BERSAMA SANG ADIK, ENDA WARISI BISNIS KULINER KELUARGA

BERSAMA SANG ADIK, ENDA WARISI BISNIS KULINER KELUARGA

- in Featured, Nasional
195
0

BERSAMA SANG ADIK, ENDA WARISI BISNIS KULINER KELUARGA
 
Jakarta, Gramediapost.com
 
“Berdoa, tetap semangat, fokus, konsisten, dan tidak berputus asa. Kritikan adalah masukan yang membangun. Semua dijalani dengan penuh keikhlasan. Masalah bukan sebagai sesuatu yang membuat susah, tetapi menjadi ujian kehidupan yang pada waktunya akan menemui titik penyelesaian,” tegas di Jakarta Selatan Enda baru-baru ini.
Enda bersama dua saudara perempuannya mewarisi bisnis keluarga di bidang kuliner asal daerah kelahiran orangtua mereka di Makassar (Sulawesi Selatan). Sebagai warga perantau di Jakarta, tahun 1980-an, bersama keenam anak mereka, orangtua Enda memutuskan untuk menekuni usaha kuliner. Rumah Makan Coto Makassar Ampera Daeng Memang berdiri di Jalan Ampera Raya 17, Cilandak Timur (Jakarta Selatan). Memulai usaha dengan membagikan menu kepada orang-orang kantoran sebagai promo gratis selama satu minggu penuh. Setelah masa promo berakhir, aktivitasnya semakin disibukkan dengan pelayanan kepada pelanggan. Tak urung, sejumlah pekerja pun didaulat untuk membantu menjalankan roda usaha tersebut.
Seiring bergulirnya waktu, usaha kulinernya berhasil menggaet banyak pelanggan. Setiap hari, Senin – Minggu selama pukul 08.00 – 20.00 WIB (saat tidak pandemi hingga pukul 21.00 WIB) selalu dipadati pelanggan. Terkecuali selama bulan Ramadhan sampai libur Lebaran (selama 40 hari). Menu yang disajikan berbahan dasar olahan Daging Sapi pilihan, antara lain; Coto, Sop Konro, dan Konro Bakar. Selain juga hidangan Ikan Bakar Laut segar.
“Sewaktu orangtua memulai usaha, ketika itu saya baru lulus sekolah atas (SMA), sehingga belum banyak terlibat dalam usaha ini Terlebih, setelah lulus SMA, saya kuliah di program studi PR (Public Relations) di Interstudi,” tutur Enda ketika ditemui di sela-sela kesibukannya melayani para pelanggan.
Selesai kuliah, wanita kelahiran Jakarta, 4 Maret 1972 ini harus mengikuti suami yang berdinas sering berpindah tugas dari satu daerah ke daerah lainnya. Hingga kemudian, dia memutuskan berfokus bergabung bersama keluarga ikut menjalankan roda-roda usaha orangtuanya sepeninggal sang suami mangkat tahun 2013. Usaha kuliner yang dirintis orang tuanya berkembang pesat, yang artinya membutuhkan lebih banyak tenaga untuk bisa melayani para pelanggan. “Sampai sekarang kami mempekerjakan 10 karyawan,” kata ibu dua anak ini, “Saya sendiri membantu usaha orangtua ini bersama dua adik perempuan saya,” tambah anak pertama dari 6 bersaudara ini.
Pengetahuan semasa meniti bangku perkuliahan turut membantunya dalam menjalankan usaha tersebut. Menurutnya, ada dua PR (Public Relation), yaitu PR Marketing dan PR Perusahaan. Ia menjelaskan, PR Marketing diterapkannya dengan selalu menjaga kualitas makanan yang ditawarkan kepada para pelanggannya. Sementara itu, PR Perusahaan ia lakukan dengan menjaga hubungan baik dengan para pelanggan, misalnya bersikap sopan, selalu ramah, meskipun ada komplain tentang makanan, kita tetap harus melayaninya dengan baik.
“Ada komplain pun kita terima dengan baik sebagai evaluasi. Sebagai masukan supaya ke depan kita bisa lebih baik,” paparnya, “Kalau hanya satu orang yang complain, saya abaikan. Tapi kalau banyak, baru saya jadikan masukan”.
Lebih lanjut, dalam kaitan dengan PR Marketing, selain mejaga kualitas, ia memandang perlu adanya promosi. Lalu, mengapa perlu bergabung dengan bisnis periklanan online MeMiles? “Untuk dikenal tentu sudah. Tetapi seputar lingkup di wilayah Jakarta Selatan. Saya mau, bisnis keluarga yang saya jalankan dikenal di seantero negeri. Ketika orang-orang di Makassar tahu bahwa ada kuliner khas daerahnya di Jakarta, maka mereka akan singgah untuk menikmati ketika mereka berkunjung di Jakarta,” paparnya. (epa)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You may also like

Puan Maharani Ketahanan Pangan Penting, Tapi Petani Juga Harus Sejahtera

Post Views: 1   Puan Maharani Ketahanan Pangan