Managing Director PT Porta Global Universal, Ketua Umum Asosiasi Importir dan Distributor Mainan Indonesia (AIMDI), Bart Nureka: AIMDI Dorong Indonesia Menjadi Eksportir Kekayaan Intelektual (Intellectual Property/IP) dan Karakter Lokal ke Panggung Global.
JAKARTA, 19 Agustus 2026 —
Industri mainan dan produk hiburan Indonesia dinilai memiliki peluang emas untuk bertransformasi. Tidak hanya berhenti sebagai pasar konsumtif bagi produk dan karakter dari luar negeri, Indonesia kini didorong untuk menjadi eksportir kekayaan intelektual (Intellectual Property/IP) dan karakter lokal ke panggung global.
Visi besar ini disampaikan oleh Managing Director PT Porta Global Universal sekaligus Ketua Umum Asosiasi Importir dan Distributor Mainan Indonesia (AIMDI), Bart Nureka, dalam kapasitasnya sebagai pembicara utama pada seminar di rangkaian Jakarta International Baby Products & Toys Expo and Indonesia Stationery Expo (IBTE) 2026, Rabu (19/08/2026).
Mengusung tema “Why Do Kidult Buy Toys They Don’t Need? Understanding The Emotional Value of Collectibles”, Bart membedah fenomena kidult (dewasa yang mengoleksi mainan) dan nilai emosional di balik produk collectibles.
Menurut Bart, lonjakan industri art toys dan designer toys membuka gerbang lebar bagi kreator lokal untuk memperkenalkan karya mereka ke pasar yang jauh lebih luas dan menguntungkan.
“Selama ini, narasi yang berkembang adalah mainan-mainan terkenal lebih banyak didominasi oleh produk luar negeri. Momentum kebangkitan art toys dan fenomena kidult ini ingin saya manfaatkan secara maksimal. Tujuannya jelas: membawa artist dan kreator lokal yang sebenarnya sangat diminati, untuk dikurasi, dikembangkan, dan diinternasionalkan,” ujar Bart ditemui usai sesi seminar.
Strategi Kurasi dan Kolaborasi Lintas Negara
Untuk merealisasikan visi tersebut, PT Porta Global Universal di bawah naungan AIMDI telah memulai langkah konkret. Bart menjelaskan, pihaknya tengah melakukan kurasi ketat terhadap sejumlah kreator dan IP lokal untuk kemudian dipertemukan (matching) dengan pabrik (factory) maupun pemilik brand besar dari Tiongkok.
Kolaborasi strategis ini dirancang agar karakter lokal tidak hanya berhenti sebagai ilustrasi atau karya seni 2D, melainkan berevolusi menjadi produk collectibles fisik (seperti blind box, vinyl toys, atau action figure terbatas) yang memiliki nilai komersial tinggi dan siap bersaing di pasar global.
“Setiap artist punya keunikan, DNA, dan ceritanya sendiri. Ada sisi emosional dan storytelling yang mereka ekspresikan melalui karakter masing-masing. Itu yang justru menjadi kekuatan utama di mata kolektor global,” tambahnya.
Bart menyebut sejumlah karakter dan kreator lokal yang dinilai memiliki potensi besar untuk go global, di antaranya Si Juki, Paulus, dan Palik Nobody’s. Masing-masing memiliki basis penggemar yang loyal dan narasi yang kuat.
Mengangkat Mitologi dan Budaya Lokal sebagai IP Global
Lebih jauh, Bart menyoroti urgensi mengangkat budaya dan mitologi Indonesia sebagai sumber inspirasi utama produk kreatif. Ia mencontohkan karakter Hanoman dari epik Ramayana yang pernah diadaptasi menjadi karya art toy oleh kreator luar negeri.
“Produk tersebut harganya relatif tinggi, diproduksi secara terbatas (limited edition), namun respons pasar global—termasuk dari konsumen Indonesia—sangat luar biasa dan cepat habis. Fenomena ini membuktikan bahwa budaya lokal kita memiliki daya tarik komersial yang sangat kuat apabila dikemas secara kreatif, modern, dan relevan dengan selera kolektor masa kini,” tegas Bart.
Ia pun menantang para kreator dan pelaku industri di dalam negeri untuk lebih percaya diri. “Kenapa bukan kita yang mengembangkan dan mengekspornya? Menurut saya, ini saatnya dengan dukungan teknologi manufaktur dan desain yang ada sekarang, kita menciptakan karakter dan mengangkat kekayaan budaya kita menjadi sesuatu yang iconic, menarik, dan bernilai ekonomi tinggi,” imbuhnya.
Menyoroti Kebijakan Pemerintah: Perlindungan vs Inovasi
Di sisi lain, sebagai Ketua Umum AIMDI, Bart memberikan catatan penting terkait regulasi pemerintah. Ia berharap dukungan terhadap pertumbuhan industri mainan dan IP lokal tidak berujung pada isolasi pasar. Dukungan yang seimbang, menurutnya, sangat diperlukan.
“Kalau kebijakannya terlalu ketat hingga informasi, tren, dan produk dari luar sulit masuk, kita justru kehilangan pembanding. Kreator lokal butuh referensi untuk melihat standar kualitas dan inovasi global. Jadi, menurut saya harus ada keseimbangan antara proteksi industri dalam negeri dan keterbukaan terhadap produk impor yang mengedukasi pasar,” paparnya.
Kekuatan Komunitas sebagai Kunci Naik Kelas
Bart mengungkapkan bahwa inisiatif pengembangan IP lokal yang digagasnya masih berada pada tahap awal namun bergerak sangat cepat. PT Porta Global Universal yang baru berjalan sekitar dua bulan ini telah berhasil membangun jejaring solid dengan sejumlah artist lokal serta komunitas art toys di pusat industri designer toys dunia, yakni Hong Kong dan Beijing.
Sebagai pembuktian konsep, kolaborasi dengan komunitas tersebut baru-baru ini diwujudkan melalui Amazing Toys Show di Gandaria City, Jakarta, yang mendapat respons sangat positif dari para kolektor dan pengunjung.
“Kekuatan komunitas adalah jantung dari industri art toys. Jika para kreator dapat dikonsolidasikan, difasilitasi akses produksinya, dan diperkenalkan secara bersama-sama dalam satu paviliun atau brand umbrella, peluang untuk membawa karya mereka ke pameran internasional seperti di Tiongkok, Amerika, atau Eropa akan semakin besar,” pungkas Bart.
Tentang IBTE 2026
Sebagai informasi, IBTE 2026 merupakan pameran dagang internasional (B2B) terbesar di Asia Tenggara yang fokus pada produk perlengkapan bayi, mainan, alat tulis, serta lisensi kekayaan intelektual (IP Licensing). Ajang bergengsi ini berlangsung pada 19–22 Agustus 2026 di Hall B & C, JIExpo Kemayoran, Jakarta. IBTE mempertemukan ribuan pelaku industri, distributor, importir, pemilik brand, kreator IP, hingga calon mitra bisnis dari berbagai negara, menjadikannya katalisator utama bagi pertumbuhan industri mainan dan IP di kawasan.
Melalui momentum IBTE 2026, Bart dan AIMDI berharap semakin banyak pihak—baik investor, pemerintah, maupun pelaku industri—melihat bahwa Indonesia bukan hanya pasar yang raksasa, tetapi juga rumah bagi kreator berbakat, karakter yang kuat, dan kekayaan budaya yang siap dikembangkan menjadi IP berdaya saing global.
Tentang AIMDI
Asosiasi Importir dan Distributor Mainan Indonesia (AIMDI) adalah organisasi yang mewadahi para pelaku usaha di bidang impor, distribusi, dan retail mainan di Indonesia. AIMDI berkomitmen untuk menciptakan ekosistem industri mainan yang sehat, aman, dan inovatif, serta menjembatani kolaborasi antara pelaku industri lokal dan internasional.
Tentang PT Porta Global Universal
PT Porta Global Universal adalah perusahaan yang berfokus pada pengembangan, kurasi, dan internasionalisasi Kekayaan Intelektual (IP) serta karakter lokal Indonesia. Melalui jejaring globalnya, perusahaan ini memfasilitasi kreator lokal untuk terhubung dengan manufaktur dan pasar collectibles dunia.











