Iin Winarni,Direktur Utama PT. Ekosistem Bisnis Nusantara: "Platform EKOSIS" Hadir untuk Memajukan Perekonomian Nasional dan Menyejahterakan Masyarakat dan Generasi Milenial

Iin Winarni,Direktur Utama PT. Ekosistem Bisnis Nusantara: "Platform EKOSIS" Hadir untuk Memajukan Perekonomian Nasional dan Menyejahterakan Masyarakat dan Generasi Milenial

- in Featured, Nasional
386
0


 
Iin Winarni,Direktur Utama PT. Ekosistem Bisnis Nusantara: “Platform EKOSIS” Hadir untuk Memajukan Perekonomian Nasional dan Menyejahterakan Masyarakat dan Generasi Milenial
Jakarta, Gramediapost.com
Di tengah-tengah situasi pandemi Covid-19 yang masih mengancam perekonomian nasional/bangsa kita, para pengusaha harus tetap berkomitmen untuk mencari terobosan-terobosan dan ide-ide baru untuk mengembangkan dan menciptakan peluang-peluang bisnis baru agar bisa survive, eksis dan bisa berkembang di tengah krisis global.

Saya sebagai seorang pengusaha juga terbeban dan mempunyai visi untuk menciptakan peluang-peluang bisnis bagi masyarakat kecil dan menengah dan Generasi milenial khususnya, untuk pemberdayaan masyarakat, penciptaan kesempatan kerja dan peluang berusaha.
Kita harus berkomitmen untuk meningkatkan perekonomian masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat melalui penciptaan lapangan pekerjaan,”demikian disampaikan Iin Winarni, Direktur Utama PT. Ekosistem Bisnis Nusantara, kepada para awak media yang mewawancarainya di Jakarta. (25/5/21).
Ungkap Pengusaha dari Makassar ini lebih lanjut,”Saat ini kita perlu fokus pada penciptaan lapangan kerja agar dapat menangggulangi Kemiskinan. Karena itu, kita harus fokus menitikberatkan pada upaya penanggulangan kemiskinan melalui peningkatan dan pengembangan kapasitas masyarakat, serta penciptaan kesempatan kerja. Bila hal tersebut terwujud, akan terjadi pengurangan angka pengangguran, maka secara otomatis angka kemiskinan pun akan menurun.Dengan demikian kita sudah membantu pemerintah dalam mengurangi dampak ekonomi terhadap masyarakat terdampak pandemi Covid-19, mengurangi pengangguran, dan masyarakat miskin.”
Tegas Iin Winarni, “Kita harus meningkatkan kualitas dan kuantitas pemberdayaan masyarakat; Mewujudkan peningkatan akses masyarakat miskin, kelompok masyarakat kecil dan menengah ; Membangkitkan kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat dan Penciptaan lapangan kerja melalui kreasi bisnis baru yang prospektif, untuk menanggulangi kemiskinan, menciptakan lapangan pekerjaan, dan meningkatkan kapasitas masyarakat. dan menciptakan kesejahteraan (welfare) dan kemandirian bagi masyarakat kecil khususnya para petani.”
Pungkas Iin Winarni lagi,”Di era digital hari ini, perkembangan dan kegunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari sudah menjadi kebiasaan bagi semua orang. Hampir semua aspek kehidupan sudah menggunakan teknologi digital yang tentunya mempermudah setiap pekerjaan. Bahkan pada sektor agri, berbagai macam teknologi dan alat mesin sudah mulai digunakan untuk untuk meningkatkan kinerja dan produktivitas dari petani dan juga nelayan.
Mirisnya, petani dan nelayan di Indonesia masih belum menggunakan teknologi tersebut dengan efektif. Terlihat dari masalah yang sering dihadapi seperti harga jual yang murah, hasil panen yang kurang baik, dan jangka waktu panen yang cukup lama. Kurangnya pengetahuan dan penggunaan teknologi bagi nelayan dan petani di Indonesia menjadi salah satu faktor penghambat kesejahteraan mereka.
Beranjak dari situlah Ekosis sebagai aplikasi marketplace agribisnis pertama di Indonesia hadir menjadi solusi digital bagi para pelaku agribisnis di Indonesia. Ekosis hadir sebagai marketplace agribisnis yang terlengkap di Indonesia yang mencakup seluruh sektor agribisnis mulai dari kelautan, pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan, sampai pertambangan. Melalui fitur-fitur yang dimiliki Ekosis, Ekosis menjadi solusi bagi permasalahan pada industri agribisnis dan pertambangan.
Dengan misi mensejahterakan para pelaku agribisnis dengan teknologi digital yang dimiliki, Ekosis berdiri di bawah empat pilar utama yang menopang dan menjadi dasar inovasi kami.”
Ungkap Iin Winarni dengan penuh semangat,”Kegunaan dari teknologi digital yang terus berkembang menjadi salah satu pilar dari Ekosis. Aplikasi Ekosis sebagai marketplace agribisnis yang terlengkap di Indonesia menyediakan platform berjualan yang mudah, nyaman, dan aman. Fitur-fitur aplikasi yang canggih tentunya memberikan kemudahan yang praktis bagi semua pengguna.
Ekosis menjunjung perdagangan dan transaksi yang adil dan transparan. Semua harga, proses panen dan penangkapan, informasi produk dan jasa semuanya transparan dan dapat diakses oleh semua pengguna. Ekosis juga menjamin setiap perdagangan agar memberikan ekosistem perdagangan yang adil bisa tercipta dalam marketplace agribisnis Ekosis.
Pilar ketiga yang menjadi dasar budaya Ekosis adalah bisnis yang berkelanjutan, dimana kami memiliki misi untuk mengedepankan setiap pelaku agribisnis agar memiliki bisnis yang terus hidup. Ekosis sangat mengedepankan kelestarian lingkungan yang asri dan berkelanjutan. Karena pada dasarnya agribisnis ini sangat bergantung kepada ketersediaan sumber daya alam.
Salah satu masalah terbesar dari industri agribisnis dan pertambangan adalah kebanyakan pelaku agribisnis seperti petani dan nelayan masih berada dibawah garis kemiskinan. Pilar keempat dan terakhir dari Ekosis adalah meningkatkan kesejahteraan para pelaku agribisnis. Didukung tiga pilar sebelumnya, niscaya kesejahteraan pelaku agribisnis dapat terwujud dan meningkatkan perekonomian sosial.”
“Dengan didasari keempat pilar ini, Ekosis hadir ditengah masyarakat dan pelaku agribisnis untuk sama-sama membangun dan mensejahterakan setiap pelaku agribisnis. Memberikan solusi teknologi bagi industri agribisnis, mensejahterakan setiap pelaku agribisnis dengan transaksi yang adil dan transparan untuk menciptakan bisnis yang berkelanjutan.”tegas Iin Winarni mengakhiri wawancara singkatnya dengan para awak media.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You may also like

Puan Maharani Ketahanan Pangan Penting, Tapi Petani Juga Harus Sejahtera

Post Views: 1   Puan Maharani Ketahanan Pangan