Jakarta, Cosmopoiltanpost.com
Jakarta, 6 Oktober 2026 – Ketika kejujuran sering terdengar sederhana, mengatakan yang sebenarnya, tidak menyembunyikan sesuatu, dan berani mempertanggungjawabkan apa yang kita katakan.
Namun, ketika kejujuran datang tanpa kompromi dan tanpa filter, harganya bisa menjadi jauh lebih mahal.
Pertanyaan itulah yang menjadi salah satu gagasan utama dalam film Bapak Paling Jujur, kisah drama komedi persembahan Cahaya Pictures bersama Studio Antelope, disutradarai oleh Fajar Nugros dengan skenario dari Rino Sarjono.
Tokoh utama film ini, Jonas Prakoso yang diperankan oleh Andovi da Lopez, adalah seorang calon gubernur yang terbiasa membangun citra dan menjaga setiap kata yang keluar dari mulutnya.
Semua berubah ketika sebuah kutukan dari neneknya membuat Jonas kehilangan kemampuan untuk berbohong.
Namun persoalannya bukan sekadar tidak bisa berbohong. Jonas juga kehilangan filter. Apa yang ada di kepalanya bisa langsung keluar begitu saja, termasuk hal-hal yang seharusnya disimpan, dipikirkan ulang, atau disampaikan dengan cara yang lebih tepat.
Kejujuran yang seharusnya menjadi kekuatan justru mulai membawa konsekuensi dalam kampanye, pekerjaan, hubungan keluarga, hingga kehidupan pribadinya.
Dari situ, Bapak Paling Jujur membawa pertanyaan yang lebih jauh: ketika kejujuran menjadi pilihan yang tidak bisa ditawar, seberapa siap seseorang menghadapi harga yang harus dibayarnya?
“Kalau kita membangun kehidupan dan kesuksesan kita di atas fondasi kebohongan, apa yang terjadi ketika suatu hari kita tidak bisa berbohong lagi?” ujar Aoura Lovenson Chandra, Produser Cahaya Pictures.
“Kejujuran memang mahal dan tidak selalu mudah. Tetapi bagi seorang pemimpin dan wakil rakyat, kejujuran seharusnya bukan sebuah pilihan, melainkan komitmen dan tanggung jawab. Lewat film ini, kami ingin membicarakan hal tersebut dengan cara yang ringan dan menghibur, melalui kekacauan Jonas, penonton bisa tertawa, tetapi juga mungkin pulang dengan pertanyaan tentang arti kejujuran bagi dirinya sendiri,” sambungnya.
Bagi Fajar Nugros, persoalan kejujuran dalam cerita Bapak Paling Jujur tidak berdiri sendiri, melainkan berkaitan dengan bagaimana seseorang dalam membangun kepercayaan.
“Sebuah prestasi yang dibangun di atas kebohongan, seperti membangun istana pasir,” ujar
Fajar Nugros, sutradara.
“Pada akhirnya yang menentukan bukan hanya bagaimana sesuatu terlihat dari luar, tetapi juga fondasi yang menopangnya. Itulah yang menarik dari perjalanan Jonas ketika fondasi yang selama ini ia bangun mulai runtuh, ia dipaksa menghadapi konsekuensi dari setiap perkataan dan pilihannya,” katanya.
Premis Film Bapak Paling Jujur dengan Versi Indonesia
Premis Bapak Paling Jujur sebelumnya telah hadir melalui film Brasil O Candidato Honesto (2014) dan film Korea Selatan Honest Candidate (2020).
Versi Indonesia membawa premis tersebut ke dalam karakter, situasi, dan humor yang disesuaikan dengan konteks penonton Indonesia.
Meski menggunakan dunia kampanye dan politik sebagai latar, film ini pada dasarnya merupakan drama komedi tentang manusia dan cara mereka menjalani kehidupan dengan berbagai pilihan, pertimbangan, serta “filter” yang digunakan setiap hari.
Melalui situasi yang absurd dan menghibur, film ini memperlihatkan bahwa berkata jujur tidak selalu sederhana dan kejujuran tanpa tanggung jawab juga dapat membawa konsekuensi yang tidak terduga.

Selain Andovi da Lopez, film Bapak Paling Jujur menghadirkan ensemble cast yang terdiri dari Claresta Taufan, Benedictus Siregar, Soleh Solihun, Nayla D. Purnama, Lolox, Cing Abdel, TJ Ruth, Indy Barends, David Nurbianto, Akim Bagil, Mr. Keminggris, Rizki M. Firman, Jeremy Teti, Elwina (CeritaIbun), Mieke Shahir, dan pemain lainnya.
Dengan durasi 103 menit, tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 15 Oktober 2026.
[Red-Hendra]











