Di InaBuyer Expo 2026, Gede Bayu Suparta Dorong Regulasi Sinar-X Lebih Adaptif

banner 468x60

Di InaBuyer Expo 2026, Gede Bayu Suparta Dorong Regulasi Sinar-X Lebih Adaptif

 

Jakarta, 5 Mei 2026 —

 

Prof. Drs. Gede Bayu Suparta, M.S., Ph.D., Inovator Alat Kesehatan dari Departemen Fisika Universitas Gadjah Mada sekaligus Founder PT Madeena Karya Indonesia, menghadiri ajang InaBuyer B2B2G Expo 2026 yang digelar pada 5–7 Mei 2026 di Gedung SMESCO Indonesia, Selasa (5/5).

Dalam wawancara dengan awak media, Gede Bayu Suparta mengungkapkan tantangan besar yang dihadapi industri alat kesehatan dalam negeri, khususnya terkait regulasi penggunaan teknologi sinar-X yang dinilai masih memberatkan pelaku usaha nasional.

Menurutnya, hingga saat ini regulasi yang diterapkan masih mengategorikan teknologi sinar-X setara dengan teknologi nuklir, sehingga prosedur dan persyaratannya menjadi sangat ketat. Hal ini dinilai kurang berpihak kepada pelaku industri, terutama RS daerah, Klinik dan Puskesmas yang potensial memberikan layanan radiologi untuk pemeriksaan kesehatan (MCU). Juga UMKM seperti produsen makanan dalam kemasan, industri elektronik, kerajinan khusus, komponen industri, dll

“Selama ini kami terus bertahan dan memenuhi seluruh persyaratan, meskipun regulasinya sangat berat. Padahal, penggunaan sinar-X dalam konteks alat medis yang kami kembangkan telah terbukti aman dan tidak menimbulkan dampak berbahaya seperti yang sering dikhawatirkan,” ujarnya.

Ia berharap adanya peninjauan kembali kebijakan dari pemerintah, khususnya kementerian terkait, agar regulasi dapat lebih adaptif dan mendukung pertumbuhan industri dalam negeri tanpa mengabaikan aspek keselamatan.

Gede juga menjelaskan bahwa selama lebih dari 30 tahun pengembangan, produk-produk yang dihasilkan telah melalui berbagai uji coba dan terbukti potensial digunakan dengan berbagai macam produk UMKM. Namun, proses adopsi di pasar masih menghadapi tantangan akibat regulasi yang kompleks dan kurang fleksibel.

Melalui PT Madeena Karya Indonesia, pihaknya berkomitmen menghadirkan solusi teknologi kesehatan yang terjangkau dan berkualitas, termasuk layanan berbasis teknologi radiasi yang aman bagi tenaga kerja dan masyarakat.

Juga untuk industri manufaktur.
“Kami ingin menghadirkan layanan inspeksi produk industri yang lebih kompetitif, memastikan kualitas produk yang terjamin yaitu tepat bahan, tepat isi, tepat ukuran, dan tidak ada benda asing atau kontaminan. Serta mendukung kesehatan para pekerja di sektor UMKM melalui teknologi layanan medical check up (MCU) yang kami kembangkan,” tambahnya.

Ia juga menegaskan bahwa inovasi dan konsistensi menjadi kunci utama dalam membangun industri teknologi dalam negeri. Sejak mendirikan perusahaan pada 2012, pihaknya terus melakukan riset dan pengembangan untuk memastikan produk mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Melalui momentum InaBuyer B2B2G Expo 2026, Gede berharap kolaborasi antara pemerintah, industri, dan akademisi dapat semakin diperkuat guna menciptakan ekosistem inovasi yang sehat dan berkelanjutan di Indonesia.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *