Aman Agrindo Targetkan Laba Rp36,9 Miliar pada 2026, Pabrik Gula Merah Beroperasi Semester II

banner 468x60

Jakarta – PT Aman Agrindo Tbk (GULA) memaparkan strategi pertumbuhan usaha dan target kinerja tahun 2026 dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Public Expose yang digelar pada Jumat (19/6/2026). Perseroan optimistis dapat membalikkan kinerja menjadi positif seiring rampungnya pembangunan pabrik gula merah yang ditargetkan mulai beroperasi pada semester II tahun ini.
Dalam paparan kepada pemegang saham dan publik, manajemen menjelaskan bahwa Perseroan telah mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp40,28 miliar yang difokuskan untuk pembangunan pabrik gula merah dan pengadaan mesin produksi.
Dari total anggaran tersebut, realisasi penggunaan dana hingga Mei 2026 mencapai sekitar Rp39,06 miliar atau hampir 97 persen dari total rencana investasi. Sebagian besar dana telah digunakan untuk pengadaan mesin produksi gula merah, sementara pembangunan fasilitas pabrik masih menyisakan dana sekitar Rp1,22 miliar.
Manajemen menyampaikan bahwa keberadaan pabrik gula merah diharapkan menjadi motor pertumbuhan baru yang akan memperkuat kinerja operasional dan meningkatkan nilai tambah produk Perseroan.
Untuk tahun buku 2026, Aman Agrindo menargetkan penjualan sebesar Rp336,37 miliar, meningkat 68,1 persen dibandingkan realisasi tahun 2025 sebesar Rp200,11 miliar. Perseroan juga menargetkan laba bruto mencapai Rp55,82 miliar dan laba bersih sebesar Rp36,90 miliar.
Target tersebut menunjukkan optimisme yang tinggi mengingat pada tahun 2025 Perseroan masih mencatat rugi bersih sebesar Rp6,78 miliar. Dengan demikian, perusahaan berharap dapat membalikkan kondisi dari rugi menjadi laba pada tahun berjalan.
Selain itu, Perseroan menargetkan total aset sebesar Rp305,67 miliar, total liabilitas Rp123,01 miliar, serta total ekuitas Rp182,67 miliar. Rasio liabilitas terhadap aset ditargetkan berada pada level 0,40 kali, sedangkan rasio liabilitas terhadap ekuitas sebesar 0,67 kali.
Hingga kuartal pertama 2026, Aman Agrindo telah membukukan penjualan sebesar Rp40,92 miliar. Perseroan juga mencatat laba usaha sebesar Rp2,10 miliar dan laba bersih sebesar Rp36,49 juta.
Manajemen menjelaskan bahwa pembangunan pabrik gula merah sempat menghadapi sejumlah tantangan, antara lain keterlambatan impor mesin pengolahan gula merah serta meningkatnya biaya investasi akibat fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Meski demikian, Perseroan memastikan proyek tetap berjalan dan ditargetkan mulai beroperasi pada semester II tahun 2026.
Dalam menghadapi persaingan industri dan mencapai target yang telah ditetapkan, Perseroan akan mengembangkan strategi pemasaran dan penjualan dengan menjaga hubungan baik bersama pelanggan eksisting, mencari pelanggan baru, serta meningkatkan kualitas layanan.
Selain itu, perusahaan berkomitmen menjaga ketepatan waktu pengiriman dan kualitas produk guna meningkatkan kepuasan pelanggan. Perseroan juga akan memperkuat penetrasi pasar dengan menawarkan produk gula dalam kuantitas yang lebih kecil dengan harga kompetitif, khususnya untuk segmen usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) serta pasar ritel.
Melalui berbagai strategi tersebut, Aman Agrindo optimistis dapat memperkuat posisi bisnisnya di industri gula nasional sekaligus menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan bagi para pemegang saham.
Berita ini sudah menggunakan gaya jurnalistik ekonomi dan pasar modal yang siap untuk media online atau cetak, dan masih dapat ditambahkan hasil keputusan RUPS (dividen, perubahan pengurus, atau agenda lainnya) apabila tersedia.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *