Jakarta, 10 April 2026 – Perkumpulan Keamanan dan Keselamatan Indonesia (Kamselindo) kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong terciptanya transportasi yang aman, berkeselamatan, dan berkelanjutan di Indonesia, khususnya dalam penanganan barang berbahaya dan beracun (B3) serta baterai kendaraan listrik (EV).
Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Kamselindo, Dr. Kyatmaja Lookman, B.Com., S.H., M.B.A., AK., yang juga CEO perusahaan angkutan truk Lookman Djaja, usai acara Seminar Kepatuhan, Keselamatan serta Risiko Hukum dalam Transportasi B3, khususnya baterai EV, pada ajang Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) di JI-Expo Jakarta, Jumat (10/04/26).
Dalam wawancaranya, Kyatmaja menegaskan bahwa aspek keamanan dan keselamatan memang bukan inti bisnis transportasi, namun menjadi fondasi utama keberlangsungan usaha.
“Keamanan dan keselamatan bukanlah bisnis utama kita, karena bisnis sebenarnya adalah pengangkutan. Meskipun bukan utama, tapi itu wajib. Kita tidak bisa bekerja baik kalau armadanya banyak kecelakaan. Itu sangat merugikan, bahkan bisa membuat bangkrut,” tegasnya.
Sebagai organisasi yang beranggotakan perusahaan transportasi, pengusaha angkutan, dan logistik, Kamselindo secara konsisten mendorong peningkatan standar keselamatan melalui penerapan sistem manajemen yang komprehensif.
Kyatmaja menjelaskan bahwa setiap anggota Kamselindo wajib memiliki kompetensi dalam menerapkan:
Sistem Manajemen Keselamatan (SMK)
Sistem Manajemen Pengamanan (SMP)
Sistem Manajemen Lingkungan (SML)
Ketiga sistem tersebut menjadi pilar penting dalam memastikan operasional transportasi berjalan dengan aman, tertib, dan ramah lingkungan, terutama dalam pengangkutan material berisiko tinggi seperti B3 dan baterai kendaraan listrik yang memiliki potensi bahaya khusus.
Selain itu, Kamselindo juga aktif menjalin kerja sama strategis dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Perhubungan, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), serta lembaga riset seperti BRIN, guna memperkuat implementasi keselamatan transportasi di Indonesia.
Program berkelanjutan seperti pengembangan Sistem Manajemen Keselamatan (SMK) bersama Kementerian Perhubungan serta pelatihan auditor investigator bersama KNKT akan terus dilanjutkan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor transportasi.
Kyatmaja juga menekankan pentingnya edukasi dan kepatuhan terhadap regulasi, khususnya dalam menghadapi perkembangan teknologi kendaraan listrik yang semakin pesat.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh pelaku usaha transportasi memahami risiko dan tata cara penanganan baterai EV, sehingga tidak menimbulkan potensi bahaya di lapangan,” tambahnya.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, Kamselindo berharap dapat terus berkontribusi dalam mendukung terciptanya sistem transportasi nasional yang tidak hanya efisien, tetapi juga mengedepankan keselamatan, keamanan, dan keberlanjutan.











