Jakarta, Cosmopolitanpost.com
Jakarta, 31 Maret 2026 – Tahun 2026 menandai Tahun Inovasi Indonesia-Prancis, sebuah inisiatif bilateral yang bertujuan untuk memperkuat kerja sama antara kedua negara dalam bidang penelitian, teknologi, ekonomi kreatif, dan pengembangan talenta muda.
Dalam kerangka ini, kolaborasi ilmiah memainkan peran sentral dalam memfasilitasi pertukaran pengetahuan, inovasi bersama, dan kemitraan jangka panjang antara lembaga-lembaga Indonesia dan Prancis.
Mencerminkan komitmen bersama ini, sebanyak lima belas proyek penelitian bersama telah dipilih dalam program Partenariat Hubert Curien (PHC) “Nusantara” edisi 2026.
Seleksi ini dilakukan oleh Komite Gabungan kedua negara pada 13 Februari 2026 dan resmi diumumkan pada 31 Maret 2026. Keputusan ini menandai langkah penting dalam penguatan kemitraan strategis kedua negara di bidang pendidikan tinggi, sains, dan inovasi.
PHC Nusantara sendiri merupakan program unggulan yang mempertemukan peneliti dari kedua negara untuk mengembangkan riset kolaboratif di berbagai bidang prioritas.
Program ini dinisiasi oleh Kementerian Eropa dan Luar Neger Prancis dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Antariksa Prancis, bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia.
Sejak diluncurkan pada 2008, PHC Nusantara telah mendukung 117 proyek riset kolaboratif antara institusi Indonesia dan Prancis.
Program in secara konsisten mendorong mobilitas peneliti, publikasi ilmiah bersama, serta pengembangan jejaring akademik jangka panjang.
Tahun 2026 mencatat lonjakan signifikan untuk minat terhadap program ini, dengan jumlah proposal yang diajukan hampir dua kali lipat menjadi 72-naik dari 43 pada tahun sebelumnya.
Setelah melalui evaluasi bilateral yang ketat, hanya 15 dari proposal bersama tersebut yang terpilih, menandakan semakin ketatnya proses seleksi.
Jules Irrmann, selaku Konselor Kerja Sama dan Kebudayaan pada Kedutaan Besar Prancis untuk
Indonesia, Timor Lesten dan ASEAN, menyampaikan, “Peningkatan jumlah proposal tahun ini menunjukkan bahwa kerja sama kita semakin dinamis dan perlu dicatat juga bahwa, secara keseluruhan, aplikasi yang diterima mendapatkan peringkat yang lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, artinya program ini semakin kompetitif, didorong oleh keunggulan.”
“Tahun Inovasi Prancis-Indonesia 2026 merupakan sebuah kesempatan strategis untuk mengembangkan kerja sama di bidang penelitian dan inovasi, dua topik yang akan menjadi fokus utama pada Joint Working Group ke-14 tentang pendidikan tinggi, penelitian, dan inovasi, yang akan diselenggarakan di kota Angers, Prancis, pada bulan Juli mendatang (tanggal 1 hingga 3). PHC Nusantara tent saja akan menjadi salah satu topik pembahasan karena merupakan instrumen penting dalam dinamika kerja sama ini,” tambah Jules.
Sementara it, Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemdiktisaintek, Prof. I Ketut Adnyana pada pembukaan rapat seleksi daring, menyampaikan, “Kami mengapresiasi dukungan Pemerintah Prancis dalam kerja sama ilmiah bilateral melalui program PHC Nusantara yang telah berkontribusi dalam mendorong kolaborasi riset antar peneliti kedua negara. Program ini juga menempatkan rise sebagai jembatan strategis dalam melahirkan inovasi yang relevan, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi pembanqunan serta kesejahteraan masyarakat.”
Lebih lanjut Beliau menekankan, “Kesinambungan kemitraan ini sangat penting untuk memperluas jejaring kolaborasi internasional, meningkatkan kualitas dan daya saing riset nasional, serta memperkuat peran ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai pendorong utama transformasi menuju ekonomi berbasis pengetahuan.”
Kelima belas proyek terpilih dalam PHC Nusantara ini akan mendapatkan dukungan selama periode
2026-2027.
Pemerintah Indonesia mendanai kegiatan penelitian tim Indonesia, sementara Pemerintah Prancis mendukung mobilitas peneliti Prancis.
Skema pendanaan bersama ini mencerminkan kepercayaan dan komitmen jangka panjang kedua negara dalam membangun kolaborasi ilmiah yang ambisius, setara, dan berorientasi pada hasil.
Dalam konteks Tahun Inovasi Indonesia-Prancis 2026, PHC Nusantara menjadi salah satu pilar utama diplomasi ilmiah yang mempertemukan keunggulan riset Indonesia dan Prancis demi menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
[Red-Hendra]











