasional yang menjembatani industri makanan dan minuman Indonesia dengan pasar global. Kami menciptakan ruang untuk berkolaborasi, inovasi, investasi dan peluang ekspor yang lebih besar bagi pelaku usaha Indonesia,” kata Daud.
Salah satu inovasi yang dihadirkan pada Krista InterFOOD 2026 adalah program Hosted Buyers. Melalui program ini, Krista Exhibitions akan menyediakan sekitar 1.200 malam penginapan hotel bagi para pembeli terpilih yang diundang menghadiri pameran.
Program tersebut tidak hanya menyasar pelaku bisnis dari wilayah Jabodetabek, tetapi juga dari berbagai kota besar seperti Surabaya, Bandung, Makassar, Palembang, Medan, hingga Kalimantan. Selain itu, buyer internasional juga akan menjadi bagian penting dalam program ini.
Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas peluang bisnis, mempercepat proses transaksi, serta membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha makanan dan minuman Indonesia.
Sementara itu, Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Rizki Handayani Mustafa, menegaskan bahwa Kementerian Pariwisata menyambut baik penyelenggaraan Krista InterFOOD 2026 karena memiliki kontribusi besar dalam membangun ekosistem industri makanan, minuman, dan pariwisata nasional.
“Yang dibangun oleh Krista InterFOOD bukan hanya sebuah pameran, tetapi sebuah ekosistem yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, media, komunitas, hingga investor. Ekosistem seperti inilah yang akan memperkuat daya saing industri Indonesia ke depan,” kata Rizki.
Menurutnya, sektor kuliner merupakan salah satu kekuatan utama pariwisata Indonesia karena menjadi bagian dari identitas budaya bangsa yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Rizki menilai keberagaman kuliner Indonesia yang berasal dari ratusan etnis dan budaya merupakan modal besar untuk memperkuat posisi Indonesia di pasar internasional.
“Karena itu, pameran seperti Krista InterFOOD menjadi sarana strategis untuk memperkenalkan potensi tersebut sekaligus menjadi katalisator pertumbuhan industri makanan dan minuman juga memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat industri horeca dan hospitality terbesar di kawasan Asia Tenggara,” tutup Rizki.
[Red-Hendra]











