Siswantoyo ; “Pencak Silat Memiliki Potensi Besar Untuk Menjadi Cabang Olahraga Yang Mampu Mengharumkan Nama Indonesia Di Tingkat Dunia”
Jakarta, – Prof. Dr. Siswantoyo, M.Kes., AIFO dari PERPI Harmurti menghadiri Pelantikan Pengurus dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PB IPSI Masa Bakti 2026–2031., Sabtu (5/9/2026) di TMII Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan pentingnya memperkuat ekosistem pencak silat nasional sebagai bagian dari langkah strategis menuju pentas Olimpiade.
Menurut Siswantoyo, pencak silat memiliki potensi besar untuk menjadi cabang olahraga yang mampu mengharumkan nama Indonesia di tingkat dunia. Namun, perjalanan menuju Olimpiade membutuhkan sejumlah pembenahan dan program berkelanjutan, terutama dalam aspek pembibitan, kompetisi, pendidikan, hingga penguatan kelembagaan.
“PP IPSI merupakan satu wadah pencak silat seluruh Indonesia yang sudah cukup usia dan saat ini punya visi untuk rute Olympic. Untuk sukses agar pencak silat bisa dipertandingkan di Olimpiade, tentu ada banyak turunan yang harus diselesaikan,” ujar Siswantoyo dalam wawancara dengan awak media.
Ia menyoroti salah satu rekomendasi penting yang muncul dalam pembahasan komisi, yakni perlunya mendorong lahirnya Instruksi Presiden (Inpres) terkait pembinaan dan kompetisi pencak silat di tingkat nasional.
Menurutnya, Inpres tersebut dapat menjadi instrumen untuk memobilisasi dan memperkenalkan pencak silat secara lebih luas kepada peserta didik mulai dari sekolah dasar, sekolah menengah pertama hingga sekolah menengah atas.
“Tujuannya adalah memobilisasi seluruh siswa di sekolah dasar, SMP dan SMA untuk mengenal pencak silat dan belajar pencak silat. Ini merupakan satu proyek perubahan yang sangat besar apabila Inpres tersebut nanti dilaksanakan,” jelasnya.
Siswantoyo menilai implementasi program tersebut membutuhkan kolaborasi lintas kementerian dan pemangku kepentingan, termasuk kementerian yang menangani pendidikan dasar dan menengah serta pendidikan tinggi.
Selain penguatan pembinaan di dalam negeri, ia juga menekankan pentingnya strategi pencak silat menuju Olimpiade melalui organisasi internasional, Persilat (Persekutuan Pencak Silat Antarbangsa).
“Rute Olympic ini akan membawa bendera Indonesia dengan satu wadah Persilat di tingkat internasional. Misi untuk rute Olympic ini sudah menjadi satu komitmen dari Persilat dan PB IPSI, dengan dukungan stakeholder dan kementerian terkait,” katanya.
Ia menyebut Kementerian Pemuda dan Olahraga serta Kementerian Kebudayaan sebagai pihak yang memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan pencak silat sebagai olahraga sekaligus warisan budaya bangsa.
Lebih jauh, Siswantoyo mengapresiasi pelantikan kepengurusan PB IPSI periode 2026–2031 yang dirangkai dengan Rakernas. Menurutnya, forum tersebut menjadi momentum penting untuk memastikan berbagai rekomendasi dan program kerja dapat ditindaklanjuti secara konkret.
“Kesempatan saat ini untuk pelantikan dan pengukuhan pengurus PB IPSI periode 2026 sampai 2031 sekaligus melaksanakan Rakernas sangat bagus sekali, karena program yang dibuat oleh komisi-komisi akan ditindaklanjuti oleh PB IPSI dalam rangka pencak silat dari Indonesia menuju dunia,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa pencak silat tidak semata-mata harus dilihat sebagai olahraga prestasi. Di dalamnya terdapat nilai-nilai budaya dan pendidikan karakter yang sangat penting bagi generasi muda.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang mencintai budayanya sendiri. Kita perlu mengembangkan pencak silat sebagai aset budaya bangsa untuk bisa menyamai Korea dengan taekwondonya, Jepang dengan karatenya, sehingga Indonesia dengan pencak silatnya,” tutur Siswantoyo.
Menurutnya, pencak silat memiliki empat aspek utama, yakni mental spiritual, seni budaya, olahraga, serta aspek bela diri. Dari keempat aspek tersebut, mental spiritual menjadi fondasi penting dalam membangun karakter generasi muda.
“Pencak silat ini bisa dijadikan alternatif untuk nation and character building, untuk cinta tanah air dan pendidikan karakter,” tegasnya.
Siswantoyo berharap dukungan pemerintah, PB IPSI, Persilat, perguruan pencak silat, dunia pendidikan, serta seluruh stakeholder dapat semakin kuat sehingga cita-cita membawa pencak silat ke Olimpiade dapat diwujudkan.
“Untuk Olympic sangat didukung sekali oleh pemerintah. Semoga dengan pencak silat, Indonesia semakin dikenal dan pencak silat akan mendunia,” pungkasnya.











