Michael Abimanyu, Direktur Eksekutif IDPro, Dorong Pembangunan Data Center Berbasis Energi Terbarukan di Indonesia Timur untuk Capai Target Ekonomi 8% dan Generasi Emas 2045
JAKARTA, Cosmopolitanpost.com
Asosiasi Data Center Indonesia (IDPro) menegaskan komitmen strategis sektor teknologi informasi dalam mendukung visi pemerintah menuju “Generasi Emas 2045”. Melalui pemanfaatan momentum pertumbuhan ekonomi digital, IDPro menargetkan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional hingga mencapai 8%, sejalan dengan capaian yang telah dibuktikan oleh negara-negara Eropa melalui integrasi Data Center dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Michael Abimanyu, Direktur Eksekutif IDPro, dalam keterangannya hari ini menekankan bahwa Indonesia memiliki jendela peluang selama 3 hingga 8 tahun ke depan untuk memanfaatkan momentum ini guna mendongkrak ekonomi.
“Berdasarkan studi bersama lembaga internasional seperti World Bank, kami melihat bahwa kombinasi Data Center dan AI mampu mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8%. Ini bukan angan-angan, melainkan fakta yang sudah terjadi di Eropa. Dengan kekayaan geografis dan sumber daya energi yang melimpah, Indonesia sangat potensial mereplikasi kesuksesan tersebut,” ujar Michael.
Transisi Energi: Dari Fosil ke Terbarukan
Menanggapi tingginya konsumsi listrik Data Center yang mencapai 40% dari total biaya operasional, IDPro mendesak percepatan transisi energi dari bahan bakar fosil ke Energi Baru Terbarukan (EBT). IDPro mengapresiasi target pemerintah sebesar 100 GW pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), namun menekankan perlunya diversifikasi sumber energi.
“Kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan batu bara yang merusak lingkungan. Indonesia kaya akan geotermal dan potensi surya. Kami mengusulkan pemanfaatan kelebihan kapasitas (excess energy) dari produksi geotermal Pertamina yang saat ini sering terbuang (flaring). Dengan menangkap kelebihan 5 MW saja di berbagai titik, kita sudah bisa membangun Data Center skala kecil hingga menengah yang ramah lingkungan,” jelas Michael.
Selain itu, IDPro menyoroti potensi besar Pulau Bintan sebagai pusat Data Center hijau baru. Dengan lahan yang luas dan ketersediaan air yang memadai, Bintan diproyeksikan dapat mengembangkan PLTS hingga sepertiga wilayah pulau, menjadikannya ekosistem Data Center berbasis energi terbarukan yang siap menampung limpahan investasi dari Batam yang mulai jenuh.
Strategi Pemerataan: Membangun Infrastruktur Digital di Indonesia Timur
IDPro juga mengadvokasi perluasan peta jalan infrastruktur digital (Digital Infrastructure Roadmap) yang baru dirilis oleh Bappenas agar tidak terpusat di Jawa. Strategi ini mencakup pengembangan klaster Data Center di wilayah Indonesia Timur yang dekat dengan kabel laut internasional (subsea cable) untuk meminimalkan latensi.
“Kami mengusulkan pengembangan koridor Batam-Bintan-Karimun (BBK) serta ekspansi ke Bali, Sulawesi (Makassar-Manado), hingga Nusa Tenggara Timur (Rote Ndao). Rote Ndao, misalnya, hanya berjarak 300 km dari pantai barat Australia. Jarak yang sangat dekat ini ideal untuk penarikan kabel serat optik langsung, memangkas biaya, dan meningkatkan kecepatan akses data global,” tambah Michael.
Pengembangan di wilayah timur ini diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan infrastruktur digital tetapi juga memicu pertumbuhan ekonomi daerah dan pemerataan pembangunan.
Arsitektur AI Terdistribusi dan Keamanan Data
Sejalan dengan penyusunan Peta Jalan AI (AI Roadmap) bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Komdigi), IDPro mendorong penerapan arsitektur AI yang terdistribusi (distributed). Pendekatan ini memungkinkan pemrosesan data dilakukan lebih dekat dengan pengguna (local wisdom), mengakomodasi keragaman bahasa dan budaya daerah, serta mengurangi beban infrastruktur pusat.
“Dengan teknologi terdistribusi, Data Center tidak harus selalu berukuran raksasa (Gigawatt). Kita bisa membangun fasilitas skala kecil (di bawah Kilowatt) di kota-kota tingkat dua dan tiga, bahkan kabupaten. Ini akan mendorong pertumbuhan UMKM dan ekonomi digital hingga ke akar rumput,” ungkapnya.
Michael juga mengingatkan pentingnya aspek keamanan siber. IDPro telah merumuskan lima pilar utama keberlanjutan Data Center Indonesia yang mencakup:
1. Energi Terbarukan & Keberlanjutan (Renewable & Sustainability).
2. Keamanan Siber (Security).
3. Talenta Digital.
4. Kepatuhan Regulasi.
5. Inovasi Teknologi.
Kelima pilar ini akan menjadi dasar indeks standar Sustainable Data Center Indonesia yang akan segera diluncurkan.
Kolaborasi Lintas Sektor
Keberhasilan transformasi ini membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah, swasta, dan investor. IDPro terus melakukan advokasi aktif kepada berbagai kementerian, termasuk Bappenas, Komdigi, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dan Dewan Energi Nasional, untuk memastikan kebijakan yang kondusif bagi investasi infrastruktur digital hijau.
“Dengan kolaborasi yang solid dan fokus pada energi bersih serta pemerataan infrastruktur, target pertumbuhan ekonomi 8% dan visi Indonesia Emas 2045 bukanlah hal yang mustahil. Mari kita manfaatkan momen ini untuk membawa Indonesia menjadi pemain kunci dalam ekonomi digital global,” pungkas Michael.
Tentang IDPro
IDPro (Asosiasi Data Center Indonesia) adalah organisasi yang mewadahi para pelaku industri pusat data di Indonesia. IDPro berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan industri data center yang berkelanjutan, aman, dan inovatif guna mendukung transformasi digital nasional.











