Welcoming Athlete BOCCIA YPAC DKI Jakarta.

Welcoming Athlete BOCCIA YPAC DKI Jakarta.

- in Featured, Nasional
162
0

 

Welcoming Athlete BOCCIA YPAC DKI Jakarta.

 

Jakarta, Jum’at 26 November 2021

 

YPAC Hang Lekiu III no. 19 Kebayoran Baru, Jakarta pukul 09.30 – 11.00 (26/11) terlihat tulisan Welcoming Athlete BOCCIA YPAC Jakarta
di spanduk aula pertemuan untuk menyambut kepulangan para atlet Boccia yang sudah berjuang di PEPARNAS (Pekan Paralimpiade Nasional) XVI dari tanggal 02 Nov 2021 – 15 Nov 2021 di Lukas Enembe Stadium Papua.

Undangan dan peserta yang hadir di aula pertemuan YPAC Jakarta tetap mengedepankan standard Prokes, scan Peduli Lindungi dan menggunakan masker.

Pemutaran video The Spirit of Papua menjadi pembuka acara disusul sambutan oleh manager Unit Karya Robiatul Adawiyah dan pemutaran video Team BOCCIA DKI.

 

Pemberian motivasi para atlet BOCCIA oleh Kumala Insiwi Suryo Ketua YPAC Jakarta, kemudian Agus Rakhman Direktur Pelaksana YPAC Jakarta menyemangati para atlet boccia YPAC Jakarta agar terus
berusaha, berjuang, selalu bersyukur. Di atas awan ada awan ujarnya, teruslah disiplin dalam latihan.
Para atlet boccia ini diharapkan lebih siap dan mampu mengasah talentanya untuk meraih medali dan menjadi juara serta mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.

Hadir di acara ini Natalia S. Tjahja founder Maria Monique Last Wish Foundation, sutradara, produser film dokumenter non profit “BOCCIA”.

Natalia S. Tjahja terinspirasi oleh atlet boccia Malaysia Lean Chin Kit dalam program charity terbarunya yaitu “Maria Monique Happy Home” didukung oleh para kolega yang terketuk hatinya menebar kasih dan kebahagiaan bagi para atlet boccia untuk menginap gratis di tempat premium baik berupa residence maupun hotel selama beberapa hari, ujarnya.

Acara Welcoming Athlete BOCCIA ditutup sesi
pengenalan boccia, simulasi permainan boccia, kesan-kesan saat latihan dan tanding para atlet boccia YPAC.

Atlit-atlit boccia YPAC DKI Jakarta adalah :
1. Heru peraih 2 medali perak Peparnas XVI Papua 2021 (kategori individu dan Berpasangan BC2)
2. Oki Ali Imron peraih 1 medali perak Peparnas XVI Papua 2021 (kategori berpasangan BC2)
3. Doni Yulianus peraih medali perunggu Fazza Bisfeed Dubai 2019 (kategori individu BC3)
4. Chandra Sidqi atlet Peparnas XVI Papua 2021 (BC3). Sabtu, 27 November 2021 berangkat ke NPC Solo untuk Training Center persiapan event ASEAN Paragames Oktober tahun 2022
5. Annisa atlet Kejurnas 2018 (BC1)

Terdapat empat kelas klasifikasi secara internasional di cabang olahraga Boccia yaitu :

BC1, atlet difabel yang memiliki keterbatasan gerak namun masih bisa menggenggam dan melempar bola.

BC2, atlet difabel dengan kondisi paling baik di antara kelas-kelas yang lain, dan tidak membutuhkan pendamping.

BC3, atlet difabel yang memiliki disfungsi lokomotor yang berat dan tidak mampu menggenggam dan melempar bola. Atlet kelas BC3 harus menggunakan alat bantu untuk menggelindingkan bola dengan bimbingan pendamping.

BC4, atlet difabel yang memiliki keterbatasan gerak di luar cerebral palsy tetapi mirip dengan BC1 dan BC2.

“Kami ucapkan terima kasih atas dukungan dari Presiden, Pemprov DKI, Pemprov. Papua, Senny Marbun Presiden NPC (National Paralympic Committe) Pusat di Solo, NPC Jakarta, YPAC Jakarta maupun pihak yang terkait atas terselenggaranya Peparnas XVI di Papua, ” ujar Hambali, Didi, Wahyu pelatih atlet Boccia YPAC Jakarta.

***

(Lili Judiarti)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You may also like

Puan Maharani Ketahanan Pangan Penting, Tapi Petani Juga Harus Sejahtera

Post Views: 1   Puan Maharani Ketahanan Pangan