Kota Bekasi, Cosmopolitanpost.com
Kota Bekasi, 10 Maret 2026 – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-29 Kota Bekasi menjadi momentum penting bagi seluruh elemen pemerintah dan masyarakat untuk memperkuat sinergi dalam membangun kota yang lebih baik.
Hal tersebut disampaikan oleh anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PDI Perjuangan, Samuel Sitompul, usai menghadiri rangkaian peringatan HUT Kota Bekasi yang turut dihadiri jajaran Muspida, TNI, Polri, Kejaksaan serta seluruh perangkat daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Samuel Sitompul menyampaikan rasa syukur atas perjalanan Kota Bekasi yang kini memasuki usia ke-29 tahun.
Menurutnya, kebersamaan dan sinergi seluruh aparatur pemerintahan menjadi kunci dalam menjaga stabilitas dan mendorong pembangunan di Kota Bekasi.
“Alhamdulillah hari ini kita merayakan HUT Kota Bekasi yang ke-29. Tadi juga hadir seluruh pimpinan daerah, mulai dari Muspida, kepolisian, TNI hingga Kejaksaan. Ini menunjukkan bahwa kita semua bersinergi untuk membangun Kota Bekasi,” ujar Samuel.
Ia juga menegaskan bahwa masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, salah satunya persoalan banjir yang hingga kini masih menjadi tantangan besar bagi Kota Bekasi.
Samuel juga menilai kebijakan anggaran yang diarahkan pada pembangunan infrastruktur penanggulangan banjir merupakan langkah yang tepat.
“Sebagai anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan, tugas kami adalah mengawasi kebijakan anggaran yang dilakukan oleh pemerintah daerah. Hari ini kita melihat kebijakan anggaran banyak diarahkan pada pembangunan infrastruktur, seperti peninggian beton, perbaikan tanggul yang jebol, hingga pengerukan saluran. Ini menurut saya merupakan kebijakan politik anggaran yang baik demi kenyamanan warga Kota Bekasi,” tambah Samuel.
Samuel menegaskan dukungan DPRD terhadap visi Pemerintah Kota Bekasi yang mengedepankan kenyamanan kota dan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, Samuel berharap seluruh aparatur pemerintah tetap solid dan kompak dalam menjaga kondusivitas Kota Bekasi. Ia mencontohkan kekompakan aparatur dan masyarakat saat menghadapi berbagai dinamika beberapa waktu lalu, di mana aspirasi masyarakat tetap dapat disampaikan tanpa menimbulkan kerusuhan.
“Kita melihat bagaimana seluruh aparatur Kota Bekasi bergerak bersama menjaga kota ini sehingga situasi tetap kondusif. Aspirasi masyarakat tetap berjalan, tetapi tidak terjadi kerusuhan. Ini adalah bentuk gotong royong warga Kota Bekasi yang harus terus kita jaga,” katanya.
Dalam kapasitasnya sebagai anggota Komisi I DPRD Kota Bekasi, Samuel Sitompul juga menyoroti kesejahteraan petugas pemadam kebakaran (Damkar). Ia menyampaikan komitmennya untuk memperjuangkan tunjangan risiko tinggi bagi seluruh petugas Damkar, termasuk yang berstatus PPPK.
Menurutnya, saat ini tunjangan risiko tinggi hanya diberikan kepada ASN, sementara petugas PPPK memiliki tugas dan risiko yang sama di lapangan.
“Baik ASN maupun PPPK, semuanya bekerja 24 jam dan menghadapi risiko yang sama saat memadamkan kebakaran. Karena itu kami akan memperjuangkan agar tunjangan risiko tinggi juga diberikan kepada petugas Damkar yang berstatus PPPK,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa aspirasi tersebut muncul setelah dirinya turun langsung ke lapangan dan berdialog dengan para petugas Damkar saat melakukan kegiatan evakuasi warga di wilayah Bantar Gebang.
Dalam waktu dekat, pihaknya berencana melakukan koordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi untuk membahas persoalan tersebut, meskipun saat ini jabatan kepala dinas masih dijabat oleh pelaksana tugas (Plt).
“Kami akan segera melakukan rapat dan koordinasi dengan Dinas Damkar sebelum Lebaran untuk membahas hal ini. Ini bentuk komitmen kami sebagai wakil rakyat, bahwa kebijakan yang baik kita dukung dan yang masih kurang akan kita evaluasi serta perjuangkan,” katanya.
Di sisi lain, ia juga mengapresiasi kondisi Kota Bekasi selama bulan suci Ramadan yang dinilai tetap kondusif serta penuh dengan semangat toleransi antar warga.
“Alhamdulillah selama bulan suci ramadhan Kota Bekasi sangat kondusif. Kita tidak mendengar adanya razia atau tindakan yang mengganggu masyarakat. Semua orang memiliki hak untuk bekerja dan mencari nafkah,” ujarnya.
Ia juga menyinggung upayanya dalam memperjuangkan para pelaku usaha kecil yang sebelumnya terdampak penertiban di wilayah Margajaya. Berkat koordinasi dengan pihak terkait, sekitar 20 pedagang kini dapat kembali berjualan.
“Ini adalah bentuk keberpihakan kita kepada masyarakat kecil. Kita ingin semua warga Kota Bekasi tetap bisa mencari nafkah dengan baik,” pungkasnya.
Menutup pernyataannya, Samuel Sitompul berharap momentum HUT ke-29 Kota Bekasi dapat semakin mempererat persatuan seluruh elemen masyarakat dalam membangun kota yang lebih maju, nyaman, dan sejahtera.
[Red-Hendra]











