Jakarta, 17 Januari 2026 — Sekretaris Jenderal Gerakan Rakyat DPW Jawa Timur, Agus Santoso, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Gerakan Rakyat Tahun 2026 yang digelar pada 17–18 Januari 2026 di Hotel Aryaduta, Jakarta. Rakernas perdana ini mengusung tema Keadilan Ekologis: Kembalikan Hutan Indonesia, yang dinilai sangat relevan dengan kondisi bangsa dan arah perjuangan Gerakan Rakyat ke depan.
Dalam wawancara dengan awak media pada hari pertama Rakernas, Sabtu (17/1), Agus Santoso hadir mewakili Ketua DPW Gerakan Rakyat Jawa Timur yang berhalangan hadir. Ia menegaskan bahwa Rakernas I merupakan momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menyatukan langkah seluruh kekuatan Gerakan Rakyat dari berbagai daerah di Indonesia.
Agus menyampaikan bahwa DPW Gerakan Rakyat Jawa Timur hadir dengan kekuatan besar dan solid. Sekitar 40 orang rombongan dari Jawa Timur turut ambil bagian dalam Rakernas I sebagai bentuk komitmen nyata dalam membesarkan Gerakan Rakyat secara nasional.
Menurutnya, Jawa Timur saat ini menjadi salah satu wilayah dengan struktur organisasi terkuat di Indonesia. DPW Gerakan Rakyat Jawa Timur telah membentuk kepengurusan di 38 kabupaten dan kota, serta menjangkau ribuan kecamatan. Capaian tersebut merupakan hasil konsolidasi intensif yang dilakukan secara berkelanjutan dengan mendatangi langsung DPD dan DPC di seluruh wilayah Jawa Timur.
“Kami tetap solid melakukan konsolidasi dari bawah. Semua langkah kami sesuaikan dengan kebutuhan daerah, namun tetap berada dalam satu garis perjuangan nasional Gerakan Rakyat,” ujar Agus Santoso.
Ia menilai Rakernas I sebagai ruang strategis untuk saling mengenal antar-kader dari berbagai daerah, membangun komunikasi yang lebih kuat, serta menyamakan persepsi terkait target dan agenda perjuangan ke depan.
Rakernas ini, lanjut Agus, juga menjadi ajang penting untuk mempertemukan seluruh elemen Gerakan Rakyat dalam satu forum nasional, sehingga arah gerakan ke depan dapat dirumuskan secara kolektif dan terarah.
Terkait tema keadilan ekologis, Agus menegaskan bahwa persoalan lingkungan hidup, khususnya kerusakan hutan, merupakan persoalan serius yang berdampak langsung pada kehidupan rakyat. Oleh karena itu, Gerakan Rakyat harus menjadikan isu lingkungan sebagai bagian penting dari agenda perjuangan.
“Kerusakan hutan dan lingkungan bukan hanya persoalan alam, tetapi persoalan keadilan bagi rakyat. Gerakan Rakyat harus berdiri di barisan terdepan dalam memperjuangkan keadilan ekologis,” tegasnya.
Lebih lanjut, Agus Santoso menyampaikan harapan agar Gerakan Rakyat terus memperkuat konsolidasi nasional dan melangkah lebih jauh sebagai kekuatan politik yang mampu memperjuangkan aspirasi rakyat secara lebih luas.
Ia menekankan bahwa soliditas organisasi dan kekuatan struktur daerah, termasuk Jawa Timur, menjadi modal penting bagi Gerakan Rakyat dalam menghadapi tantangan ke depan.
Rakernas I Gerakan Rakyat 2026 diharapkan dapat menghasilkan keputusan strategis terkait penguatan organisasi, arah perjuangan nasional, serta langkah-langkah konkret Gerakan Rakyat dalam menjawab persoalan sosial, lingkungan, dan politik bangsa.
Dengan basis organisasi yang kuat dan semangat kebersamaan yang terjaga, Agus Santoso optimistis Gerakan Rakyat dapat tumbuh menjadi kekuatan perubahan yang konsisten memperjuangkan kepentingan rakyat, keadilan ekologis, dan masa depan Indonesia yang lebih baik.











