Kedai Titik Koma Tawarkan Sistem Kemitraan dan Project Dengan Pembagian Sharing Profit Sebesar 15%

Kedai Titik Koma Tawarkan Sistem Kemitraan dan Project Dengan Pembagian Sharing Profit Sebesar 15%

- in Featured, Nasional
18
0

Kedai Titik Koma Tawarkan Sistem Kemitraan dan Project Dengan Pembagian Sharing Profit Sebesar 15%

 

Jakarta, Cosmopolitanpost.com

 

Pameran waralaba International Franchise & Business Concept Expo & Conference (IFRA) 2025 resmi dibuka pada Jumat (29/8) di Jakarta International Convention Center (JICC).

Salah satu peserta pameran yang hadir adalah Kedai Titik Koma yang merupakan Coffeeshop yang berlokasi di Kemang Jakarta Selatan.

Tim Marketing Titik Koma, Matthew Santoro mengaku di event pameran IFRA 2025 selain berbagai jenis kopi menghadirkan sistem bisnis antara lain kemitraan dan project.

“Nah kalau project ini kita menjual 40 slot, 1 slot akan mendapatkan kepemilikan di dua outlet yaitu Titik Koma Buring dan Titik Koma Urgent di Bandung. Untuk skema di Titik Koma Modernland totalnya nanti ada Rp 7 Miliar yang masing-masing slotnya itu Rp 175 juta,” ujarnya saat ditemui di event IFRA 2025, JICC Jakarta, Jumat (29/8/2025).

Matthew menambahkan dari segi project, mitra akan mendapatkan sharing revenue sebesar 10% tapi untuk booster supaya cepat meraih ROI diusahakan sebesar 15%.

“Untuk konsep-konsep lainnya sharing itu berdasarkan profit. Kita berdasarkan net revenue jadi benar-benar uang yang masuk setelah dipotong pajak. Nanti untuk pembagian ada 40 slot dari yang 15% itu akan dibagi sesuai porsi slot yang diambil,” jelas Matthew.

Kedai Titik Koma sendiri menurut Matthew telah berdiri hampir 10 tahun tepatnya pada tahun 2015 dengan 42 outlet tersebut di seluruh Indonesia.

“Kita untuk produk terbaru kita ada kolaborasi dengan The Cococo dengan sistem franchise mulai harga Rp 900 juta seperti utility kayak mesin lalu sewa renovasi desain interior dengan masa training selama 1 minggu. Setelah 5 tahun ada perpajangan lisensi cuma di Rp 200 juta saja,” tuturnya.

Sementara untuk kemitraan ini sebut Matthew pihaknya menyediakan dua sistem, yang untuk Pulau Jawa akan dimanage oleh tim Titik Koma dan untuk luar Pulau Jawa akan dimanage sendiri oleh mitra.

“Untuk produk kopi sendiri Titik Koma menyediakan blend kopi yang tidak ada workshop-workshop lain. Kita ada Semesta Blend dan Moon Blend. Tapi di beberapa outlet kita seperti di Bintaro, Tanjung Duren dan Buring Malang itu Kita ada blend spesial yaitu shotern cross itu cuma ada di outlet flagship kita saja,” papar Matthew.

Selain itu sebut Matthew, pemilihan nama brand kedainya yaitu Titik Koma punya arti spesial yakni Never Ending terus berlanjut dan bertumbuh.

“Untuk wilayah Jakarta sendiri kita sudah punya kurang lebih 9 outlet, di Tangerang ada 3 outlet. Dengan pameran kita berharap nantinya kita bisa mengembangkan Titik Koma dengan pengalaman hampir 10 tahun di industri Ini.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Ratusan Warga Meriahkan Karnaval HUT RI ke-80 di RT.08 RW.09 Kelurahan Utan Kayu Utara

Post Views: 4,903 Ratusan Warga Meriahkan Karnaval HUT