Refleksi Perkumpulan Cendekiawan Protestan Indonesia Sambut Paskah 2021: Dalam Dua Dekade ke depan, Peran Agama Kristen Protestan Dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2045 Harus Dimaksimalkan

Refleksi Perkumpulan Cendekiawan Protestan Indonesia Sambut Paskah 2021: Dalam Dua Dekade ke depan, Peran Agama Kristen Protestan Dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2045 Harus Dimaksimalkan

- in Featured, Nasional
514
0

Ket.Foto: Pdt. Dr. Jerry Rumahlatu
(Ketua Umum PCPI)
Refleksi Perkumpulan Cendekiawan Protestan Indonesia Sambut Paskah 2021: Dalam Dua Dekade ke depan, Peran Agama Kristen Protestan Dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2045 Harus Dimaksimalkan
Jakarta, Gramediapost.com
Menyambut Hari Paskah 2021 yang jatuh pada tanggal 4 April 2021, DPP Perkumpulan Cendekiawan Protestan Indonesia (PCPI) merilis refleksi singkat bertema: Peningkatan Partisipasi Umat Kristen Protestan dalam Pembangunan Nasional untuk Mewujudkan Indonesia Emas 2045″.
Berikut poin-poin utama rilis DPP PCPI yang dikirim kepada redaksi (20/3/21)
1. Sekitar dua puluh empat tahun lagi, kita akan merayakan 100 tahun Kemerdekaan Indonesia pada tahun 2045. Dalam proyeksi dan target pemerintahan Jokowi saat ini, Indonesia telah menjadi negara maju pada HUT Idonesia ke-100 tersebut. Jalan menuju Indonesia Emas tersebut hanya dapat dicapai apabila Pembangunan Sumber Daya Manusia, Pengembangan Sains dan teknologi serta pembangunan industri dan investasi di Indonesia berhasil dimaksimalkan.
Salah satu dampak positif dari kemajuan industri adalah penyerapan tenaga kerja. Dari perspektif demografis ketenagakerjaan, pada tahun 2030-2040 Indonesia akan mengalami kelimpahan angkatan kerja. Mengantisipasi proyeksi kondisi ini, Gereja-gereja Kristen Protestan harus menyusun agenda pelayanan dan rencana kerja, bagaimana Gereja-gereja bisa menjadi “pencipta lapangan kerja’, ” Penghasil Tenaga Kerja yang Sangat Berkualitas dan Kompetitif” serta “Pencipta Pengusaha-Pengusaha Baru dan Sukses”. Gereja-gereja harus memiliki strategi pelayanan di dunia ketenagakerjaan dan bisnis. Strategi Teologi Bisnis sebagai Misi dan aktualisasi iman harus dijadikan filosofi bergereja di masa depan. Gereja dan Umat Kristen Protestan harus mempunyai agenda dan strategi pelayanan yang komprehensif di dunia Ketenagakerjaan untuk menghadapi Bonus Demografi dan transformasi Industri.
Jika banyak angkatan kerja Kristen Protestan yang tidak bekerja dan tidak kompetitif (khususnya di basis-basis Kristen Protestan), Kekristenan Protestan akan lambat bertumbuh dan berpotensi meningkatkan tingkat kemiskinan di kantong-kantong Kristen Protestan. Angkatan kerja Kristen Protestan harus dipersiapkan untuk mampu beradaptasi dengan perubahan-perubahan besar di dunia ketenagakerjaan dan bisnis.
Untuk memajukan Indonesia, Umat Kristen Protestan di Indonesia harus merevitalisasi “Etos Kerja Protestan”. Etos Kerja Protestanlah yang membuat negara-negara Eropa Barat menjadi negara-negara makmur-sejahtera dan digdaya secara ekonomi.
2. Masalah dan Tantangan dalam perjalanan menuju 100 tahun Indonesia Emas tersebut akan semakin besar dan berat, apalagi dalam krisis global kemanusiaan akibat wabah Covid19. Untuk itu, Umat Kristen Protestan harus memiliki Semangat Pelayanan dan Pengabdian yang besar serta strategi dan Agenda Visioner dalam Partisipasi Pembangunan Nasional untuk Mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Sebagai komponen dan entitas terbesar kedua di Indonesia, dalam menyongsong Indonesia Emas tersebut, Kaum Kristen Protestan di Indonesia harus juga berperan besar sebagai “Kelompok strategis inti’ dalam Pembangunan Nasional. Peran-peran strategis yang harus dipikul Umat Kristen Protestan di Indonesia, antara lain:
3. Umat Kristen Protestan mempunyai potensi besar untuk menjadi Agen Kemajuan dan Kedigdayaan Bangsa. Untuk itu Umat Kristen Protestan harus menjadi kekuatan utama pendorong dan penggerak pembangunan nasional yang tujuan utamanya adalah untuk kesejahteraan bangsa dan masyarakat. Umat Kristen Protestan harus menciptakan program-program untuk mendukung pembangunan nasional yang dicanangkan Pemerintah.
Untuk bisa menjadi Agen Kemajuan dan Kedigdayaan Bangsa dan Negara, maka Agama Kristen Protestan harus menjadi Transformator Bangsa dan Negara.
Untuk menjadi Transformator Bangsa dan Negara, maka Umat Kristen Protestan harus memperkuat, memaksimalkan dan merevitalisasi Pendidikan Kristen Protestan dari mulai level TK sampai Perguruan Tinggi. Saat ini terdapat sekitar 6000 Sekolah Kristen Protestan dan sekitar 25 Universitas Protestan. Idealnya, dengan populasi Kristen Protestan sekitar 20 jutaan orang, paling sedikit terdapat 100 universitas Kristen Protestan di Indonesia. Karena itu, dalam 5 tahun ini, Sinode-sinode Gereja Kristen Protestan yang besar harus didorong untuk mendirikan universitas-universitas unggul sebagai pusat penghasil SDM yang mumpuni dan kompetitif. Kita harus juga mengupayakan pendirian minimal 10 universitas Kristen Protestan negeri baru dalam 1 dekade ini. Pendidikan Kristen Protestan di Indonesia harus menjadi pusat perkembangan sains dan teknologi dunia di masa depan. Agama dan Pendidikan Kristen Protestan di Indonesia harus menjadi Spirit, Pendorong, Barometer dan Pusat Kemajuan Sains dan Teknologi dunia.
4. Agama Kristen Protestan harus bisa menjadi sumber idealisme moral, etika dan nilai-nilai universalisme dalam membangun masyarakat dan bangsa, dalam membangun tatanan kehidupan sosial kemasyarakatan yang egaliter, humanis, etis, harmonis, adil, sejahtera, demokratis dan gotong-royong.
5. Spirit agama Kristen Protestan yang menghormati dan menjunjung tinggi demokrasi, hati nurani dan kebebasan individu dalam berpikir, berpendapat, berakal budi, berfilsafat dan berteologia; harus menjadi spirit dan sumber inspirasi dalam membangun kehidupan sosial kemasyarakatan yang harmonis, sehat, pluralis, bermartabat dan sejahtera. Agama Kristen Protestan harus menjadi penggerak dan katalisator pembangunan peradaban bangsa Indonesia.
6. Gereja sebagai institusi keagamaan dan sebagai tempat ibadah harus juga bisa menjadi organ bisnis, enterpreneur dan aktor market place. Gereja harus berperan sebagai enterpreneur sosial, penggerak ekonomi jemaat dan masyarakat. Gereja berperan tidak saja menjadi rumah ibadah, tetapi menjadi “rumah besar” para enterpreneur/pebisnis/pengusaha.
7. Perkumpulan Cendekiawan Protestan Indonesia (PCPI) mengajak seluruh umat Kristen Protestan di Indonesia turut lebih proaktif membantu Pemerintah dan masyarakat dalam mengatasi wabah Covid19 dan mempersiapkan tatanan kehidupan New Normal paska Vaksinasi nasional. Mari doakan dan deklarasikan dengan penuh iman agar Kuasa Kebangkitan Yesus dinyatakan untuk mengalahkan Kuasa-kuasa di balik Wabah Virus Corona ini, sehingga kehidupan umat manusia bisa normal dan pulih kembali dalam tahun ini.
Selamat Hari Paskah! Yesus Kristus Tuhan telah bangkit untuk kita dan dunia. Mari umat Kristen Protestan di Indonesia, kita Bangkit dan Terus berkarya bagi Tuhan, bangsa, negara dan masyarakat.
Jakarta, 20 Maret 2021
DPP Perkumpulan Cendekiawan Protestan Indonesia (PCPI)
Pdt. Dr. Jerry Rumahlatu
(Ketua Umum)
Hotben L, M.Th.
(Sekretaris Jenderal)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You may also like

Puan Maharani Ketahanan Pangan Penting, Tapi Petani Juga Harus Sejahtera

Post Views: 1   Puan Maharani Ketahanan Pangan