Perayaan Natal Nasional 2025 Berlangsung
Perayaan Natal Nasional 2025 Berlangsung Penuh Makna Dan Kebersamaan Dengan Mengusung Tema Besar: “Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga” & Langsung Dihadiri Presiden Dan Wakil Presiden RI
Natal Nasional 2025: “Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga”
Natal Sederhana, Berdampak, dan Terbuka untuk Seluruh Rakyat Indonesia
Jakarta, 2025 —
Perayaan Natal Nasional 2025 berlangsung penuh makna dan kebersamaan dengan mengusung tema besar: “Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga.”
Acara bersejarah ini dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, serta jajaran tokoh nasional dan pimpinan gereja Indonesia, di antaranya:
Ketua Umum Panitia Maruarar Sirait, Sekretaris Umum Raymond Simamora, Bendahara Umum Simon Mantiri, James Riady,
Ketua Umum PGI Pdt. Jacklyn Manuputty,
Sekjen KWI Mgr. Adrianus Sunarko, OFM,
Ketua Umum PGPI Pdt. Jason Balompapueng,
Ketua Umum PGLII Pdt. Tommy O. Lengkong,
Ketua Umum Baptis Pdt. Rendy A. Chuang,
Ketua Umum GMAHK Pdt. Binsar Sagala,
Ketua Umum Bala Keselamatan Kolonel Hosea Makagiantang,
serta Ketua Umum Gereja Orthodoks Presbiter Jimmy Yakobus.
Natal yang Diterjemahkan dalam Tiga Prinsip Utama
Ketua Umum Panitia Maruarar Sirait menjelaskan bahwa Natal Nasional 2025 dijalankan berdasarkan tiga prinsip utama yang menjadi arahan langsung Presiden Prabowo sejak empat bulan lalu:
1.Sederhana
Acara dibatasi hanya untuk 3.580 orang, dengan 3.000 di antaranya merupakan tamu kehormatan.
Seluruh konsumsi — termasuk jamuan bagi Presiden dan Wakil Presiden — 100% berasal dari UMKM, dipersiapkan selama 2–3 bulan oleh panitia.
Tidak menghadirkan artis nasional, namun memberi panggung kepada penyanyi gereja dan talenta daerah dari Papua, NTT, Sumatera Utara, dan berbagai wilayah Indonesia.
2.Berdampak Nyata untuk Rakyat
Natal Nasional 2025 diwujudkan melalui 14 program sosial besar, antara lain:
* Bantuan bencana alam di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Aceh, dan Jawa Timur
* 1.000 beasiswa pendidikan (masing-masing Rp10 juta) di 10 provinsi
* 20.000 paket sembako
* 35 unit ambulans di 10 provinsi
* Pembangunan 2 jembatan di Papua Tengah
* Pembangunan aula Sekolah Tinggi Alkitab di Wamena
* Pengadaan 1.000 kursi roda
* Bantuan operasi bibir sumbing
* Dukungan bagi 10 komunitas entrepreneur muda
* Bakti sosial Natal di Jakarta
* Dukungan bagi 8 organisasi gereja aras nasional
* Renovasi 100 gereja di 38 provinsi
* Penyediaan 30.000 Alkitab untuk seluruh Indonesia
3.Terbuka dan Inklusif
Bantuan sosial tidak hanya berasal dari umat Kristiani, tetapi juga mendapat dukungan lintas iman:
Umat Islam berkontribusi lebih dari Rp10 miliar,
Umat Buddha menyumbang Rp5 miliar serta 20.000 paket sembako.
*Pesan Presiden: Natal Harus Menjadi Berkat bagi Rakyat*
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Natal tidak perlu dirayakan secara mewah, melainkan harus memberi dampak langsung bagi rakyat.
Arahan tersebut disampaikan jauh sebelum terjadinya berbagai bencana nasional dan kini terbukti menjadi nilai hikmat yang membawa manfaat besar bagi masyarakat.
Natal yang sederhana, berdampak, dan terbuka,”
menjadi pesan utama Presiden kepada seluruh panitia dan umat Kristiani di Indonesia.
Natal Nasional 2025 menjadi perwujudan nyata iman yang bekerja melalui kasih, kepedulian sosial, dan persatuan bangsa.
Melalui tema “Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga,” perayaan ini bukan hanya menjadi ibadah, tetapi gerakan nasional membangun harapan bagi Indonesia.
Panitia menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan, seraya berharap seluruh rangkaian kegiatan ini sungguh menjadi berkat bagi rakyat dan bangsa.











